PRESIDIUM
DAN OPM ADALAH MITRA
IREEUW
LUCKY
UMBAY-Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo
Eluay mengemukakan bahwa antara Presidium dan OPM
adalah satu mintra dalam pejuangan Papua Merdeka
dan diantaara keduannya tidak ada saling
berselisihan. Hal ini dikatakannya sehubungan
dengan pemberitaan yang menyatakan bahwa
perjuangan oleh OPM tidak berhasil, namun Theys
meluruskan bahwa sebenarnya bukan tidak berhasil
tetapi belum berhasil.
Dikatakan, hal ini bukan berarti dirinya tidak
menyetujui dan tidak mengakui perjuangan dari OPM,
tetapi cara-cara yang dipakai untuk mencapai
kedaulatan bangsa Papua itulah yang perlu dirubah,
dimana untuk saat ini cara-cara kekerasan sudah
kurang perlu lagi dan sudah harus dikurangi.
"Cara-cara kekerasan yang dipakai oleh OPM
dahulu bukan tidak berhasil, tetapi belum bisa
mencapai hasil dengan baik, sehingga untuk saat
ini cara-cara tersebut hendaknnya di kurangi dan
kedepan kita pakai cara damai, dengan dialog
berdasarkan prinsip sopan santun adat dan
berlandaskan kasih," ujar Theys kepada
wartawan kemarin di Hotel Matoa.
Tentang perjuangan OPM, Theys mengaku sangat
menghargai dan menghormati apa yang dilakukan
pejuang-pejuang Papua Merdeka itu. Bagi Theys
mereka patut di hormati, sebab sejak mula berjuang
mereka mengalami banyak kesusahan, tidur dihutan,
makan seadannya, sehingga jasa PDP ini tidak bisa
diabaikan oleh PDP dan seluruh rakyat Papua
lainnya.
Menurutnya, PDP adalah wadah yang baru dibentuk,
tetapi jauh sebelum ada PDP sudah ada OPM yang
berperan sebagai motor penggerak perjuangan.
"PDP lahir karena OPM, sebab jauh sebelum PDP
ada, OPM lebih dahulu sudah ada, dan karena diatas
pengabdian dan perjuangan OPM lah maka ada Mubes
dan Kongres Papua yang melahirkan PDP dan saya
sangat menghargai perjuangan saudara-saudara saya
itu," tegasnya penuh semangat.
Bagi Theys, sebelum era reformasi seluruh orang
Papua apakah ia seorang gubernur, menteri, anggota
DPRD, PNS semuanya termasuk dirinya adalah OPM,
namun saat ini setelah setelah reformasi, semua
orang Rakyat Papua adalah OPM dalam arti Orang
Papua Merdeka. "OPM bukan separatis, mereka
juga adalah bagian dari elemen perjuangan yang
telah bangun landasan perjuangan, yang juga
menuntut hak dan kedaulatan bangsa Papua sama
dengan kita yang ada sekarang ini,"tuturnya.
Dengan garis perjuangan dengan cara damai ini,
Theys mengajak OPM dan elemen lainnya untuk
menguragi cara-cara kekerasan, sebab jika ditempuh
dengan cara kekerasan, maka akan banyak lagi jatuh
korban di pihak rakyat." Untuk apa dengan
kekerasan, tetapi marilah kita berdialog, mari
kita bicara baik-baik, Tuhan pasti buka jalan, dan
pasti ada waktu Tuhan untuk memberikan kemerdekaan
dan kedaulatan penuh bagi rakyat dan bangsa
Papua." ungkapnnya yakin.
Theis yang kemarin nampak bersemangat, sengaja
mengahdirkan wartawan guna menyatakan komitmennya
tersebut, tampil sederhana. Tokoh kharismatik itu
menggenakan kemeja biru tua dan celana hitam.
Lebihjauh ia bertutur, bahwa dirinya selalu
mendukung OPM dalam pengertian semangat juang OPM,
tetapi bukan gerakannya."Kita bisa seperti
sekarang karena OPM, sehingga saya merasa
berhutang budi dengan perjuangan OPM dan kami PDP
sama sekali tidak bisa mengabaikan hal itu,"
akunya.
Dirinya lalu menyebutkan sejumlah nama-nama tokoh
OPM seperti Filep Karma, Saul Bomay, Isak
Yapsenang, Murib, Yoweni, Mandacan, Matias Wenda,
Kelly Kwalik, Wellem Onde, tokoh OPM diluar negeri
seperti Seth Rumkorem, Yakop Pray, Moses Werror,
Jakop Rumbiak, Fred Atamboe dan tokoh OPM lainnya
adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bangsa Papua
yang patut dihargai keberadaan dan apa yang mereka
lakukan bagi Papua.
Tentang cara kekerasan yan dinilainnya belum
berhasil, bagi Theys sudah harus dikurangi, sebab
bagi Theys mungkin Tuhan tidak menghendaki adannya
kekerasan diatas tanah yang sudah diberkati Tuhan
sejak injil masuk di Tanah Papua 5 Februari 1855.
" Tidak perlu ada pengusiran, penyanderaan,
pengrusakan, pebunuhan dan lain sebagainya, sebab
bangsa Indonesia bukan musuh bangsa Papua, mereka
adalah saudara-sadara kita juga, dan tidak perlu
ada kekerasan bagi mereka," paparnya.
FORUM PASIFIK TIDAK DUKUNG PERJUANGAN PAPUA, PDP
TIDAK KECEWA
Pada kesempatan kemarin Theys juga menyinggung
tentang adanya informasi bahwa Pasifik Island
Forum tidak mendukung perjuangan Papua Merdeka
seperti yang disampaikan oleh Susilo Bambang
Yudoyono. Bagi Theys, hal itu bukanlah sesuatu
yang harus disesalkan. " Kami sama sekali
tidak kecewa, mungkin Tuhan belum mengehendaki
adanya dukungan dari mereka, dan pasti Tuhan akan
buka jalan lain. Lagi pula kemerdekaan bangsa
Papua bukan ditentukan oleh Forum tersebut, tetapi
Yesus lah yang akan menyatakannya dengan caranya
sendiri,"ungkap Theys. (irw_luc)
|