Update Terakhir: Aug 29th, 2005 - 05:52:47
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Keagamaan

Puluhan Gereja Ditutup, GPK Ancam Somasi Kapolri
By Cepos
Aug 29, 2005, 05:44

 
JAKARTA-Aksi penutupan puluhan gereja di Kabupaten Bandung, dua bulan terakhir, menuai kecaman. Enam organinsasi massa dan satu partai politik mengultimatum Polri agar segera menuntaskan kasus penutupan gereja yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP). Deadline diberikan satu minggu kepada pihak kepolisian untuk bertindak, jika diabaikan maka mereka akan melayangkan somasi.

Enam perwakilan ormas diantaranya, Gerakan Pemuda Kerakyatan atau disingkat GPK, Serikat Pengacara Rakyat (SPR), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND), Front Pembela Katolik (FPK), Perhimpunan Pembela Publik Indonesia (P3I) dan satu parpol Partai Rakyat Demokratik (PRD), kemarin menggelar jumpa pers di Komplek Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Jl. Salemba No.10.

Habiburokhman sari SPR menyatakan bahwa dalam kurun waktu Juli-Agustus, sedikitnya sudah 60 tempat ibadah umat Nasrani dututup paksa oleh kelompok AGAP.''Mereka (anggota AGAP.red) mendatangi gereja-geraja dan memaksa para pendeta menandatangani surat pernyataan agar gerejanya berhenti beroperasi dan melakukan peribadatan,'' terangnya.

Ditambahkannya, aksi tersebut telah dilaporkan kepada Polda Jawa Barat, tapi kurang mendapatkan respon. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Edi Darnadi, menurut Habiburokhman, malah menyatakan bahwa aksi penutupan gereja itu tidak ada. Habib mengatakan ada perbedaan persepsi antara polisi dan umat Nasrani, mengenai pengertian gereja. ''Memang 90 persen tempat ibadah yang ditutup AGAP, tidak berbentuk bangunan gereja. Tapi merupakan tempat ibadah sementara yang dipimpin oleh seorang pastur. Sementara 10 persen sisanya adalah bangunan gereja,'' jelas Habib yang menyatakan bahwa tempat-tempat ibadah tersebut tersebar di kawasan Cimahi, Padalarang, Cianjur, dan sebagian lagi di Jawa Tengah.

Aliansi ormas dan parpol tersebut mengaku telah menggelar lokakarya kerukunan umat yang dihadiri oleh beberapa anggota Komisi E DPRD Bandung, Ketua Fatayat NU Imas Masitoh, Ketua Dewan Syuro PKB Dr Sugiyat, dan Fauzan Al Anshori dari MMI. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk mendorong Polri untuk menindak tegas para pelaku penutupan tempat ibadah tersebut.

Karenanya, dalam jumpa pers kemarin Habib juga membacakan tiga ultimatum yang ditujukan kepada pemerintah, dalam hal ini Polri, untuk segera melakukan penyelidikan dalam konteks hukum acara pidana terkait kasus penutupan paksa gereja di Bandung, memberikan laporan kemajuan penyelidikan kepada masyarakat luas mengenai progres penyelidikan secara reguler yakni dua minggu sekali, dalam format jumpa pers. ''Yang terakhir, kami meminta agar polri menetapkan tersangka dalam kasus ini paling lambat satu bulan setelah penyelidikan dimulai,'' jelas Shepard Supid dari P31. Mereka mengancam akan men-somasi Kapolda Jawa Barat atau bahkan Kapolri, jika tidak menindak lanjuti ultimatum tersebut. Karena menurut Shepard, tindakan penutupan paksa tempat ibadah tersebut betentangan dengan UU 39/1999 tentang HAM.

Sementara itu, dihubungi terpisah Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sunarko mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Polda Jawa Barat.''Kita sedang melihat latar belakang penutupan tempat-tempat ibadah tersebut. Kalau memang ditemukan unsur-unsur pelanggaran hukum tentunya kami akan tindak,'' terang Sunarko kepada Jawa Pos (grup Cenderawasih Pos), kemarin malam.(cak).


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece