Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Keagamaan

Puluhan Gereja Ditutup, GPK Ancam Somasi Kapolri
By Cepos
Aug 29, 2005, 05:44

 
JAKARTA-Aksi penutupan puluhan gereja di Kabupaten Bandung, dua bulan terakhir, menuai kecaman. Enam organinsasi massa dan satu partai politik mengultimatum Polri agar segera menuntaskan kasus penutupan gereja yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP). Deadline diberikan satu minggu kepada pihak kepolisian untuk bertindak, jika diabaikan maka mereka akan melayangkan somasi.

Enam perwakilan ormas diantaranya, Gerakan Pemuda Kerakyatan atau disingkat GPK, Serikat Pengacara Rakyat (SPR), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND), Front Pembela Katolik (FPK), Perhimpunan Pembela Publik Indonesia (P3I) dan satu parpol Partai Rakyat Demokratik (PRD), kemarin menggelar jumpa pers di Komplek Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Jl. Salemba No.10.

Habiburokhman sari SPR menyatakan bahwa dalam kurun waktu Juli-Agustus, sedikitnya sudah 60 tempat ibadah umat Nasrani dututup paksa oleh kelompok AGAP.''Mereka (anggota AGAP.red) mendatangi gereja-geraja dan memaksa para pendeta menandatangani surat pernyataan agar gerejanya berhenti beroperasi dan melakukan peribadatan,'' terangnya.

Ditambahkannya, aksi tersebut telah dilaporkan kepada Polda Jawa Barat, tapi kurang mendapatkan respon. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Edi Darnadi, menurut Habiburokhman, malah menyatakan bahwa aksi penutupan gereja itu tidak ada. Habib mengatakan ada perbedaan persepsi antara polisi dan umat Nasrani, mengenai pengertian gereja. ''Memang 90 persen tempat ibadah yang ditutup AGAP, tidak berbentuk bangunan gereja. Tapi merupakan tempat ibadah sementara yang dipimpin oleh seorang pastur. Sementara 10 persen sisanya adalah bangunan gereja,'' jelas Habib yang menyatakan bahwa tempat-tempat ibadah tersebut tersebar di kawasan Cimahi, Padalarang, Cianjur, dan sebagian lagi di Jawa Tengah.

Aliansi ormas dan parpol tersebut mengaku telah menggelar lokakarya kerukunan umat yang dihadiri oleh beberapa anggota Komisi E DPRD Bandung, Ketua Fatayat NU Imas Masitoh, Ketua Dewan Syuro PKB Dr Sugiyat, dan Fauzan Al Anshori dari MMI. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk mendorong Polri untuk menindak tegas para pelaku penutupan tempat ibadah tersebut.

Karenanya, dalam jumpa pers kemarin Habib juga membacakan tiga ultimatum yang ditujukan kepada pemerintah, dalam hal ini Polri, untuk segera melakukan penyelidikan dalam konteks hukum acara pidana terkait kasus penutupan paksa gereja di Bandung, memberikan laporan kemajuan penyelidikan kepada masyarakat luas mengenai progres penyelidikan secara reguler yakni dua minggu sekali, dalam format jumpa pers. ''Yang terakhir, kami meminta agar polri menetapkan tersangka dalam kasus ini paling lambat satu bulan setelah penyelidikan dimulai,'' jelas Shepard Supid dari P31. Mereka mengancam akan men-somasi Kapolda Jawa Barat atau bahkan Kapolri, jika tidak menindak lanjuti ultimatum tersebut. Karena menurut Shepard, tindakan penutupan paksa tempat ibadah tersebut betentangan dengan UU 39/1999 tentang HAM.

Sementara itu, dihubungi terpisah Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sunarko mengatakan bahwa pihaknya sedang mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Polda Jawa Barat.''Kita sedang melihat latar belakang penutupan tempat-tempat ibadah tersebut. Kalau memang ditemukan unsur-unsur pelanggaran hukum tentunya kami akan tindak,'' terang Sunarko kepada Jawa Pos (grup Cenderawasih Pos), kemarin malam.(cak).


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece