Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Terorisme Dunia

Waspadai Bulan September dan Oktober
By Kompas
Aug 30, 2005, 08:35

 
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan kepada semua aparat pemerintahan, terutama aparat keamanan, untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapan, dan mengintensifkan sejumlah operasi untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Presiden minta aparat keamanan mewaspadai bulan September dan Oktober karena berdasarkan pengalaman, itu merupakan bulan pilihan untuk aksi terorisme.

”Seperti saya sebut dalam sambutan, memasuki bulan September dan Oktober adalah bulan khusus yang dipakai para teroris untuk melakukan aksinya. Bom Bali terjadi bulan Oktober. Bom di Kedutaan Australia terjadi 9 September. Begitu juga terorisme di Amerika Serikat. Mungkin akan ada peningkatan aktivitas terorisme di kawasan pada dua bulan ini,” ujar Presiden Yudhoyono menjawab pertanyaan peserta Forum Editor Asia-Eropa keenam di Jakarta, Senin (29/8).

Terhadap kemungkinan gangguan aksi terorisme itu, Presiden mengemukakan, negara-negara di kawasan seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan negara- negara lain masih memiliki kemampuan mengelola dan melakukan komunikasi. Komunikasi dan koordinasi lintas negara dilakukan untuk mengantisipasi jaringan terorisme lintas negara.

Terhadap kemungkinan gangguan keamanan karena aktivitas terorisme itu, Presiden berujar, ”Itu artinya kita harus meningkatkan kesiapan, meningkatkan aksi-aksi preventif, untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya aksi terorisme.”

Kepada negara-negara lain di kawasan, Presiden berharap agar diambil langkah-langkah yang sama untuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Langkah bersama untuk mencegah terorisme ini perlu dilakukan untuk menjadikan kawasan lebih aman.

Selain topik terorisme, dalam forum yang dihadiri sekitar 40 editor Asia-Pasifik itu, pada tanya jawab para peserta bertanya mengenai prospek perdamaian di Aceh dan implementasi nota kesepahaman antara Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Tema globalisasi dan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang memukul perekonomian sejumlah negara juga dibahas.

Mengenai penyelesaian masalah Aceh secara damai yang berujung pada penandatanganan nota kesepahaman, Presiden mengemukakan belajar dari pengalaman di masa lalu. Kegagalan perjanjian damai di masa lalu disebabkan GAM tidak bersatu sehingga tidak patuh pada otoritas tertinggi.

Sementara untuk kepatuhan aparat Tentara Nasional Indonesia terhadap kesepahaman damai, pemerintah sejak awal melibatkan TNI dalam rangkaian pembicaraan informal dengan GAM. TNI juga dilibatkan dalam penyusunan draf nota kesepahaman, regulasi, dan implementasi kesepahaman. ”Dengan kepercayaan, saling pengertian, dan komitmen baru, saya percaya, Aceh akan damai,” ujarnya. (INU)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece