|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Ancaman/ Terror
JAYAPURA-Sinyalemen adanya jaringan intelijen asing yang saat ini `bermain ` di Papua juga disikapi secara serius oleh Jajaran Polda Papua. Pasalnya, kegiatan spionase atau mata-mata asing bisa dilakukan dengan berbagai cara menggunakan kecanggihan ilmu teknologi yang berkembang pesat saat ini. Bahkan tak harus orang asing, pelakunya bisa siapa saja termasuk `orang lokal`. Sebagai langkah antisipasi, Polda Papua sejak awal telah meningkatkan kewaspadaan terutama upaya Early Warning (deteksi dini) terhadap pengawasan aktifitas orang asing di Papua. Intensitas deteksi dini itu dilakukan dengan mengedepankan kemampuan fungsi inteligen kepolisian. " Intelijen itu tugasnya kan mencari informasi apa saja yang mereka butuhkan. Dalam kondisi kemajuan Iptek saat ini, bisa dilakukan tanpa harus ada orangnya secara fisik, seperti alat pemantau. Yang jelas kita tetap waspada, Karena siapa saja bisa jadi intelijen, termasuk orang kita sendiri. Misalnya anda jadi intelijen untuk seseorang lalu disuruh mengumpulkan informasi," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Drs. D. Sumantyawan HS, SH kepada Cenderawasih Pos, tadi malam. Yang terpenting, kata Kapolda saat ini adalah bagaimana setiap anggota masyarakat memiliki kesadaran bela negara dan rasa nasionalisme untuk tidak menjadi kaki tangan atau terprovokasi oleh kepentingan asing yang ujungnya dapat diarahkan memecah belah bangsa dan negara Indonesia. " Kita harus punya ketahanan diri serta kesadaran untuk memilah-milah mana informasi yang patut disiarkan atau tidak. Apalagi di era keterbukaan saat ini memang sulit dibendung tapi tentu sebagai warga yang cinta tanah air kita tak akan mungkin melakukan itu apalagi mengkhianati bangsa sendiri," jelasnya. Mengenai dugaan-dugaan pihak TNI soal keberadaan jaringan intelijen asing di Papua, Kapolda mengatakan sejauh ini belum ada bukti kuat. Namun indikasi ke arah itu bisa dibenarkan. Hal itu dicontohkan seperti penangkapan sejumlah orang asing seperti warga Vietnam di Merauke, warga asing mencurigakan di sebuah kapal di Timika dan beberapa warga Cina di Jayapura. " Secara umum, Polda tentu telah melakukan upaya Early Warning (deteksi dini) dengan meningkatkan pengawasan terhadap orang asing. Memang ada beberapa warga asing yang ditangkap, tapi belum bisa dikatakan apakah mereka terlibat kegiatan inteligen, namun paling tidak ini langkah preventif," paparnya. Upaya deteksi dini itu, lanjut jenderal polisi bintang dua itu juga harus dilakukan oleh instansi terkait yang memiliki fungsi inteligen. Seperti TNI, keimigrasian bahkan kejaksaan. Peningkatan kemampuan fungsi intelijen itu, kata pria yang akrab disapa Dody itu dianggap cukup efektif untuk mendeteksi jaringan intelijen asing tersebut. Ia juga tak menampik bila kegiatan inteligen asing juga berkaitan dengan aktifitas masyarakat dan pemerintah di Papua di berbagai aspek termasuk agenda Pilkada yang saat ini tengah berjalan. Dalam hal ini, bahwa setiap negara di dunia memiliki fungsi intelijen untuk melakukan pemantauan terhadap segala kegiatan berupa informasi yang mungkin dianggap penting terhadap kebijakan negaranya. " Informasi intelijen itu bisa tentang apa saja baik masalah sosial, budaya, keamanan bahkan politik. Yang patut diwaspadai adalah jika kegiatan itu ternyata punya niat buruk serta berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat dan keutuhan NKRI,"tuturnya. Kendati begitu, Kapolda yang baru saja berkeliling ke sejumlah daerah di Papua terutama untuk memantau situasi kamtibmas terkait pelaksanaan Pilkada di wilayah Provisi Irian Jaya Barat, menyatakan kondisi Papua relatif aman. Semua proses Pilkada Bupati di beberapa kabupaten di IJB itu berjalan lancar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. "Saya kemarin memang memantau langsung kegiatan Pilkada di beberapa Kabupaten di IJB yang saat ini sedang dalam proses pemungutan suara. Semuanya berjalan aman, aman dan demokratis. Pihak-pihak terkait telah bekerjasama dengan baik untuk menjaga keamanan. Kita harapkan kondisi ini tetap dijaga sampai proses pelantikan calon yang terpilih," terangnya. Ia juga mengaku antusiasme masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan hal suaranya cukup besar. Hal it ditandai dengan kegiatan pemungutan suara di TPS-TPS dijalankan sesuai koridor yang ada. "Ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap hukum dan arti pentingya ketertiban lingkungan cukup tinggi. Saya melihat langsung bahwa di TPS-TPS semuanya dilakukan tanpa ada gangguan yang berarti," ucap Kapolda dibalik ponselnya, semalam.(sh) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|