|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Otonomi Khusus
Menurut JP Salosa, daerah yang ia pimpin luasnya mencapai tiga kali lipat dari Pulau Jawa dan memiliki banyak kepulauan sehingga sarana transporatsi air sangat dibutuhkan untuk menghubungi pulau-pulau itu. Kapal tersebut yang merupakan salah satu kapal perintis yang menjadi aset daerah sebagai sarana trasportasi penduduk kepulauan, kata JP Salosa ketika menyampaikan kata sambutannya, di Mariana, Banyuasin, Sumsel. Ia mengatakan, pembelian kapal tersebut merupakan program daerah terkait dengan pelayanan transportasi laut, darat dan udara yang dinilai belum sepenuhnya melayani warga Papau. Sehingga pihaknya berharap kapal tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk perkembangan daerah agar bisa sama dengan kawasan lain, tambahnya. Dia menambahkan, kapal tersebut sengaja dibangun di Sumsel dan Yap Wairon merupakan kapal ke dua milik Papua yang dibeli dari pengusaha di daerah tersebut. Keterkaitan sejarah Papua dengan Sumsel menjadi salah satu faktor dipilihnya daerah tersebut untuk membeli kapal, sebab Bupati pertama Biak adalah orang Palembang, ujar Salosa. Pembelian Kapal seharga Rp17 Miliar tersebut merupakan dana patungan dari Pemprov Papua dengan Pemkab Biak Numfor yang berasal dari dana otonomi khusus. Rencananya kapal tersebut akan dioperasikan di kepuluan Biak dan Manokwari, katanya. Sementara Direktur Utama PT.Mariana Bahagia, Jhonson Win Sucipto yang membangun kapal tersebut mengatakan, pembuatan kapal tersebut menghabiskan waktu selama tujuh bulan atau lebih cepat dari target yang ditentukan selama 330 hari. Kapal tersebut direncanakan tiba pada bulan November 2005 ke Papua karena setelah peluncuran kapal itu pihaknya harus melakukan uji coba lagi terhadap kesiapan dan kekuatan kapal tersebut berlayar, katanya. Dia mengatakan, kapal tersebut memiliki panjang 45 meter dan kemampuan kecepatan mencapai 10 knots dan ini untuk kesekian kali pihaknya menerima pesanan kapal serupa. Hal itu menjadi bukti kalau orang Palembang tidak hanya pandai membuat pempek "kapal selam" melainkan layak diperhitungkan dibidang teknologi pembuatan kapal sesungguhnya, ujar Jhonson. Sedangkan kapasitas kapal tersebut sebanyak dua penumpang VVIP, delapan penumpang VIP dan penumpang ekonomi sebanyak 150 orang. Fasilitas lainnya adalah "passanger seat" 40 oranng, ruang poliklinik, tangki bahan bakar 45 ton dan tangki air tawar 50 ton serta tangki minyak luas satu ton, katanya. (Ant/OL-1) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|