Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Pemekaran
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Otonomi Khusus

Gubernur Papua Luncurkan Kapal Seharga Rp17 Miliar
By MIOL
Sep 2, 2005, 07:25

 
MARIANA--MIOL: Gubernur Papua, JP Salosa didampingi Wagub Sumsel, DR Mahyudin, Rabu malam meluncurkan kapal yang diberinama "Yap Wairon" di perairan Sungai Musi, Sumsel setelah pihak perusahaan menyatakan kapal tersebut siap berlayar.

Menurut JP Salosa, daerah yang ia pimpin luasnya mencapai tiga kali lipat dari Pulau Jawa dan memiliki banyak kepulauan sehingga sarana transporatsi air sangat dibutuhkan untuk menghubungi pulau-pulau itu.

Kapal tersebut yang merupakan salah satu kapal perintis yang menjadi aset daerah sebagai sarana trasportasi penduduk kepulauan, kata JP Salosa ketika menyampaikan kata sambutannya, di Mariana, Banyuasin, Sumsel.

Ia mengatakan, pembelian kapal tersebut merupakan program daerah terkait dengan pelayanan transportasi laut, darat dan udara yang dinilai belum sepenuhnya melayani warga Papau.

Sehingga pihaknya berharap kapal tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk perkembangan daerah agar bisa sama dengan kawasan lain, tambahnya.

Dia menambahkan, kapal tersebut sengaja dibangun di Sumsel dan Yap Wairon merupakan kapal ke dua milik Papua yang dibeli dari pengusaha di daerah tersebut.

Keterkaitan sejarah Papua dengan Sumsel menjadi salah satu faktor dipilihnya daerah tersebut untuk membeli kapal, sebab Bupati pertama Biak adalah orang Palembang, ujar Salosa.

Pembelian Kapal seharga Rp17 Miliar tersebut merupakan dana patungan dari Pemprov Papua dengan Pemkab Biak Numfor yang berasal dari dana otonomi khusus.

Rencananya kapal tersebut akan dioperasikan di kepuluan Biak dan Manokwari, katanya.

Sementara Direktur Utama PT.Mariana Bahagia, Jhonson Win Sucipto yang membangun kapal tersebut mengatakan, pembuatan kapal tersebut menghabiskan waktu selama tujuh bulan atau lebih cepat dari target yang ditentukan selama 330 hari.

Kapal tersebut direncanakan tiba pada bulan November 2005 ke Papua karena setelah peluncuran kapal itu pihaknya harus melakukan uji coba lagi terhadap kesiapan dan kekuatan kapal tersebut berlayar, katanya.

Dia mengatakan, kapal tersebut memiliki panjang 45 meter dan kemampuan kecepatan mencapai 10 knots dan ini untuk kesekian kali pihaknya menerima pesanan kapal serupa.

Hal itu menjadi bukti kalau orang Palembang tidak hanya pandai membuat pempek "kapal selam" melainkan layak diperhitungkan dibidang teknologi pembuatan kapal sesungguhnya, ujar Jhonson.

Sedangkan kapasitas kapal tersebut sebanyak dua penumpang VVIP, delapan penumpang VIP dan penumpang ekonomi sebanyak 150 orang.

Fasilitas lainnya adalah "passanger seat" 40 oranng, ruang poliklinik, tangki bahan bakar 45 ton dan tangki air tawar 50 ton serta tangki minyak luas satu ton, katanya. (Ant/OL-1)




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece