|
||||||
Update
Terakhir: Sep 3rd, 2005 - 11:43:30
|
|
Kecelakaan
Padang, Kompas - Helikopter MI-2 dengan call sign P-5004 milik Kepolisian Daerah Sumatera Barat jatuh di kawasan hutan Bukit Barisan, sekitar 6-7 kilometer dari tepi Jalan Raya Padang-Solok, Kamis (1/9). Enam orang, termasuk pilot, ditemukan tewas, sementara kopilot Ipda Asep Prihartono selamat. Asep pada pukul 06.30 berhasil keluar dari hutan lebat dan mencapai Posko Tim Evakuasi di Panorama I, Sitinjau Laut, 30 kilometer (km) utara Kota Padang. Asep berjuang menyelamatkan diri keluar dari reruntuhan helikopter sejak Kamis sore. Enam penumpang helikopter yang ditemukan tewas adalah Direktur Reserse dan Kriminal Komisaris Besar Harison Harmaini, Direktur Intelijen dan Keamanan Komisaris Besar Bambang Irawan, Kepala Unit Identifikasi Ditreskrim Ajun Komisaris Jornalis Johar, Bintara Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar Bripda Welly Permana, Pilot Komisaris Doni, dan wartawan harian Singgalang Erman Tasrial. Rombongan Polda Sumbar tersebut menggunakan helikopter dalam rangka meninjau lokasi Pasar Padang Aro di Kabupaten Solok Selatan, sekitar 150 km dari Padang, yang terbakar Rabu malam lalu. Mereka berangkat sekitar pukul 10.00 dari Bandara Minangkabau di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman. Rombongan terbang dari Solok Selatan pukul 13.40. Kontak terakhir melalui telepon dengan teknisi di Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara (AU) di Padang terjadi sekitar pukul 15.40. Cuaca di Padang hari Kamis pukul 14.00 cukup tidak bersahabat. Awan hitam dan hujan lebat menyertai perjalanan rombongan tersebut. Helikopter diperkirakan jatuh dalam perjalanan pulang dari Padang Aro menuju Padang. ”Setelah kontak terakhir, komunikasi terputus dan keberadaan helikopter itu tak lagi diketahui,” kata Muhidin dari Lanud Padang Kamis petang. Helikopter itu dinyatakan pihak Lanud TNI AU kehilangan kontak sejak Kamis pukul 15.45. Tim evakuasi membawa Asep Prihartono ke Rumah Sakit Dr M Djamil di pusat Kota Padang. Korban dirawat inap di Ambun Pagi, Kamar Ester 10. ”Ia beristirahat dan belum bisa memberikan keterangan. Menurut dr Joni, Asep cedera berat,” kata keluarga korban, ketika ditemui di Kamar Ester 10. Sebelum dievakuasi, Asep mengatakan kondisi helikopter hancur, sedangkan enam penumpang, termasuk pilot, belum diketahui nasibnya. Meski Kamis malam hujan turun begitu lebat, tim penyelamat dari Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumbar dan TNI AU terus menyusuri hutan di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta guna mencari tahu keberadaan helikopter yang jatuh tersebut. Sementara itu, Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) menunda pencarian sampai Jumat pagi karena cuaca berkabut dan hujan lebat, di samping pencarian itu harus melewati jurang-jurang dalam di kawasan Sitinjau Laut. Upaya pencarian yang dimulai Jumat pagi kemarin diarahkan ke posisi yang disebutkan Asep Prihartono, yakni menelusuri arah sungai yang ada di dalam hutan Bukit Barisan, atau sekitar 6-7 km dari tepi Jalan Raya Padang-Solok. Pencarian dilakukan tim SAR Brimob Polda Sumbar, TNI AU, Basarnas, dan warga sekitar. Berawal dari kilauan cahaya putih, regu penyelamat udara kemarin pukul 13.00 berhasil mendekati posisi reruntuhan helikopter yang diperkirakan di atas Bukit Singgiriak, Panorama I, Sitinjau Laut, sekitar 25-35 km dari pusat Kota Padang. Sementara itu, regu penyelamat dari darat berjuang keras masuk ke dalam hutan/rimba liar, menindaklanjuti temuan regu penyelamat dari udara yang berhasil mengidentifikasi titik-titik lokasi jatuhnya helikopter tersebut. (NAL) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|