Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Hukum Adat
Tanah Adat
Kesenian
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Tanah Adat

Ondoafi Wutung Dukung Pelayanan Lintas Batas Dengan Menyerahkan Tanahnya Kepada Imigrasi Jayapura
By Cepos
Sep 5, 2005, 04:35

 
JAYAPURA-Dalam rangka mendukung pelayanan lintas batas di Perbatasan Skouw, Ondoafi Wutung secara sukarela menyerahkan sebidang tanah kepada pihak Keimigrasian Jayapura. Kesepakatan penyerahan tanah adat dari Ondoafi Wutung, Stanlys Tanfa itu dilakukan di ruang pertemuan Kantor Perbatasan di Skouw, Sabtu pekan kemarin. Kesepakatan itu disaksikan Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Giri Haryanto.

Tanah adat yang diserahkan itu seluas 35 X 50 M2 atau sekitar 1750 M2. Rencananya tanah itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan koperasi serta perumahan bagi petugas imigrasi yang bertugas di Skouw. " Peran keimigrasian di wilayah perbatasan ke depan sangat penting dan keberadaannya sangat membantu warga kami di Wutung PNG maupun saudara dan keluarga kami di Skouw. Untuk itu kami merasa sangat senang bisa membantu, mudah-mudahan tanah yang tak seberapa ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada warga di kedua negara,"ungkap Ondoafi Wutung, Stanlys Tanfa dalam bahasa Vijie yang ditranslate oleh salah seorang petugas imigrasi, Silas Drunyi.

Bagi pihak keimigrasian sendiri, penyerahan tanah adat itu menjadi suatu berkah sehingga menyambut baik dan menyatakan siap melayani warga kedua negara dalam jalinan hubungan saling menguntungkan. " Saya juga tak mengira seperti ini, karena awalnya kami cuma berharap diberikan tak seluas itu untuk membangun asrama petugas kami. Tentunya ini menjadi wujud kerja sama dan kesadaran kedua bela pihak tentang pentingnya pelayanan bagi mereka,"jelas Giri.

Lebih lanjut, Giri mengatakan, tanah yang diserahkan itu meskipun bersifat hibah, namun sesuai kesepakatan, ada sejumlah kompensasi yang akan diberikan kepada pihak Ondoafi Wutung. Hanya saja, jumlahnya masih dibahas bersama.

"Mereka tak memberikan patokan, justru mereka menyatakan menerima berapapun yang diberikan. Ini jelas suatu hal yang positif, dan kita siap membantu mereka dalam bentuk peningkatan pelayanan terutama kegiatan lintas batas masyarakat tradisional di wilayah perbatasan,"terangnya.

Seperti diketahui, kondisi sosio budaya di wilayah wutung (PNG) dan Skouw (RI) memiliki sejarah historikal yang unik. Tak heran bila orang PNG di Wutung hingga kini banyak memiliki tanah adat di wilayah Skouw seperti halnya dimiliki Stanleys Tanfa begitu juga sebaliknya. Kegiatan lintas batas antar negara menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kekeluargaan masyarakatan tradisional di wilayah perbatasan.

Menariknya, Stanleys sendiri dalam pertemuan itu secara terbuka menyatakan niatnya untuk menjadi warga RI. " Bagi saya, pak Silas dan Tandiala sudah saya anggap anak sehingga tanah itu juga untuk mereka tinggal,"ucapnya ramah.(sh)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece