|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Tanah Adat
Tanah adat yang diserahkan itu seluas 35 X 50 M2 atau sekitar 1750 M2. Rencananya tanah itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan koperasi serta perumahan bagi petugas imigrasi yang bertugas di Skouw. " Peran keimigrasian di wilayah perbatasan ke depan sangat penting dan keberadaannya sangat membantu warga kami di Wutung PNG maupun saudara dan keluarga kami di Skouw. Untuk itu kami merasa sangat senang bisa membantu, mudah-mudahan tanah yang tak seberapa ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada warga di kedua negara,"ungkap Ondoafi Wutung, Stanlys Tanfa dalam bahasa Vijie yang ditranslate oleh salah seorang petugas imigrasi, Silas Drunyi. Bagi pihak keimigrasian sendiri, penyerahan tanah adat itu menjadi suatu berkah sehingga menyambut baik dan menyatakan siap melayani warga kedua negara dalam jalinan hubungan saling menguntungkan. " Saya juga tak mengira seperti ini, karena awalnya kami cuma berharap diberikan tak seluas itu untuk membangun asrama petugas kami. Tentunya ini menjadi wujud kerja sama dan kesadaran kedua bela pihak tentang pentingnya pelayanan bagi mereka,"jelas Giri. Lebih lanjut, Giri mengatakan, tanah yang diserahkan itu meskipun bersifat hibah, namun sesuai kesepakatan, ada sejumlah kompensasi yang akan diberikan kepada pihak Ondoafi Wutung. Hanya saja, jumlahnya masih dibahas bersama. "Mereka tak memberikan patokan, justru mereka menyatakan menerima berapapun yang diberikan. Ini jelas suatu hal yang positif, dan kita siap membantu mereka dalam bentuk peningkatan pelayanan terutama kegiatan lintas batas masyarakat tradisional di wilayah perbatasan,"terangnya. Seperti diketahui, kondisi sosio budaya di wilayah wutung (PNG) dan Skouw (RI) memiliki sejarah historikal yang unik. Tak heran bila orang PNG di Wutung hingga kini banyak memiliki tanah adat di wilayah Skouw seperti halnya dimiliki Stanleys Tanfa begitu juga sebaliknya. Kegiatan lintas batas antar negara menjadi hal yang biasa dalam kehidupan kekeluargaan masyarakatan tradisional di wilayah perbatasan. Menariknya, Stanleys sendiri dalam pertemuan itu secara terbuka menyatakan niatnya untuk menjadi warga RI. " Bagi saya, pak Silas dan Tandiala sudah saya anggap anak sehingga tanah itu juga untuk mereka tinggal,"ucapnya ramah.(sh) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|