Update Terakhir: Sep 5th, 2005 - 04:48:46
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Konservasi
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ekologi/ Ekosistem

Diduga, Banyak Kapal Asing Curi Ikan di Perairan Papua
By Cepos
Sep 5, 2005, 04:43

 
Maharadja: Kami Sudah Lakukan Pengawasan Tapi Belum Optimal

JAYAPURA-Potensi perairan Papua yang begitu kaya dengan berbagai biota laut baik ikan, udang, cumi, rupanya ibarat gula yang selalu dikerubuti semut. Karena potensinya yang luar biasa akhirnya mengundang kapal-kapal asing untuk datang menikmatinya. "Jutaan ton ikan telah dicuri dari perairan Papua,"ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Ir Astiler Maharadja kepada Cenderawasih Pos di Kampung Ayapo, kemarin.

Ia mengatakan, pencurian ikan di perairan Papua diduga dilakukan kapal-kapal asing dari negara luar antara lain Thailand dan China. Data yang ada, diperkirakan, kapal-kapal asing yang masuk dan menangkap ikan secara ilegal di perairan Papua, jumlahnya mencapai ratusan kapal. "Kapal asing yang masuk itu antara lain dari Thailand dan China sedangkan jumlahnya saya tidak tahu pasti tapi data yang ada diperkirakan mencapai ratusan kapal," bebernya.

Sedangkan modus operandi-nya kata Astiler, yakni dengan cara menggunakan bendera Indonesia. Diakuinya, memang ada sejumlah perusahaan asing yang memiliki izin resmi untuk menangkap ikan di perairan Papua, tetapi hanya sekitar 100 kapal, selebihnya, kapal penangkap ilegal yang jumlahnya melebihi kapal yang memiliki izin resmi itu. "Biasanya cara mereka hanya mengurus izin untuk satu kapal, tetapi prakteknya di lapangan kapal yang operasi jumlahnya lebih banyak, padahal izinnya hanya satu," jelasnya.

Karena itu, potensi perairan Papua yang mencapai 1,6 juta ton/tahun ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat secara optimal karena umumnya nelayan Papua hanya mampu menangkap ikan di wilayah pesisir karena peralatannya sangat sederhana. Sementara kapal-kapal asing menggunakan peralatan yang canggih. "Tentu saja nelayan kita kalah," tukasnya.

Sejauh ini, pihaknya bersama instansi teknis terkait antara lain TNI AL terus melakukakn pengawasan dan berupaya untuk mencegah dan menangkap aksi kapal-kapal asing itu, tetapi selalu saja tidak maksimal karena lagi-lagi terbatasnya fasilitas. "Upaya kita sudah ada tetapi belum maksimal karena terbatasnya fasilitas," ujarnya miris.(ta)

Foto : Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Ir Astiler Maharadja.(2864)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece