Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Konservasi
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ekologi/ Ekosistem

Diduga, Banyak Kapal Asing Curi Ikan di Perairan Papua
By Cepos
Sep 5, 2005, 04:43

 
Maharadja: Kami Sudah Lakukan Pengawasan Tapi Belum Optimal

JAYAPURA-Potensi perairan Papua yang begitu kaya dengan berbagai biota laut baik ikan, udang, cumi, rupanya ibarat gula yang selalu dikerubuti semut. Karena potensinya yang luar biasa akhirnya mengundang kapal-kapal asing untuk datang menikmatinya. "Jutaan ton ikan telah dicuri dari perairan Papua,"ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Ir Astiler Maharadja kepada Cenderawasih Pos di Kampung Ayapo, kemarin.

Ia mengatakan, pencurian ikan di perairan Papua diduga dilakukan kapal-kapal asing dari negara luar antara lain Thailand dan China. Data yang ada, diperkirakan, kapal-kapal asing yang masuk dan menangkap ikan secara ilegal di perairan Papua, jumlahnya mencapai ratusan kapal. "Kapal asing yang masuk itu antara lain dari Thailand dan China sedangkan jumlahnya saya tidak tahu pasti tapi data yang ada diperkirakan mencapai ratusan kapal," bebernya.

Sedangkan modus operandi-nya kata Astiler, yakni dengan cara menggunakan bendera Indonesia. Diakuinya, memang ada sejumlah perusahaan asing yang memiliki izin resmi untuk menangkap ikan di perairan Papua, tetapi hanya sekitar 100 kapal, selebihnya, kapal penangkap ilegal yang jumlahnya melebihi kapal yang memiliki izin resmi itu. "Biasanya cara mereka hanya mengurus izin untuk satu kapal, tetapi prakteknya di lapangan kapal yang operasi jumlahnya lebih banyak, padahal izinnya hanya satu," jelasnya.

Karena itu, potensi perairan Papua yang mencapai 1,6 juta ton/tahun ini tidak bisa dinikmati oleh masyarakat secara optimal karena umumnya nelayan Papua hanya mampu menangkap ikan di wilayah pesisir karena peralatannya sangat sederhana. Sementara kapal-kapal asing menggunakan peralatan yang canggih. "Tentu saja nelayan kita kalah," tukasnya.

Sejauh ini, pihaknya bersama instansi teknis terkait antara lain TNI AL terus melakukakn pengawasan dan berupaya untuk mencegah dan menangkap aksi kapal-kapal asing itu, tetapi selalu saja tidak maksimal karena lagi-lagi terbatasnya fasilitas. "Upaya kita sudah ada tetapi belum maksimal karena terbatasnya fasilitas," ujarnya miris.(ta)

Foto : Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Ir Astiler Maharadja.(2864)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece