Update Terakhir: Sep 5th, 2005 - 05:05:20
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Keagamaan

Presiden: Cegah Kekerasan
By Kompas
Sep 5, 2005, 05:04

 
Senin, 05 September 2005
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9), menyerukan agar seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat mencegah kekerasan terhadap kegiatan ibadah agama. Negara menjamin kebebasan warganya untuk memeluk dan menjalankan ibadah agamanya masing-masing.

Terhadap sejumlah kejadian yang terjadi menyangkut kegiatan ibadah umat Kristiani yang merasa tidak tenang atau dipersulit, saya minta Menteri Agama bersama para tokoh agama dan pimpinan daerah untuk mengatasi dengan baik. Cari solusi yang tepat dengan prinsip negara dan konstitusi menjamin kebebasan beribadah, ujar Presiden dalam siaran pers yang disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Presiden menegaskan, Indonesia adalah negara majemuk. Untuk itu, diperlukan harmoni dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat disertai sikap hormat-menghormati sebagai sesama bangsa Indonesia. Presiden meminta tindakan main hakim sendiri oleh satu organisasi, komunitas, terhadap suatu kegiatan ibadah dalam sebuah agama atau terhadap pemeluk agama lain tidak terjadi lagi.

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Sutanto diberi instruksi untuk terus menegakkan hukum kepada para pelaku kekerasan, termasuk aktor-aktor penggeraknya.

Lihat kembali SKB

Menyangkut Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri yang mengatur pendirian fasilitas ibadah, Presiden melihat SKB itu sesungguhnya memiliki tujuan yang baik. Tanpa harus buru-buru mencabut, perlu dilihat kembali kandungan atau persyaratan yang ada karena keadaan masyarakat memang telah jauh berubah dan berkembang.

Presiden meminta agar dalam pembangunan wilayah permukiman, termasuk real estate dan kompleks perumahan, disiapkan ruang untuk didirikan fasilitas ibadah bagi para pemeluk agama.

Presiden berpesan, jangan sampai hubungan antara mayoritas dan minoritas menghambat pembangunan harmoni dan persatuan bangsa. Siapa pun yang menjadi mayoritas, misalnya komunitas Islam di banyak daerah, komunitas Hindu di Bali, dan komunitas Kristen di sebagian Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua, tetaplah memperlakukan saudara-saudaranya kaum minoritas dengan bijak, adil, dan penuh persaudaraan.

Dalam jumpa pers di Kalibata, Jakarta, kemarin, Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa mendesak Presiden memfasilitasi dialog nasional untuk mengkaji ulang SKB itu. Pengkajian secara komprehensif atas SKB tersebut diharapkan akan mengakhiri kontroversi penafsiran atas substansi SKB tersebut.

GKI Ciledug

Sementara peribadahan umat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ciledug Raya di Gedung Serba Guna Damai Jalan WR Supratman, Ciledug, Tangerang, untuk sementara ini dihentikan. GKI Ciledug Raya dinyatakan status quo, sambil menunggu keputusan Wali Kota Tangerang tentang diizinkan atau tidak gedung tersebut menjadi tempat ibadah umat Nasrani.

Demikian antara lain keputusan pertemuan antara perwakilan warga Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Ciledug, dan majelis GKI Ciledug Raya serta pengurus Persekutuan Gereja- gereja di Indonesia (PGI) hari Minggu kemarin. (TRI/BUR/INU)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece