Update Terakhir: Sep 5th, 2005 - 05:09:46
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

GAM Diharapkan Jadi Gerakan Aceh Makmur
By SP Daily
Sep 5, 2005, 05:05

 
BANDA ACEH - Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A Djalil mengharapkan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menjadi Gerakan Aceh Membangun atau Gerakan Aceh Makmur setelah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) berjalan sebagaimana mestinya dan perdamaian terwujud.

Harapan itu disampaikan Sofyan Djalil menjawab pertanyaan wartawan di Banda Aceh, Jumat (2/9).

Dikatakan, keberadaan GAM sekarang adalah sebagai mitra pemerintah guna menyelesaikan semua prosedur kesepakatan yang ditandatangani di Helsinki. Jika semua itu berjalan baik dan perdamaian terwujud maka GAM tidak perlu lagi. Kalau mereka kemudian berpartisipasi dalam politik, seperti warga negara lainnya, tidak ada masalah. ''Mereka bisa ikut jadi calon anggota DPR, calon bupati, gubernur dan lainnya sebagaimana warga negara biasa,'' katanya.


Masa Perdamaian

Ditanya, apakah GAM tidak ada lagi, dia menyebutkan, dalam arti seperti sekarang ini tentu tidak ada lagi GAM. Tapi, kalau dengan nama lain seperti Gerakan Aceh Makmur atau Gerakan Aceh Membangun, itu tidak ada masalah dan diperbolehkan.

Menyangkut kembalinya anggota GAM ke tengah masyarakat, menteri mengajak semua pihak untuk menerima mereka dengan baik. "Saya pikir yang pertama mari kita buka bahwa kita sekarang memasuki masa perdamaian. Mari kita terima Saudara-saudara kita yang kembali ke kampung. Tidak ada lagi masalah-masalah masa lalu, mari kita lihat ke depan secara bersama-sama. Yang kedua, tentu karena senjata belum dikumpulkan mudah-mudahan tidak terjadi insiden apapun," katanya.

Tentang rencana para petinggi GAM dari luar negeri pulang ke Aceh, dia mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu. Pokoknya intinya semua hak mereka telah dikembalikan. Tapi, bahwa mereka melaksanakannya atau tidak, itu masih sangat bergantung pada pertimbangan teknis mereka," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda NAD Irjen Bahrumsyah Kasman mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas) di Aceh pasca-pemulangan mantan anggota GAM ke tengah masyarakat sangat kondusif.

Dikatakan, dua pekan terakhir ini pihaknya belum mendengar terjadinya gejolak di tengah masyarakat. Dia berharap kondisi yang kondusif seperti sekarang ini akan dapat terus mengantar kita pada 15 September 2005 nanti, bertepatan dengan dimulainya proses pengumpulan dan pemusnahan senjata milik anggota GAM oleh pihak Aceh Monitoring Mission (AMM).

"Jadi saya melihat itikad baik kedua belah pihak sampai hari ini, cukup memuaskan. Mudah-mudahan kondisi yang kondusif seperti ini bisa berlanjut sesuai dengan harapan kita bersama," katanya.

Menyangkut jaminan keamanan terhadap mantan anggota GAM yang kini kembali ke masyarakat, Kapolda mengatakan, pihaknya akan memberikan jaminan. "Ini juga akan kita lakukan di lapangan dalam rangka menyahuti butir-butir MoU." ujarnya. (147)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece