Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

GAM Diharapkan Jadi Gerakan Aceh Makmur
By SP Daily
Sep 5, 2005, 05:05

 
BANDA ACEH - Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan A Djalil mengharapkan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menjadi Gerakan Aceh Membangun atau Gerakan Aceh Makmur setelah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) berjalan sebagaimana mestinya dan perdamaian terwujud.

Harapan itu disampaikan Sofyan Djalil menjawab pertanyaan wartawan di Banda Aceh, Jumat (2/9).

Dikatakan, keberadaan GAM sekarang adalah sebagai mitra pemerintah guna menyelesaikan semua prosedur kesepakatan yang ditandatangani di Helsinki. Jika semua itu berjalan baik dan perdamaian terwujud maka GAM tidak perlu lagi. Kalau mereka kemudian berpartisipasi dalam politik, seperti warga negara lainnya, tidak ada masalah. ''Mereka bisa ikut jadi calon anggota DPR, calon bupati, gubernur dan lainnya sebagaimana warga negara biasa,'' katanya.


Masa Perdamaian

Ditanya, apakah GAM tidak ada lagi, dia menyebutkan, dalam arti seperti sekarang ini tentu tidak ada lagi GAM. Tapi, kalau dengan nama lain seperti Gerakan Aceh Makmur atau Gerakan Aceh Membangun, itu tidak ada masalah dan diperbolehkan.

Menyangkut kembalinya anggota GAM ke tengah masyarakat, menteri mengajak semua pihak untuk menerima mereka dengan baik. "Saya pikir yang pertama mari kita buka bahwa kita sekarang memasuki masa perdamaian. Mari kita terima Saudara-saudara kita yang kembali ke kampung. Tidak ada lagi masalah-masalah masa lalu, mari kita lihat ke depan secara bersama-sama. Yang kedua, tentu karena senjata belum dikumpulkan mudah-mudahan tidak terjadi insiden apapun," katanya.

Tentang rencana para petinggi GAM dari luar negeri pulang ke Aceh, dia mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu. Pokoknya intinya semua hak mereka telah dikembalikan. Tapi, bahwa mereka melaksanakannya atau tidak, itu masih sangat bergantung pada pertimbangan teknis mereka," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kapolda NAD Irjen Bahrumsyah Kasman mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kambtibmas) di Aceh pasca-pemulangan mantan anggota GAM ke tengah masyarakat sangat kondusif.

Dikatakan, dua pekan terakhir ini pihaknya belum mendengar terjadinya gejolak di tengah masyarakat. Dia berharap kondisi yang kondusif seperti sekarang ini akan dapat terus mengantar kita pada 15 September 2005 nanti, bertepatan dengan dimulainya proses pengumpulan dan pemusnahan senjata milik anggota GAM oleh pihak Aceh Monitoring Mission (AMM).

"Jadi saya melihat itikad baik kedua belah pihak sampai hari ini, cukup memuaskan. Mudah-mudahan kondisi yang kondusif seperti ini bisa berlanjut sesuai dengan harapan kita bersama," katanya.

Menyangkut jaminan keamanan terhadap mantan anggota GAM yang kini kembali ke masyarakat, Kapolda mengatakan, pihaknya akan memberikan jaminan. "Ini juga akan kita lakukan di lapangan dalam rangka menyahuti butir-butir MoU." ujarnya. (147)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece