Update Terakhir: Sep 5th, 2005 - 06:19:25
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

PBB Puji Komitmen RI Bebaskan Tahanan GAM
By KapanLagi.com
Sep 5, 2005, 06:09

 
Kapanlagi.com - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menghargai langkah Pemerintah Indonesia yang telah membebaskan ratusan tahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai komitmen atas kesepakatan yang telah ditandangani di Helsinki 15 Agustus lalu.


Sekjen PBB Kofi Annan melalui jurubicaranya di New York, Jumat (2/9), mengharapkan pihak RI maupun GAM tetap pada komitmen untuk melaksanakan Nota Persepahaman (MoU) tersebut demi masa depan rakyat Aceh yang lebih cerah.


Pekan lalu Pemerintah RI melalui Keputusan Presiden (Keppres) memberikan amnesti dan abolisi umum kepada 1.424 anggota GAM yang ditahan di sejumlah penjara di berbagai kota di Indonesia.


Selain membebaskan tanahan GAM, menurut Sekjen PBB, langkah Indonesia menarik sekitar 1.300 tentara dari provinsi Nangroe Aceh Darussalam juga perlu didukung.


"Sekjen PBB juga menyambut gembira atas kabar munculnya 60 anggota GAM dari persembunyiannya di hutan Aceh Selatan dan bertemu dengan anggota TNI secara damai baru-baru ini," kata Marie Okabe, jurubicara Sekjen PBB.


Para anggota GAM bersama dua petingginya tersebut "turun gunung" di kawasan Manggamat Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan pekan lalu.


Kesepatan damai RI-GAM tersebut juga menghadirkan tim monitor untuk Aceh (AMM) dari Uni Eropa dan ASEAN untuk memantau pelaksanaan ketentuan-ketentuan MoU tersebut oleh kedua belah pihak, termasuk pelaksanaan penyerahan senjata oleh GAM. (*/bun)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece