Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kegiatan Logging

Elsham Papua Surati Presiden SBY Soal Operasi Hutan Lestari
By Penulis: Yohanes
Sep 7, 2005, 06:01

 
JAYAPURA--MIOL: Senin (5/9) ini, Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (Elsham) Wilayah Papua melayangkan surat kekecewaannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan mendesak agar presiden mengevaluasi kinerja Satuan Tugas Operasi Hutan Lestari (Satgas OHL II) di Papua yang telah dilaksanakan tiga bulan sejak 5 Maret lalu.

Pasalnya, kata Ketua Badan Pekerja Harian (BPH) Elsham Papua, Aloy Renwarin, sebagaimana telah diberitakan Media (1/9), hingga tiga bulan pasca OHL II sekarang ini, belum ada satupun perkara illegal logging yang telah mendapat vonis hukum dari pihak Pengadilan di Papua, alias proses penegakkan hukum pasca OHL II berjalan alot.

Pada halnya, Satgas OHL II telah menyita ratusan meterkubik kayu log maupun kayu olahan hasil hutan Papua, berikut ratusan peralatan berat sebagai barang bukti. Bahkan ada sejumlah tersangka yang semula sempat ditahan kini sudah menikmati hak penangguhan penahanannya. Ada pula sejumlah tersangka yang dimasukkan dalam Daftar Pencaharian Orang (DPO) maupun yang dihentikan penyidikannya berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) dari pihak aparat Kepolisian dan Kejaksaan.

Ketika ditemui Media di Jayapura, Renwarin yang banyak berkecimpung dalam proses perkara illegal logging di Papua itu mengatakan, jika proses penegakkan hukum di bidang kehutanan ini berlarut-larut, sama saja dengan mempertontonkan kelemahan proses penegakkan hukum di negeri kita.

"Rakyat mengharapkan kepastian hukum, bukan ingin melihat aparat melakukan penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti serta memeriksa tersangka atau terdakwa saja. Tapi mereka (rakyat) ingin tahu jelas dan cepat bagaimana putusan atas proses penindakan hukum itu. Masak Satgas OHL II yang demikian besar itu, sampai hari ini belum mampu menyeret satu orang terdakwa pun kedalam tahanan. Ada apa dengan OHL II itu?" ungkap Ketua BPH Elsham Papua, Aloy Renwarin kepada Media di Jayapura, Senin (5/9).

Ia menyayangkan keterbatasan aparat penyidik di tingkat Kepolisian, Kejaksaan dan Kehutanan Papua dalam melanjutkan proses penyidikan terhadap sejumlah kasus yang ditinggalkan Satgas OHL II Juni 2005 lalu itu.

Disamping itu, Renwarin minta kemampuan sumber daya Polisi Hutan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Dinas Kehutanan Papua ke depan agar dapat diperhatikan oleh Gubernur Papua maupun oleh Menteri Kehutanan RI. Sehingga peran kedua lembaga ini benar-benar dapat memberi andil efektif dalam turut menjaga sumber daya alam Papua dari pihak-pihak tak bertanggungjawab seperti para pelaku illegal logging itu. (MY/OL-1).


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece