|
||||||
Update
Terakhir: Sep 8th, 2005 - 06:32:33
|
|
Penegakan Hukum
Dalam aksi peringatan satu tahun kematian Munir di ujung jalan Tol Reformasi Makassar, Rabu, mereka mendesak agar pemerintah lebih serius menangani kasus Munir dan meminta Presiden SBY segera memanggil pihak penyidik kepolisian dan menanyakan perkembangan hasil penyidikannya untuk menghindari munculnya kecurigaan dan ketidak independensian proses penyidikan. `Bukan sekedar merestui pembentukan tim pencari fakta terhadap kass Munir ini,` teriak Ketua LBH Makassar, M. Hasbi. Pengunjuk rasa ini khawatir, dengan tidak terungkapnya dalang dibalik peristiwa tersebut, negara kemungkinan akan melakukan pembiaran kepada orang yang merupakan monster ataupun mesin pembunuh, yang senantiasa mengintai dan mengancam keselamatan jiwa para aktivis-aktivis lain yang selama ini konsisten terhadap penegakan hak-hak rakyat. Selain itu, mereka juga mendesak tim penyidik dari kepolisian untuk memanggil Hendropiyono untuk meminta penjelasan dan mengklatifikasi pembicaraan Pollycarpus dengan Badan Inteligen Negara. Serta mendesak pemerintah untuk membentuk komisi kepresidenan untuk Munir. Menurut para aktivis HAM Makassar ini, skenario yang dibentuk intelektual pembunuhan Munir, sudah dapat dipastikan bahwa kematian Munir sudah direncanakan secara matang, jauh sebelum Munir berangkat melanjutkan pendidikan ke Belanda. Selain berorasi, mereka juga menggelar teatretikal yang menggambarkan bahwa hukum di negara ini dinilai tidak dapat memberikan harapan kepada rakyat, terutama keluarga Munir yang hingga saat ini masih berada dalam penantian `keadilan` hukum. (Ant-Im) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|