|
||||||
Update
Terakhir: Sep 9th, 2005 - 05:04:41
|
|
Badai/ Gelombang
Peristiwa nahas itu sendiri terjadi sejak Selasa (6/9) kemarin. Tapi perahu nelayan itu baru dipastikan hilang Rabu (7/9). Kejadiannya sendiri berawal Selasa (6/9) pagi itu sekitar pukul 06.00 WIT sebuah perahu motor berangkat dari Sarmi Kota (Ibukota Kabupaten Sarmi) menuju Pulau Liki, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi dengan membawa 18 orang yang terdiri dari 7 orang dewasa dan 11 anak-anak. Delapan belas orang itu antara lain (lengkapnya lihat di daftar). Sedang dua korban lagi belum diketahui namanya. Yang lebih tragis lagi, dari para korban itu ada 3 yang sekeluarga. Seperti Derek Kiman bersama istrinya Yulce Tono (32) dan empat anaknya masing-masing Mesak Kiman (10), Herman Kiman (9), Yohana Kiman (8), Yelis Kiman (2). Lalu Flores Sumbawi (30) juga bersama istri Alfonsina Yappo (27) dan satu anaknya Salomina Sumbawi (2). Berikutnya Ny Norma Teno (26) bersama dua anaknya masing-masing Edison Wresman (3) dan Dolfina Wresan (2). Kepergian mereka ke Pulau/Kampung Liki adalah hendak mengunjungi salah satu keluarganya yang berduka di Kampung itu. Namun saat lepas pantai dan berlayar, di tengah perjalanan dihadang badai/gelombang yakni sekitar pukul 07.00 WIT. Akibatnya, perahu motor yang ditumpangi 18 orang itu terbalik dan tenggelam. Setelah dihantam badai, setengah jam kemudian dua orang penumpangnya atas nama Derek Kiman dan Frans Senis mencoba berenang menuju Pulau Liki untuk menyelamatkan diri sekaligus memberitahukan kejadian itu kepada masyarakat. Namun hingga pukul 16.23 WIT, yang sampai di Pulai Liki hanya Derek Kiman, sedangkan Frans Senis belum diketahui keadaannya, termasuk 16 orang lainnya. Sementara itu, setelah masyarakat menerima informasi kejadian dari Derek Kiman tersebut langsung melakukan pencarian ke tempat kejadian. Tapi pencarian yang dilakukan sore itu tak membuahkan hasil. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM malam itu juga (6/9) sekitar pukul 18.30 WIT. Setelah menerima laporan tersebut, Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM langsung mengambil langkah-langkah awal dengan meminta jajaran Polres Sarmi, Polsek Sarmi Kota dan Sat Pol PP Kabupaten Sarmi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan KM Bintang Mas 07 dan Perahu Speed Boad. Selain itu, Bupati Fonataba juga meminta masyarakat setempat untuk ikut melakukan pencarian bersama aparat. Selanjutnya pada keesokan harinya (Rabu, 7 September), Bupati Fonataba menunjuk Kabag Tata Pemerintahan sebagai Ketua Tim Pencarian. Karena belum juga membuahkan hasil, maka pada Rabu itu juga sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Fonataba meminta tambahan bantuan dari Tim SAR Jayapura melalui kru helikopter Pangkalan TNI-AU Lanud dan Satpolair Jayapura. © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|