Update Terakhir: Sep 9th, 2005 - 05:04:41
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Badai/ Gelombang

Di Sarmi, Perahu Tenggelam, 17 Orang Hilang
By Cepos
Sep 9, 2005, 04:21

 
JAYAPURA-Kecelakaan yang menimpa korban secara masal di awal bulan ini, tampaknya bukan hanya terjadi di Medan yakni musibah jatuhnya Pesawat Mandala Airlines. Tapi di Kabupaten Sarmi (Papua) juga ada kecelakaan yang mengakibatkan korban masal, menyusul tenggelamnya perahu motor/nelayan yang berpenumpang 18 orang. Dari 18 penumpang itu, baru satu orang yang ditemukan selamat setelah berhasil berenang hingga ke tepian Pulau, sementara 17 orang lainnya hilang.

Peristiwa nahas itu sendiri terjadi sejak Selasa (6/9) kemarin. Tapi perahu nelayan itu baru dipastikan hilang Rabu (7/9). Kejadiannya sendiri berawal Selasa (6/9) pagi itu sekitar pukul 06.00 WIT sebuah perahu motor berangkat dari Sarmi Kota (Ibukota Kabupaten Sarmi) menuju Pulau Liki, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi dengan membawa 18 orang yang terdiri dari 7 orang dewasa dan 11 anak-anak.

Delapan belas orang itu antara lain (lengkapnya lihat di daftar). Sedang dua korban lagi belum diketahui namanya.

Yang lebih tragis lagi, dari para korban itu ada 3 yang sekeluarga. Seperti Derek Kiman bersama istrinya Yulce Tono (32) dan empat anaknya masing-masing Mesak Kiman (10), Herman Kiman (9), Yohana Kiman (8), Yelis Kiman (2). Lalu Flores Sumbawi (30) juga bersama istri Alfonsina Yappo (27) dan satu anaknya Salomina Sumbawi (2). Berikutnya Ny Norma Teno (26) bersama dua anaknya masing-masing Edison Wresman (3) dan Dolfina Wresan (2).

Kepergian mereka ke Pulau/Kampung Liki adalah hendak mengunjungi salah satu keluarganya yang berduka di Kampung itu. Namun saat lepas pantai dan berlayar, di tengah perjalanan dihadang badai/gelombang yakni sekitar pukul 07.00 WIT. Akibatnya, perahu motor yang ditumpangi 18 orang itu terbalik dan tenggelam.

Setelah dihantam badai, setengah jam kemudian dua orang penumpangnya atas nama Derek Kiman dan Frans Senis mencoba berenang menuju Pulau Liki untuk menyelamatkan diri sekaligus memberitahukan kejadian itu kepada masyarakat. Namun hingga pukul 16.23 WIT, yang sampai di Pulai Liki hanya Derek Kiman, sedangkan Frans Senis belum diketahui keadaannya, termasuk 16 orang lainnya.

Sementara itu, setelah masyarakat menerima informasi kejadian dari Derek Kiman tersebut langsung melakukan pencarian ke tempat kejadian. Tapi pencarian yang dilakukan sore itu tak membuahkan hasil. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM malam itu juga (6/9) sekitar pukul 18.30 WIT.

Setelah menerima laporan tersebut, Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM langsung mengambil langkah-langkah awal dengan meminta jajaran Polres Sarmi, Polsek Sarmi Kota dan Sat Pol PP Kabupaten Sarmi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan KM Bintang Mas 07 dan Perahu Speed Boad.

Selain itu, Bupati Fonataba juga meminta masyarakat setempat untuk ikut melakukan pencarian bersama aparat. Selanjutnya pada keesokan harinya (Rabu, 7 September), Bupati Fonataba menunjuk Kabag Tata Pemerintahan sebagai Ketua Tim Pencarian.

Karena belum juga membuahkan hasil, maka pada Rabu itu juga sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Fonataba meminta tambahan bantuan dari Tim SAR Jayapura melalui kru helikopter Pangkalan TNI-AU Lanud dan Satpolair Jayapura.

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece