Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Badai/ Gelombang

Di Sarmi, Perahu Tenggelam, 17 Orang Hilang
By Cepos
Sep 9, 2005, 04:21

 
JAYAPURA-Kecelakaan yang menimpa korban secara masal di awal bulan ini, tampaknya bukan hanya terjadi di Medan yakni musibah jatuhnya Pesawat Mandala Airlines. Tapi di Kabupaten Sarmi (Papua) juga ada kecelakaan yang mengakibatkan korban masal, menyusul tenggelamnya perahu motor/nelayan yang berpenumpang 18 orang. Dari 18 penumpang itu, baru satu orang yang ditemukan selamat setelah berhasil berenang hingga ke tepian Pulau, sementara 17 orang lainnya hilang.

Peristiwa nahas itu sendiri terjadi sejak Selasa (6/9) kemarin. Tapi perahu nelayan itu baru dipastikan hilang Rabu (7/9). Kejadiannya sendiri berawal Selasa (6/9) pagi itu sekitar pukul 06.00 WIT sebuah perahu motor berangkat dari Sarmi Kota (Ibukota Kabupaten Sarmi) menuju Pulau Liki, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi dengan membawa 18 orang yang terdiri dari 7 orang dewasa dan 11 anak-anak.

Delapan belas orang itu antara lain (lengkapnya lihat di daftar). Sedang dua korban lagi belum diketahui namanya.

Yang lebih tragis lagi, dari para korban itu ada 3 yang sekeluarga. Seperti Derek Kiman bersama istrinya Yulce Tono (32) dan empat anaknya masing-masing Mesak Kiman (10), Herman Kiman (9), Yohana Kiman (8), Yelis Kiman (2). Lalu Flores Sumbawi (30) juga bersama istri Alfonsina Yappo (27) dan satu anaknya Salomina Sumbawi (2). Berikutnya Ny Norma Teno (26) bersama dua anaknya masing-masing Edison Wresman (3) dan Dolfina Wresan (2).

Kepergian mereka ke Pulau/Kampung Liki adalah hendak mengunjungi salah satu keluarganya yang berduka di Kampung itu. Namun saat lepas pantai dan berlayar, di tengah perjalanan dihadang badai/gelombang yakni sekitar pukul 07.00 WIT. Akibatnya, perahu motor yang ditumpangi 18 orang itu terbalik dan tenggelam.

Setelah dihantam badai, setengah jam kemudian dua orang penumpangnya atas nama Derek Kiman dan Frans Senis mencoba berenang menuju Pulau Liki untuk menyelamatkan diri sekaligus memberitahukan kejadian itu kepada masyarakat. Namun hingga pukul 16.23 WIT, yang sampai di Pulai Liki hanya Derek Kiman, sedangkan Frans Senis belum diketahui keadaannya, termasuk 16 orang lainnya.

Sementara itu, setelah masyarakat menerima informasi kejadian dari Derek Kiman tersebut langsung melakukan pencarian ke tempat kejadian. Tapi pencarian yang dilakukan sore itu tak membuahkan hasil. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM malam itu juga (6/9) sekitar pukul 18.30 WIT.

Setelah menerima laporan tersebut, Bupati Sarmi Drs Eduard Fonataba MM langsung mengambil langkah-langkah awal dengan meminta jajaran Polres Sarmi, Polsek Sarmi Kota dan Sat Pol PP Kabupaten Sarmi untuk melakukan pencarian dengan menggunakan KM Bintang Mas 07 dan Perahu Speed Boad.

Selain itu, Bupati Fonataba juga meminta masyarakat setempat untuk ikut melakukan pencarian bersama aparat. Selanjutnya pada keesokan harinya (Rabu, 7 September), Bupati Fonataba menunjuk Kabag Tata Pemerintahan sebagai Ketua Tim Pencarian.

Karena belum juga membuahkan hasil, maka pada Rabu itu juga sekitar pukul 10.00 WIT, Bupati Fonataba meminta tambahan bantuan dari Tim SAR Jayapura melalui kru helikopter Pangkalan TNI-AU Lanud dan Satpolair Jayapura.

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece