Update Terakhir: Sep 10th, 2005 - 07:00:34
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Badai/ Gelombang

Pencarian 17 Korban Masih Nihil, Dari Musibah Tenggelamnya Perahu di Sarmi
By Cepos
Sep 10, 2005, 06:53

 
JAYAPURA- Upaya pencarian 17 korban musibah tenggelamnya perahu motor di perairan Sarmi, masih terus dilakukan. Selama dua hari berturut, Kamis dan Jumat kemarin aparat kepolisian dari Polairud Polda Papua dengan menggunakan kapal patroli KP. Tanjung Youtefa 1301 telah melakukan pencarian dengan cara penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya perahu hingga ke daerah Betaf- Bonggo dan Teluk Yanma. Namun, hingga pencarian sementara dihentikan hasilnya masih nihil. " Sejak kami menerima laporan tentang tenggelamnya kapal motor di perairan Sarmi, kami langsung diperintahkan untuk ikut membantu pencarian korban ke lokasi. Kami ke sana pada Kamis (8/9) sebanyak 1 tim berjumlah 21 orang dengan menggunakan kapal patroli Tanjung Youtefa," ujar Kasi Ren Ops Polairud Polda AKP AR. Sirwotubu yang memimpin upaya pencarian saat ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, kemarin.

Dikatakan, dalam pencarian itu pihaknya dibantu petugas dari Pemda Sarmi. Sementara dari Tim SAR maupun aparat dari TNI-AU juga membantu pencarian dengan menggunakan Hely Bel. "Karena bahan BBM yang ada di kapal kami terbatas, sehingga untuk sementara upaya pencarian dihentikan," jelasnya.

Menurut Sirwotubu, perahu motor yang tenggelam itu adalah jenis perahu semang yang memiliki dua sayab dengan kekuatan mesin 25 PK. Informasi sementara tentang sebab-sebab tenggelamnya perahu motor itu adalah, akibat terlalu banyak muatan dan cuaca di laut saat itu buruk. " Meski sampai saat ini hasilnya masih nihil, tapi proses pencarian akan tetap kita lakukan sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari atasan kami ," ujarnya singkat.

Tim SAR ///

Sementara itu, Jumat (9/9), kemarin Tim SAR Jayapura kembali menurunkan Timnya melakukan pencarian ulang di kolasi tenggelamnya perahu tersebut. Tim yang berangkat mulai pukul 04.00 wit ini langsung melakukan penyisiran di Muara Apawer Sarmi dengan dibantu perahu masyarakat sekitar dan akan menghentikan pencarian pada sore nanti.

Joko Songkowo, salah satu Staf di Kantor SAR yang bertugas memantau perkembangan tenggelamnya perahu ini mengatakan bahwa dari Pemda Sarmi juga telah mengerahkan petugas untuk mencari para korban, namun hanya ditemukan satu orang yang selamat bernama Derek Kiman (45).Dan kondisi dari penumpang yang selamat tersebut boleh di bilang sehat, namun masih terlihat Shock dengan kejadian tersebut mengingat beberapa anggota keluarganya juga belum ditemukan.

Informasi tersebut kata Joko disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Sarmi Demianus K. "Mengenai korban yang selamat kondisinya sendiri sehat dan tidak lagi dalam perawatan medis, namun masih dalam kondisi mental yang belum stabil " ujarnya kepada Cenderawasih Pos di kantornya, kemarin.

Dikatakan, kondisi cuaca saat berangkat dari Sarmi tidak terlihat akan terjadi badai, namun ketika sampai di tengah perairan, cuaca kemudian memburuk disertai angin kencang dan ketinggian gelombang mencapai 1m hingga 1,5 m yang langsung membalikkan para penumpang. Sedangkan kendala yang dialami para Tim penyelamat di lapangan adalah luasnya lautan, sehingga tidak dilakukan penyisiran hingga ke dalam air tetapi hanya dilakukan pencarian melalui udara serta penyisiran di atas permukaan air.

Target dari Tim SAR Jayapura sendiri untuk melakukan pencarian adalah selama 7 hari, namun itu semua kembali ke masyarakat apabila masih membutuhkan tentunya akan tetap didampingi.Mengapa hingga sekarang belum ada korban yang naik ke parmukaan? Dijawab oleh Joko bahwa dalam teorinya disebutkan korban yang tenggelam di air akan mengapung setelah kurang lebih 3-4 hari. "Dihari pertama berada di dasar, kedua di tengah dan di hari ketiga atau keempat korban baru akan naik ke atas,"katanya. (mud/cr-138)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece