|
||||||
Update
Terakhir: Sep 10th, 2005 - 07:00:34
|
|
Badai/ Gelombang
Dikatakan, dalam pencarian itu pihaknya dibantu petugas dari Pemda Sarmi. Sementara dari Tim SAR maupun aparat dari TNI-AU juga membantu pencarian dengan menggunakan Hely Bel. "Karena bahan BBM yang ada di kapal kami terbatas, sehingga untuk sementara upaya pencarian dihentikan," jelasnya. Menurut Sirwotubu, perahu motor yang tenggelam itu adalah jenis perahu semang yang memiliki dua sayab dengan kekuatan mesin 25 PK. Informasi sementara tentang sebab-sebab tenggelamnya perahu motor itu adalah, akibat terlalu banyak muatan dan cuaca di laut saat itu buruk. " Meski sampai saat ini hasilnya masih nihil, tapi proses pencarian akan tetap kita lakukan sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari atasan kami ," ujarnya singkat. Tim SAR /// Sementara itu, Jumat (9/9), kemarin Tim SAR Jayapura kembali menurunkan Timnya melakukan pencarian ulang di kolasi tenggelamnya perahu tersebut. Tim yang berangkat mulai pukul 04.00 wit ini langsung melakukan penyisiran di Muara Apawer Sarmi dengan dibantu perahu masyarakat sekitar dan akan menghentikan pencarian pada sore nanti. Joko Songkowo, salah satu Staf di Kantor SAR yang bertugas memantau perkembangan tenggelamnya perahu ini mengatakan bahwa dari Pemda Sarmi juga telah mengerahkan petugas untuk mencari para korban, namun hanya ditemukan satu orang yang selamat bernama Derek Kiman (45).Dan kondisi dari penumpang yang selamat tersebut boleh di bilang sehat, namun masih terlihat Shock dengan kejadian tersebut mengingat beberapa anggota keluarganya juga belum ditemukan. Informasi tersebut kata Joko disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Sarmi Demianus K. "Mengenai korban yang selamat kondisinya sendiri sehat dan tidak lagi dalam perawatan medis, namun masih dalam kondisi mental yang belum stabil " ujarnya kepada Cenderawasih Pos di kantornya, kemarin. Dikatakan, kondisi cuaca saat berangkat dari Sarmi tidak terlihat akan terjadi badai, namun ketika sampai di tengah perairan, cuaca kemudian memburuk disertai angin kencang dan ketinggian gelombang mencapai 1m hingga 1,5 m yang langsung membalikkan para penumpang. Sedangkan kendala yang dialami para Tim penyelamat di lapangan adalah luasnya lautan, sehingga tidak dilakukan penyisiran hingga ke dalam air tetapi hanya dilakukan pencarian melalui udara serta penyisiran di atas permukaan air. Target dari Tim SAR Jayapura sendiri untuk melakukan pencarian adalah selama 7 hari, namun itu semua kembali ke masyarakat apabila masih membutuhkan tentunya akan tetap didampingi.Mengapa hingga sekarang belum ada korban yang naik ke parmukaan? Dijawab oleh Joko bahwa dalam teorinya disebutkan korban yang tenggelam di air akan mengapung setelah kurang lebih 3-4 hari. "Dihari pertama berada di dasar, kedua di tengah dan di hari ketiga atau keempat korban baru akan naik ke atas,"katanya. (mud/cr-138) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|