Update Terakhir: Sep 12th, 2005 - 15:35:39
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

Soal MoU Aceh, Ryamizard Ingatkan TNI untuk Patuh dan Waspada
By SP Daily
Sep 12, 2005, 15:23

 
JAKARTA - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Ryamizard Ryacudu mengingatkan prajurit TNI untuk mematuhi keputusan pemerintah terkait Nota Kesepahaman dengan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Meski demikian, prajurit TNI diminta untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi di Aceh.

Pandangan Ryamizard itu disampaikan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/9). "TNI harus patuhi perintah atasan tapi kemudian harus tetap waspada. Jangan dibohongi terus. Itu saja pendapat saya," kata dia.

Namun, Ryamizard tidak merinci hal-hal apa saja yang perlu diwaspadai prajurit TNI terkait isi MoU itu. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, ada faksi atau sempalan GAM yang tidak konsekuen melaksanakan Nota Kesepahaman itu.

Di sisi lain, ujar Panglima TNI dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, pekan lalu, pimpinan TNI sudah bisa meyakinkan segenap prajurit di lapangan untuk mematuhi kesepakatan damai itu.

Menurut Ryamizard, kalau anggota GAM mau menyerah dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, tentu akan diterima dengan baik. Saat dia masih menjadi Kasad, anggota GAM telah berulang kali diminta untuk menyerah dan kembali bersama-sama membangun Aceh.

Pada kesempatan yang berbeda, Ryamizard juga mengingatkan agar Bangsa Indonesia mewaspadai potensi ancaman dari sejumlah negara tetangga. Negara-negara yang perlu diwaspadai antara lain dari Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Negara-negara itu bisa mengganggu keutuhan kesatuan negara Indonesia. Kita sudah memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dengan Malaysia, khususnya terkait masalah perbatasan," katanya, di sela-sela seminar bertema Menggali Semangat Sumpah Pemuda untuk Tegaknya Kedaulatan NKRI, Sabtu.

Pengalaman yang tidak menyenangkan dengan Malaysia itu antara lain dalam kasus sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan. Selain itu, Malaysia juga memiliki kepentingan atas Selat Malaka.

Dari kawasan selatan Indonesia, Australia berpotensi menjadi ancaman bagi Indonesia. Saat ini, pembangunan kekuatan Australia terus mengarah ke Utara, ke arah wilayah Indonesia.

Ancaman dari Australia juga telihat dari kebijakan pre-emptive negara itu yang menggunakan konsep Australian Maritime Indentification Zone (AMIZ). Selain itu, Australia juga sering merespon setiap ada gejolak di Papua.

Ancaman dari Singapura terjadi karena belum ada ketegasan tentang garis batas negara dengan Indonesia. Singapura juga sering dijadikan tempat pencucian uang oleh para konglomerat hitam dari Indonesia.

"Dengan Malayasia, Singapura, dan Australia kita bersahabat. Tapi, kepentingan nasional harus menjadi hal yang utama," kata dia. (O-1)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece