Update Terakhir: Sep 15th, 2005 - 16:27:58
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pembangunan

MASSA DUDUKI KANTOR DPRD JAYAWIJAYA
By KotekaNews
Sep 15, 2005, 16:20

 
Mbaliem KotekaNews- Ratusan Massa dari beberapa elemen gerakan Mahasiswa dan rakyat Jayawijaya ( Wamena) hari ini Kamis, 15/09 mendatangi kantor Dewan perwakilan rakyat Daerah Jayawijaya, Aksi demostrasi ini di ikuti oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Papua Se Indonesia, Pegawai Negeri Sipil Bersatu, FORKOMPAK dan Kaum Miskin Kota. Mereka menutut proses hukum atas tersangka kasus korupsi dana APBD tahun 2002-2004 atas nama Bupati Kabupaten Jayawijaya Drs David Agustin Hubi segera dilanjutkan.

Aksi demostrasi ini dimulai jam 10:00 WPB (Waktu Papua Baliem), Massa memulai aksi dari Bunderan BRI menuju kantor DPRD Jayawijaya. Para demostran mengusung dua spanduk dan beberapa poster pada intinya mendesak penahana atas Bupati Hubi.

Mereka mendesak Presiden RI Sosilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengeluarkan surat penahanan atas bupati Hubi.

Menurut Koordinator Aksi Deddy Opny Pagawak mereka melakukan aksi ini untuk mendorong proses hukum atas David Hubi karena hingga saat ini masih tersedat di Presiden dengan tidak mengeluarkan surat perintah penahanan.

Dalam orasinya para demostran mendesak DPRD Jayawijaya segera adakan sidang istimewa untuk menonaktifkan Bupati Hubi karena saat ini statusnya sudah jelas sebagai tersangka demikian disampaikan Fresco Wakerkwa dalam orasinya di depan gedung DPRD.

Salah satu Perwakilan dari PNS Bersatu dalam orasinya lebih menyoroti tentang matinya roda pemerintahan dibeberapa instansi di pemkab Jayawijaya dan sehingga mengakibatkan mereka tidak bisa bekerja dengan sebagaimana biasanya.

Perwakilan Kaum Miskin kota menyoroti matinya perekonomian di Jayawijaya pada umumnya atas ulah para penguasa korup yang mengakibatkan mereka susah untuk cari makan.

Sekitar pukul 11:30 WPB Wakil Ketua II Saul Elopere STh dan dua anggota DPRD Jayawijaya masing-masing Zakarias Nap dan Simon Gombo menemui para demonstran, Para demonstranpun mendesak wakil rakyat tersebut untuk menghadang keberangkatan Gubernur Papua Drs. JP Salossa Msi yang baru pulang kunjungan di distrik Tiom.

Mendegar akan dihadang oleh para demonstran guna berdialog dengan massa aksi, Gubernur menggunakan Helimission dari Tiom yang mendarat langsung di lapangan terbang Wamena dekat parkirnya pesawat Trigana Air yang sudah siap berangkat ke Jayapura, sehingga para demostran yang sedang menunggu di di anjungan kedatangan Tamu tidak mengetahui keberangkatannya.
Melihat sikap Gubernur ini para demostran sangat kecewa terhadap dirinya.

Massa pun diarahkan oleh koordinator aksi untuk kembali ke halaman kantor DPRD Jayawijaya, setiba di kantor DPRD mereka (para demonstran) dan tiga wakil rakyat berdialog. Para demonstran mendesak segera diadakan sidang untuk menindaklanjuti aksi ini sehingga ketiga wakil rakyat tersebut sepakat dan berjanji akan menggundang semua ketua dan anggota DPRD untuk menggelar sidang pada hari Senin yang akan datang guna membicarakan tuntutan ini.

Mendengar akan diadakan sidang, massa aksi sepakat membuat tenda dan tidur pelataran kantor wakil rakyat tersebut.
Hingga berita ini dilaporkan massa aksi masih menduduki kantor DPRD Jayawijaya.***(ktk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece