|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Pesan Khusus
PAPUA adalah satu bangsa, hanya dunia yang belum mengakui mereka. Perjuangan yang meningkat dewasa ini adalah untuk memperoleh pengakuan tersebut sehingga Bangsa Papua bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Kolonialisme dan Imperialisme Baru Indonesia yang didukung oleh Negara-Negara Kapitalis melalui agen-agen mereka yang terkenal yakni IMF, World Bank, ADB, WTO, IGGI, Multinationals & Transnationals Corporations dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) sedang berusaha keras untuk meniadakan hak ini. Indonesia meniadakan Nama Bangsa Papua dan sejak 1 Mei 1963 memusnahkan segala Atribut Negara dan Bangsa Papua dan diganti dengan NKRI. Ini adalah suatu bentuk provokasi Indonesia terhadap Bangsa Papua dan Masyarakat Dunia Internasional. Bagi kita bangsa Papua, yang penting di masa lampau tidak hanya kejayaan bersama, tetapi juga penderitaan-penderitaan bersama dibawah penjajah asing yang silih-berganti datang merusak dan merampok negeri kita. Rasa senasib dan sepenanggungan, telah merupakan modal sosial bagi pembangunan faham kebangsaan atau nasionalisme. Kesimpulan ini diperoleh dari fakta bahwa ada manusia dari satu ras yang ingin merdeka dengan membentuk pemerintah nasionalnya sendiri. Tetapi, tanpa perjuangan dan tanpa usaha keras, kita belum berhak merdeka dan juga belum berhak untuk disebut sebagai satu bangsa yang diakui oleh dunia. Dengan cara-cara pemaksaan dan kekerasan, rumpun bangsa Melanesia di West Papua mungkin akan dimusnahkan sama sekali, atau mereka dijadikan kelompok minoritas, kemudian kelompok minoritas itu, tanpa perlawanan sedikitpun, diluar kemauan mereka, akan dijadikan Bangsa Indonesia. Bangsa Papua adalah satu "ethnic group" yang berbeda dengan Bangsa Indonesia. Papua jelas berasal dari Ras Negroid dan bukan Ras Mongoloid. Papua dalam cengkeraman Republik Indonesia sejak 1 Mei 1963 hingga kini berstatus sebagai warga negara Republik Indonesia, bukan sebagai warga negara Papua. Yang dimaksud dengan bangsa Indonesia adalah Orang Jawa, yaitu mereka yang merupakan kelompok Mayoritas di Republik Indonesia. Mereka, Bangsa Jawa adalah sesungguhnya pemilik sah atas Nasionalisme Indonesia. Nasionalisme Indonesia sebenarnya adalah nasionalisme Jawa yang dipaksakan kepada semua Bangsa di Nusantara. Pengakuan Rakyat Indonesia Non-Jawa terhadap Nasionalisme Indonesia adalah merupakan kemenangan gemilang Bangsa Jawa dalam menguasai semua bangsa : bangsa Acheh, Celebes, Borneo, Mollucas, termasuk Papua dll yang saat ini berstatus Warga Negara Indonesia. Nasionalisme Jawa yang dipaksakan ini telah diterima dan merupakan kabut hegemoni yang mematikan nasionalisme bangsa-bangsa non Jawa, termasuk Bangsa Papua, untuk menetukan nasibnya sendiri sebagai sebuah bangsa yang bebas dari dominasi bangsa Jawa dan bangsa Asing melalui kekuatan Kapitalisme. Republik Indonesia mempertahankan Papua sebagai salah satu Provinsinya dengan alasan yang dibuat-buat bahwa Papua termasuk tanah air dari Bangsa Indonesia. Anda, Indonesia, boleh menipu satu orang pada satu waktu, atau menipu beberapa orang sekaligus, tetapi anda tidak akan dapat menipu terus-menerus. Praktik kolonialisme yang sudah usang tidak bisa diterapkan lagi, terutama di abad ini, dimana hak-hak Fundamental setiap bangsa harus diakui. Kolonialisme dan Imperialisme Indonesia atas Papua adalah Kejahatan Internasional karena ia menghapus Bangsa Papua, meniadakan Identitasmereka dan menjalankan Proyek Indonesianisasi. Indonesianisasi adalah jelas Jawanisasi. Tengku Hasan Tiro, Walinegara Acheh pernah berkata : "But colonialism and imperialism cannot be established by courtesy of other, by borrowed money, or hired gun, especially now, when colonialism has been declared to be an international crime".**** ------------------- Catatan : Tulisan ini diedit oleh Crew SPMNews Headquarters. © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|