Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Opini Umum

Pawai Damai di Tanah Papua
By SP Daily
Sep 24, 2005, 04:56

 
JAYAPURA-Sejumlah 700 orang menggelar Pawai Damai di Jayapura dalam rangka Hari Damai Sedunia yang jatuh hari Rabu (21/9). Pawai damai diikuti umat dari lima agama, yaitu Buddha, Hindu, Kristen, Kristen Katolik, dan Islam yang berada di Papua, Selasa (20/9) sore.

Pawai bersama ditandai dengan pelepasan lima ekor burung merpati oleh masing-masing tokoh-tokoh agama, serta melepaskan spanduk yang diikatkan pada balon udara yang bertuliskan "Mari Kita Wujudkan Budaya Damai di Tanah Papua"

Pawai dimulai dari gereja Pengharapan Jayapura, kemudian Menuju Mesjid Raya lalu ke Gereja Santo Fransiskus APO Jayapura, dan berakhir di Halaman Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih untuk melakukan ibadah bersama. Pawai yang berjarak sekitar 10 km diikuti juga dengan para tokoh-tokoh agama, anggota, Polisi Wanita (Polwan), Brimob dan TNI.

Ketua Sinode GKI Pendeta Herman Saud dalam sambutan mengungkapkan, pemimpin agama di Tanah Papua, sepakat bahwa pawai damai yang melibatkan seluruh masyarakat dan umat beragama di Kota Jayapura adalah cerminan dari kedamaian dan kerukunan antara sesama umat manusia serta umat dengan Tuhan.

"Ini dilakukan untuk mengingatkan kepada seluruh umat manusia yang ada di bumi untuk menciptakan kedamaian di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara dan bermasyarakat. Serta meninggalkan semua perbuatan dan tindakan kekerasan yang sangat merugikan sendi-sendi kehidupan manusia itu sendi, "ujarnya.

Sesmentara itu Ketua III Parasada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Papua, Drs UI Wayan Sura kepada wartawan mengatakan, apabila tercipta kedamaian serta kerukunan antara umat beragama terjalin dengan baik maka otomatis akan turut menciptakan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

"Damai dalam arti aman menjadi sendi kehidupan yang mendorong masyarakat dengan leluasa mencari nafkah tanpa perlu khawatir akan terjadi konflik yang mengarah pada suku, agama, antara golongan dan ras ( SARA), "ujarnya. (ROB/W-8)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece