Update Terakhir: Oct 7th, 2005 - 05:15:29
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
LNG BP Bintuni

TELIKUNGAN MILITERISASI LNG-BP DI TELUK BINTUNI PAPUA BARAT!!!
By Raden OK
Oct 7, 2005, 05:11

 

(Lawanlah!!!, Sistem Ekonomi yang anti keadilan dan keamanan rakyat, bangun kekuatan rakyat untuk rebut HAK mu Yang di Rampas)

Praktek manivestasi ekonomi dan keamanan bagi kelangsungan sebuah MNC (Multhi Nasional Coorporation) mampu merubah struktur ekonomi penduduk sipil yang ada. Ekspansif kolonialis Global terus saja diadopsi oleh rezim Boneka Imperialis-NKRI pula semakin menyengsarakan rakyat jelata. Rakyat Papua telah menuai kekejaman kemanusiaan akibat kerakusan pemodal yang hanya mementingkan keuntungan belaka, sehingga pemusnahan lahan hidup rakyat dan pembungkaman hak-hak orang Papua merupakan sebuah keharusan bagi kaum eksploitatif. Tragedi Berdarah Freeport Indonesia dan perusahaan lain di Tanah Papua, merupakan pengalaman pahit bagi kita semua akan pentingnya bahaya pembantaian secara sistematis yang terjadi. Kekuatan bersenjata NKRI yang dijadikan budak pemodal hanya menambah penderitaan yang kian parah bagi orang Papua. Kesuburan sistem penindas rakyat Papua akibat percokolan investasi terus ada di Papua oleh koloni Indonesia hari ini. Bungkam Imperialis Global-Neokolim NKRI!!!`

Langkah Inovatif adalah strategi mutakhir bahkan merupakan budaya bagi para pemodal di dunia ini yang hendak mengeruk hasil alam untuk terus mempraktekan pembodohan politik sekaligus menafikan rakyat dalam kerangka programatik terselubung untuk mengacaukan perspektif penduduk sipil untuk tidak lagi bertaring. Inilah bukti bahwa kekejaman atas kemanusiaan, terutama rakyat Papua menjadi ancaman serius ketika restorasi terus ada di Tanah Papua. LAWAN dan HANCURKAN!!!

Praktek Militeristik LNG-BP di teluk bintuni Papua Barat mulai tertata ditengah kecaman penggunaan militer sebagai anjing penjaga modal. Benih militerisasi untuk mengamankan kepentingan perusahaan selama ini menimbulkan kebencian yang mendalam bagi rakyat Papua. Struktur militer Indonesia semakin kuat akibat kekuatan Investasi yang terus saja melakukan kegiatan eksploitasi, secara langsung memberi angin segar bagi terbukanya penjajakan tentara Indonesia di pelosok-pelosok Papua. Penjajakan kekuatan bersenjata (TNI-POLRI) merasup masuk dengan beragam penyamaran. Kekuatan militer bersenjata Indonesia yang anti HAM dan Demokrasi kian meningkat menyusup masuk dalam sarang-sarang investasi di Papua, dengan mengadopsi kekuatan-kekuatan rakyat tertentu untuk dijadikan budak pemodal.

Pasukan Shields, sebagai tenaga keamanan bagi eksplorasi GAS ALAM BP justeru dilatih oleh pasukan kusus (KOPASUS), instruktur sekuriti sebagai komando strategis keamanan terkendali oleh kekuatan militer NKRI yang anti demokrasi dan kemanusiaan. Penyusupan tentara Indonesia secara sistematik dalam aktivitas eksploitasi semakin memprihatinkan, berbagai program sosial ekonomi yang dijalankan oleh pihak BP terbukti menggunakan kekuatan preman bersenjata (Intel). Komando Pasukan Khusus (KOPASUS), Marinir dan kepolisian adalah pihak utama dalam pengendalian rancangan propaganda kepentingan pihak TANGGUH melalui restorasi pemberdayaan dan kesejahteraan semata. Kerancuan sistem sosial penduduk setempat menjadi terisolasi akibat kekangan senjata berbentuk programatik dan penjagaan keamanan.
Sejumlah purnawirawan TNI-POLRI ditugaskan sebagai tenaga strategis baik dilapangan maupun di kantor-kantor milik perusahaan ini. Kenyataan dilapangan terindikasi bahwa sekitar 75 persen militer NKRI menjadi agen LNG-BP. Tenaga kerja asli Papua sebagian besar menjadi tukang Sapu kotoran, Penjaga keamanan, bahkan BP mengangkat seorang penduduk dari tiap kampung yang terkena dampak langsung kemudian dijadikan sebagai Agen-agen sipil (Humas BP) disejumlah kampung sebagai kekuatan kendali untuk menjalankan agenda perusahan tersebut.

Adopsi tenaga keamanan (security-shields) yang terlatih secara militer, banyak direkrut dari kalangan pemuda Papua adalah merupakan bukti bahwa benih kekuatan sipil-militeristik telah diterapkan oleh LNG-BP. Walaupun pihak perusahaan terus saja berestorasi bahwa mereka tidak lagi menggunakan kekuatan militer, namun adalah fakta bahwa kata dan pelaksanaan naif. Pimpinan sekurity adalah orang-orang terlatik secara militer alias TNI-POLRI aktif.

Pergulatan penduduk setempat akan masuknya perusahaan raksasa ini terus terjadi. Kegelisahan penduduk sebyar salah satu suku terbesar di teluk Bintuni-Papua juga memiliki beberapa titik sumur GAS dan Minyak terus mengeluh dan mengecam praktek kesenjangan sosial yang sedang berlangsung. Indikasi konflik pun kian meningkat, akibat upaya pihak perusahaan yang cenderung menerapkan sistem sepihak dan keleim-mengkleim semakin mengaburkan perspektif rakyat di sana yang terus saja bingung dan berteriak melawan praktek pengotakan ulah LNG-BP. Kecaman masyarakat akan tindakan LNG yang menerapkan sebuah sistem kesenjangan diantara kerukunan suku-marga yang terikat secara histori selama ini.

Sistem kepemimpinan penduduk setempat yang masih kental memberi angin segar bagi kelancaran programatik LNG, dimana BP cenderung melakukan praktek penyuapan terhadap pimpinan kampung agar mampu mengendalikan kepentingannya di tengah masayarakat. Tidak semua pimpinan kampung dan lembaga masayarakat setempat larut dalam praktek inovasi LNG-Tangguh, namun hanya sebagian kecil saja menuruti keinginan perusahaan ini. Inilah salah satu akibat untuk membuka jalan bagi pertentangan diantara masyarakat. Investor BP menganak kandungkan sebagian kampung dari sejumlah kampung yang dilintasi pipa dan titik sumur GAS.

Kampung Taroi-Weriagar/Mogotira-Tomu dan Ekam adalah kampung yang menjadi pusat perhatian BP, sedangkan wilayah kampung yang secara georafis eksploitasi dan penyaluran Gas melintasi kampung-kampung ini tidak mendapat perhatian BP. Bagi pemilik Usaha GAS BP, pengkotakan rakyat sesuai dengan kebijakan DAV yang dirancang oleh pemerintah, perguruan tinggi dan perusahaan. Masyarakat setempat, terutama suku sebayar terdiri dari dua belas kampung tidak tinggal diam, protes telah di lancarkan.

Kecaman kekinian adalah penempatan kilang minyak yang jauh dari titik sumur, sebab penempatan wilayah pembangunan kilang yang sedmikian jauh semakin memprihatinkan terutama tempat nelayan dan berburu penduduk setempat menjadi rentan dan bahkan penduduk setempat dilarang untuk mencari makan untuk hidup sehari-hari sejauh 1000 mil dari jarak pipa gas. Kondisi ini sangat mempersempit ruang gerak rakyat setempat.

Rekrutmen tenaga kerja juga sangat rancu, drop tenaga luar, apalagi Indonesia tulen dan bule, menimbulkan kecemburuan yang parah. Radikalisasi adalah kebutuhan bagi pergolakan terhadap keberadaan dan pratek BP yang terus saja mengacu pada kerusuhan Horizontal-vertikal.

Sikut menyikut praktek kekinian dalam sturuktur BP. Tenaga asli Papua di opinikan seburuk mungkin dengan stigma buta huruf, kurang terampil-malas kerja agar memudahkan pergeseran pimpinan dan kursi atas maupun bawah dengan pendropan tenaga pendatang dalam tubuh perusahaan ini.

Fenomena tersebut menjadi keharusan bagi kerja radikalisasi dan perlawanan rakyat Papua dalam sebuah pembebasan sejati. Bahwa Perjuangan anak negeri harus jadi tuan di negeri sendiri merupakan perjuangan kita hari ini demi penataan hidup yang layak bagi kelangsungan hidup rakyat Papua yang bermartabat, aman hingga tercapainya KEMERDEKAAN SEJATI sebagai sebuah sistem ekonomi maupun politik yang berpihak kepada rakyat Papua di Papua Barat.

Bravo, Tertindas atau BEBAS!

LAWAN!!! NEO-IMPERIALISME
-guncang dan usir investasi ekonomi dan eksploitasi manusia dan alam Papua

LAWAN!!! NEO-KOLONIALISME NKRI
-musnahkan produk kebijakan Indonesia di Tanah Papua

LAWAN!!! MILITERISME
-seret militer Indonesia ke baraknya di Jawa (tarik TNI-POLRI dari Papua)

REVIEUW PEPERA 1969 DAN PEPERA ULANG BAGI RAKYAT PAPUA UNTUK MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI SEBAGAI SEBUAH BANGSA.


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece