|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Pesan Khusus
Waktu itu Media masa Indonesia ribut soal Theys. Ada yang memprediksi bahwa telah terjadi pertarungan di dalam Kubu OPM sendiri, sehingga OPM garis keras yang menghabisinya. Adapula yang menganasila bahwa perdagangan kayu – yang di tahun 2005 lebih popular dengan istilah illegal login - sebagai penyebabnya. Dari desakan Dunia Internasional dan Masyarakat Papua terhadap Presiden Megawatiakhirnya 4 Anggota KOPASUS – pasukan elite Indonesia – “dikorbankan” untuk menanggung dosa pembunuhan terencana tersebut. Saya sendiri tidak mengenal secara dekat dengan beliau, tetapi cara-cara kepemimpinannya yang kharismatik dan tegas sangat bermanfaat bagi perjuangan Papua Barat. Kepemimpinan beliau meningkatkan “daya tawar-menawar” Papua sehingga membalikkan persepsi selama ini bahwa Orang Papua mudah didikte dan dikelabui. Saat ini beliau telah tiada tetapi, tapi napas perjuangannya tetap masih terasa pada setiap dada Putra Papua yang tulus terhadap perjuangan membela kepentingan Rakyat sendiri. Ada juga yang menjadi penghianat & penjilat bagi perjuangan Theys. Lihat saja ketika masih hidup beliau disembah dan “sakit-matapun” dengan segera akan berobat ke Jakarta, atas ongkos ‘penjilat-penjilat” yang mengelilinginya. Ketika beliau berlalu bersama kematiannya yang mengerikan, “anak-anak kesayangan” - yang menerima penghargaan Theys - dalam sekejap saja melupakannya. Kini sibuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan berpaling dari garis perjuangan sebelumnya, jika tidak diiginkan melupakannya. Tapi kita tidak pungkiri juga, bahwa masih banyak yang masih setia mengawal perjuangan ini, walapun hanya dengan akomodasi yang minim alias dengkul. Namun semangat perjuangan telah membuat mereka yang berdiri di barisan ini pantang menyerah, karena telah menerima “tugas dan panggilan” tersebut sebagai suatu pertanggungan- jawab kepada Masyarakat Papua yang selalu mendambakan dapat tenang diatas tanah airnya tanpa Air mata dan Tangisan. Maka tak ada salahnya, jika pada hari ini kita secara pribadi maupun kelompok melepaskan kita sejenak melepaskan semua perbedaan pendapat, keangkuhan, kesombongan serta egoisme, marilah menunduk kepala sejenak kepada Alm Theys belajar untuk dari pada pengorbanan seorang Theys yang rela mempersembahkan NYAWA sebagai miliknya yang paling berharga bagi perjuangan Rakyat Papua menuju hari esok yang lebih baik. (FIGHT TO DAY VICTORY TUMORROW ) ------------------ ONE PEOPLE ONE SOUL Salam Hangat dari Bumi Amungsa-Timika Fred Wakum © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|