Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pesan Khusus

Refleksi 4 tahun Kematian Theys H Eluay ( dari catatan yang terbuang )
By Fred Wakum
Oct 11, 2005, 13:46

 
Hari ini 11 October 2005, genap 4 (empat) tahun silam Ketua Umum PDP Theys H Eluay ditemukan tewas mengenaskan dalam mobilnya dengan posisi terjuangkal dipinggiran jalan, setelah kembali dari Perayaan HUT ABRI 10 Nov di Markas KOPASUS Tribuana.

Waktu itu Media masa Indonesia ribut soal Theys. Ada yang memprediksi bahwa telah terjadi pertarungan di dalam Kubu OPM sendiri, sehingga OPM garis keras yang menghabisinya. Adapula yang menganasila bahwa perdagangan kayu – yang di tahun 2005 lebih popular dengan istilah illegal login - sebagai penyebabnya.

Dari desakan Dunia Internasional dan Masyarakat Papua terhadap Presiden Megawatiakhirnya 4 Anggota KOPASUS – pasukan elite Indonesia – “dikorbankan” untuk menanggung dosa pembunuhan terencana tersebut.

Saya sendiri tidak mengenal secara dekat dengan beliau, tetapi cara-cara kepemimpinannya yang kharismatik dan tegas sangat bermanfaat bagi perjuangan Papua Barat. Kepemimpinan beliau meningkatkan “daya tawar-menawar” Papua sehingga membalikkan persepsi selama ini bahwa Orang Papua mudah didikte dan dikelabui.

Saat ini beliau telah tiada tetapi, tapi napas perjuangannya tetap masih terasa pada setiap dada Putra Papua yang tulus terhadap perjuangan membela kepentingan Rakyat sendiri.

Ada juga yang menjadi penghianat & penjilat bagi perjuangan Theys. Lihat saja ketika masih hidup beliau disembah dan “sakit-matapun” dengan segera akan berobat ke Jakarta, atas ongkos ‘penjilat-penjilat” yang mengelilinginya.

Ketika beliau berlalu bersama kematiannya yang mengerikan, “anak-anak kesayangan” - yang menerima penghargaan Theys - dalam sekejap saja melupakannya. Kini sibuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan berpaling dari garis perjuangan sebelumnya, jika tidak diiginkan melupakannya.

Tapi kita tidak pungkiri juga, bahwa masih banyak yang masih setia mengawal perjuangan ini, walapun hanya dengan akomodasi yang minim alias dengkul. Namun semangat perjuangan telah membuat mereka yang berdiri di barisan ini pantang menyerah, karena telah menerima “tugas dan panggilan” tersebut sebagai suatu pertanggungan- jawab kepada Masyarakat Papua yang selalu mendambakan dapat tenang diatas tanah airnya tanpa Air mata dan Tangisan.

Maka tak ada salahnya, jika pada hari ini kita secara pribadi maupun kelompok melepaskan kita sejenak melepaskan semua perbedaan pendapat, keangkuhan, kesombongan serta egoisme, marilah menunduk kepala sejenak kepada Alm Theys belajar untuk dari pada pengorbanan seorang Theys yang rela mempersembahkan NYAWA sebagai miliknya yang paling berharga bagi perjuangan Rakyat Papua menuju hari esok yang lebih baik. (FIGHT TO DAY VICTORY TUMORROW )
------------------
ONE PEOPLE ONE SOUL
Salam Hangat dari Bumi Amungsa-Timika
Fred Wakum

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece