Update Terakhir: Oct 13th, 2005 - 03:17:33
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kecelakaan

Heli Milik AURI Hilang di Genyem, *Empat Awaknya Belum Diketahui Nasibnya
By Cepos
Oct 13, 2005, 03:07

 
Kamis, 13 Okt 2005
JAYAPURA- Dunia penerbangan kembali mendapat ujian. Sebuah pesawat Hely Twin Pack milik TNI-AU BKO ( bawah kendali operasi) Kodam XVII/Trikora, Rabu (12/10) sekitar pukul 10.08 WIT mengalami kehilangan kontak dengan Pangkalan Udara Sentani saat berada 30 mil dari arah Selatan Sentani Kabupaten Jayapura.

Pesawat Hely yang diawaki empat personel TNI-AU yakni Kapten (P) Bicey (Pilot), Lettu (P) Satria (Co Pilot), Serma Hariyadi (Mekanik) dan Serka Purnomo (mekanik) itu, take off dari Pangkalan Udara Sentani pukul 08.35 Wit untuk kepentingan latihan rutin profesi.

Namun ketika posisi pesawat Hely itu berada daerah Genyem atau 30 mil dari arah Selatan Sentani yakni sekitar pukul 10.08 Wit, tiba-tiba Pangkalan Udara Sentani langsung kehilangan kontak dengan pesawat Hely tersebut.

Kapendam XVII/Trikora Mayor CAJ Drs. G.T Situmorang saat dihubungi Cenderawasih Pos membenarkan peristiwa hilangnya sebuah pesawat Hely Twin Pack milik TNI-AU BKO Kodam XVII/Trikora ketika sedang mengelar latihan rutin profesi."Untuk mencari keberadaan pesawat yang hilang itu, Kodam langsung melakukan tindakan berupa pengerahan pasukan untuk membantu melakukan proses pencarian di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat hilangnya pesawat tersebut. Pasukan Kodam yang diterjunkan ke lokasi hilangnya pesawat itu adalah anggota TNI yang berada di Taja, Lereh, Demta, Genyem," ujar Situmorang tadi malam.

Menurut Kapendam, selain beberapa anggota Koramil di empat Distrik itu yang dikerahkan untuk mencari pesawat yang diduga jatuh itu, saat ini juga Kodam telah menyiagakan personel TNI dari Kompi Yonif 751/BS untuk membantu proses pencarian hilangnya hely tersebut.

" Karena proses pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR maupun gabungan anggota TNI dan masyarakat , sehingga sampai saat ini keberadaan pesawat yang hilang itu masih belum diketahui, termasuk juga nasib keempat awaknya yang melakukan latihan rutin profesi tersebut," tandasnya.

Sementara itu Danlanud Jayapura Kolonel (PNB) Anang Murdinato saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos semalam membenarkan hilangnya sebuah pesawat Hely Twin Pack saat mengadakan latihan rutin profesi di sekitar wilayah Jayapura. Menurut Anang, saat kontak terakhir keberadaan atau posisi Hely itu berada di Selatan dari arah Sentani.

" Yang pasti sampai saat ini kami belum bisa memberikan informasi apakah Hely itu jatuh atau bagaimana, karena semuanya masih dalam kondisi emergency. Jadi kalau kondisinya masih dalam emergency, ini artinya bahwa semuanya masih dalam proses mencari informasi yang akurat keberadaan pesawat tersebut," ungkapnya.

Disinggung tentang keberadaan pesawat itu, menurut Anang sebelum pesawat itu hilang saat itu hely sedang mengadakan latihan rutin biasa. " Jadi sekali lagi kami belum bisa memberikan informasi secara pasti apakah hely itu jatuh atau mengalami apa, karena semuanya masih dalam kondisi emergency," ujarnya singkat. (mud)



Nama-nama Awak Hely
1. Kapten Penerbang Bicey (Pilot)
2. Lettu Penerbang Satria (Co Pilot)
3. Serma Hariyadi (Mekanik)
4. Serka Purnomo (Mekanik)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece