Update Terakhir: Oct 25th, 2005 - 13:00:58
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Dukungan Dunia

A W P A : Pemimpin Forum Pulau Pasifik sebaiknya beri status pengamat ke Papua Barat
By Anne Noonan & Joe Collins
Oct 25, 2005, 12:57

 
Australia West Papua Association (Sydney) percaya bahwa sekarang sudah saatnya Papua Barat (West Papua) diberikan status sebagai pengamat pada Forum Pulau Pasifik di PNG.

AWPA juga mengucapkan selamat kepada pemimpin Forum karena menerima Polinesia Perancis sebagai seorang pengamat Forum pada pertemuan tahun yang lalu di Apia, Samoa

West Papua (Papua Barat )sudah dianggap sebagai sebagian Komunitas Kepulauan Pacific. Guinea Baru pada zaman Belanda, di kenal sebagai West Papua kemudian di perkenalkan oleh, seorang anggota Komisi Pasifik Selatan (SPC).

Perwakilan bangsa Papua Barat pernah menhadiri SPC Conference pada waktu yang lampau dan kemudian juga mengambil bagian pula di pertemuan SPC sampai Pemerintah Belanda menyerahkan kekuasaan mereka kepada Executive United Nations Temporary Authority (UNTEA) pada tahun 1962.

Joe Collins dari AWPA mengatakan bahwa "jika wilayah Kaledonia Baru yang tak berdaulat dan Polinesia Perancis bisa diberi status pengamat di Forum, saya tidak bisa mengerti mengapa itu tidak juga di terapkan juga ke West Papua?"

Sangat mengecewakan karena untuk pertama kali setelah beberapa tahun, situasi hak-hak Azasi Manusia di West Papua tidak disebut pada tahun-tahun terakhir ini Forum Pasifik, pada hal pelanggaran hak asasi sudah terus terjadi di West Papua.

Satu contoh utama adalah operasi militer yang dilakukan oleh militer Indonesia di daerah Jaya Puncak di dataran tinggi tengah West Papua. Selama operasi militer ini amat banyak desa binasa /musnah , termasuk kebun ternak dan makanan. Juga Lebih dari 6000 orang sudah melarikan diri ke pedalaman / hutan karena ketakutan untuk melindungi diri mereka dari ancaman Tentara Indonesia.

Baru-baru ini 26 Mei 2005, dua orang Pria Papuan Barat, Philep Karma dan Yusak Pakage mendapat tuntutan hukuman penjara sebanyak 15 dan 10 tahun masing-masing, atas tuduhan pengkhianatan pada Negara Indonesia

Tetapi, kenyataannya adalah : bahwa laki-laki berpenampilan sederhana tersebut mengadakan pertemuan di mana bendera Bintang Kejora dikibarkan sebagai suatu perbuatan simbolik yang damai untuk memprotes di ketidak-adilan terhadap orang Papuan Barat, pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Eksploitasi Sumber Alam yang kaya diaerah tersebut.

Gagasan besar pandangan Pasifik dan pandangan rencana akan tidak bermakna jika Forum Pasifik tidak memperhatikan 1. 5 juta orang Melanesi di Papua Barat

Forum mempunyai potensi untuk menjadikan EU Daerah Pasifik dan sebaik sebagai dilibatkan di perkembangan daerah, Forum juga sebaiknya mengenai sendiri dengan situasi hak-hak manusiawi orang daerah tersebut .

Saat ini masyarakat Papua Barat sangat memerlukan bantuan dari berbagai Organisasi dan LSM Internasional lebih dari pernah ada .

AWPA mempersilahkan pemimpin Forum Pasifik untuk membantu orang Papua Barat untuk menyelidiki situasi hak-hak manusia di wilayah tersebut, dan memberi status pengamat ke Papua Barat.

Menurut Joe Collins "dengan memberi status pengamat ke Papua Barat, Forum Pasifik akan menjadi media yang sesuai untuk memudahkan dialog di antara pemimpin Papua Barat dan wakil Indonesia untuk bekerja secara terhadap dengan damai dalam memecahkan banyak persoalan yang menimbulkan keprihatinan di wilayah tersebut ".

Info.
Tele: +61.2.9960 1698.
.04077 857 97
email bunyip@bigpond.net.au

Sumber: news.vu


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece