Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Dukungan Dunia

A W P A : Pemimpin Forum Pulau Pasifik sebaiknya beri status pengamat ke Papua Barat
By Anne Noonan & Joe Collins
Oct 25, 2005, 12:57

 
Australia West Papua Association (Sydney) percaya bahwa sekarang sudah saatnya Papua Barat (West Papua) diberikan status sebagai pengamat pada Forum Pulau Pasifik di PNG.

AWPA juga mengucapkan selamat kepada pemimpin Forum karena menerima Polinesia Perancis sebagai seorang pengamat Forum pada pertemuan tahun yang lalu di Apia, Samoa

West Papua (Papua Barat )sudah dianggap sebagai sebagian Komunitas Kepulauan Pacific. Guinea Baru pada zaman Belanda, di kenal sebagai West Papua kemudian di perkenalkan oleh, seorang anggota Komisi Pasifik Selatan (SPC).

Perwakilan bangsa Papua Barat pernah menhadiri SPC Conference pada waktu yang lampau dan kemudian juga mengambil bagian pula di pertemuan SPC sampai Pemerintah Belanda menyerahkan kekuasaan mereka kepada Executive United Nations Temporary Authority (UNTEA) pada tahun 1962.

Joe Collins dari AWPA mengatakan bahwa "jika wilayah Kaledonia Baru yang tak berdaulat dan Polinesia Perancis bisa diberi status pengamat di Forum, saya tidak bisa mengerti mengapa itu tidak juga di terapkan juga ke West Papua?"

Sangat mengecewakan karena untuk pertama kali setelah beberapa tahun, situasi hak-hak Azasi Manusia di West Papua tidak disebut pada tahun-tahun terakhir ini Forum Pasifik, pada hal pelanggaran hak asasi sudah terus terjadi di West Papua.

Satu contoh utama adalah operasi militer yang dilakukan oleh militer Indonesia di daerah Jaya Puncak di dataran tinggi tengah West Papua. Selama operasi militer ini amat banyak desa binasa /musnah , termasuk kebun ternak dan makanan. Juga Lebih dari 6000 orang sudah melarikan diri ke pedalaman / hutan karena ketakutan untuk melindungi diri mereka dari ancaman Tentara Indonesia.

Baru-baru ini 26 Mei 2005, dua orang Pria Papuan Barat, Philep Karma dan Yusak Pakage mendapat tuntutan hukuman penjara sebanyak 15 dan 10 tahun masing-masing, atas tuduhan pengkhianatan pada Negara Indonesia

Tetapi, kenyataannya adalah : bahwa laki-laki berpenampilan sederhana tersebut mengadakan pertemuan di mana bendera Bintang Kejora dikibarkan sebagai suatu perbuatan simbolik yang damai untuk memprotes di ketidak-adilan terhadap orang Papuan Barat, pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Eksploitasi Sumber Alam yang kaya diaerah tersebut.

Gagasan besar pandangan Pasifik dan pandangan rencana akan tidak bermakna jika Forum Pasifik tidak memperhatikan 1. 5 juta orang Melanesi di Papua Barat

Forum mempunyai potensi untuk menjadikan EU Daerah Pasifik dan sebaik sebagai dilibatkan di perkembangan daerah, Forum juga sebaiknya mengenai sendiri dengan situasi hak-hak manusiawi orang daerah tersebut .

Saat ini masyarakat Papua Barat sangat memerlukan bantuan dari berbagai Organisasi dan LSM Internasional lebih dari pernah ada .

AWPA mempersilahkan pemimpin Forum Pasifik untuk membantu orang Papua Barat untuk menyelidiki situasi hak-hak manusia di wilayah tersebut, dan memberi status pengamat ke Papua Barat.

Menurut Joe Collins "dengan memberi status pengamat ke Papua Barat, Forum Pasifik akan menjadi media yang sesuai untuk memudahkan dialog di antara pemimpin Papua Barat dan wakil Indonesia untuk bekerja secara terhadap dengan damai dalam memecahkan banyak persoalan yang menimbulkan keprihatinan di wilayah tersebut ".

Info.
Tele: +61.2.9960 1698.
.04077 857 97
email bunyip@bigpond.net.au

Sumber: news.vu


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece