Update Terakhir: Oct 29th, 2005 - 14:30:49
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kebijakan Penjajah

Undangan Front PEPERA Untuk Menyampaikan Orasi Politik
By Front PEPERA
Oct 29, 2005, 14:23

 
EKSEKUTIF NASIONAL
Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat
(Front PEPERA Papua Barat)
E-mail: frontpepera@yahoo.co.id &
Web Site: http://www.melanesianews.org/spm/publish
----------------------------------------------------------
Nomor : 07-Ex / U / F-PEPERA-PB / X / 2005
Lampiran : Statemen Politik Front PEPERA Papua Barat
Hal : Undangan Untuk Menyampaikan Orasi Politik

Kepada YTH,
Bpk/Ibu/Sdr/.......................
Di Tempat

Salam Demokrasi!

Ditengah eskalasi politik nasional yang semakin tidak menentu pasca kenaikan harga BBM, kita kembali diuji dengan semakin represifnya jalan demokrasi dibeberapa wilayah konflik di Indonesia.

Demokrasi BBM (Demokrasi Neolib?) demikianlah nama yang pas diberikan bagi sebuah reklame demokrasi yang sedang dipasang dimana-mana oleh antek-antek ekonomi global yang dengan senang hati menyediakan diri menjadi budak imperialisme ekonomi asing di Indonesia dan membiarkan dirinya menjadi pelacur politik yang menghamba sepenuhnya kepada kepentingan kapitalisme internasional dengan jalan mengrobankan rakyatnya!

Papua, Acheh, Poso, Maluku, dan sekarang Indonesia pada umumnya, sedang diuji oleh keyakinan rakyat dan penguasa yang berbeda. Hantu kemiskinan bergentayangan dimana-mana, jumlah pekerja yang di phk semakin banyak, pengangguran meningkat dan kemiskinan sebagai produk akhir sebuah kebijakan ekonomi yang menista kedaulatan rakyat menjadi sebuah kenyataan.

Di Papua saat ini tengah dipaksa sebuah pembentukan MRP yang menurut kami, Front PEPERA Papua Barat, adalah merupakan sebuah tindakan anti demokrasi dan anti rakyat karena pembentukannya dimanipulasi oleh Militer Indonesia melalui Pemerintahan Otsus Papua dan Kesbang Depdagri (silahkan lihat lampiran dalam statemen politik kami). Otsus yang diharapkan sebagai solusi tidak menjadi Kenyataan, kemiskinan di Papua semakin meningkat (data teralhir BPS; 966.800 Jiwa – dari 1,5 juta jiwa - penduduk asli Papua hidup dibawah garis kemiskinan, angka ini sama artinya dengan jumlah 85-90% penduduk asli Papua adalah penduduk miskin!)

Sebuah ironi ditengah kekayaan alam yang melimpah ruah, rakyat Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya, justru hidup dibawah garis kemiskinan. Pertanyaan kita: siapa yang salah? Sudah jelas jawabannya ada pada para elit politik, borjuasi nasional dan kelompok Militer yang senang melakukan acrobat politik dengan para penjajah / imperialis ekonomi asing dan selalu mengambil manfaat dari proses akrobatik politik itu.

Bagi Militer sudah jelas, hanya dengan bikin konflik didaerah yang pontensial konflik dan mengalirlah proyek trilyunan rupiah yang katanya dipakai untuk atasi konflik dalam kerangka mengamankan “integritas territorial NKRI!”

Seolah-olah NKRI adalah ayat-ayat suci yang diwahyukan oleh Allah / Tuhan dalam Alquran atau Kitab Suci / Alkitab. Seolah-olah NKRI tidak dapat lagi menjadi sebuah diskursus yang patut dibicarakan oleh anak-anak muda Papua, Aceh, dan Indonesia pada umumnya di jaman ini. Seolah-oleh NKRI adalah Wahyu Ilahi yang harus dipertahankan sampai dunia kiamat?

Kami tidak hendak memberikan jawaban atas pertanyaan terakhir, walaupun jawabannya sudah kami miliki. Kembali kepada komitmen demokrasi, HAM dan pilihan ideologislah yang akan memandu Bp/Ibu/Sdr/I untuk menjawab pertayaan tersebut.

Hari ini di Jayapura (yang kami sebut Port Numbay) tengah berlangsung aksi damai penolakan pembentukan MRP yang sejak awal diplintir oleh kepentingan modal, Militer dan golongan partai polirik di Papua demi kepentingan bagi-bagi uang diantara mereka. Aksi ini diorganisir sepenuhnya oleh Front PEPERA Papua Barat dan juga disaat ini kami tengah mempersiapkan sebuah aksi massa didepan kantor Mendagri dan Istana Negara yang rencananya akan kami gelar pada:

Hari/Tgl : Senin, 31 Oktober 2005
Waktu : 11.00 – 16.00 Wib
Tempat : Kantor Depdagri & Istana Negara
Agenda : Aksi Massa Front PEPERA Papua Barat

Dengan maksud tetrsebut, kami mengundang Bpk/Ibu/Sdr/I pemimpin organisasi massa, LSM dan pekerja kemanusiaan lainnya di Jakarta untuk memberikan orasi politik untuk dukungan bagi perjuangan demokrasi rakyat Papua yang sejak empat decade terakhir berjuang bagi penegakan supremasi demokrasi, HAM dan kemanusiaan diatas Tanah Damai itu!

Jika berkesempatan, kami dengan senang hati akan memberikan ruang politik seluas-luasnya untuk menyampaikan pendapat tentang masalah Papua didepan Kantor Depdagri dan Istana Negara.

Demikianlah surat undangan dan permohonan menyampaikan pidato politik ini kami sampaikan kepada Bpk/Ibu/Sdr/I sekalian, semoga komitmen yang sama dalam memperjuangkan Demokrasi, HAM dan kemanusiaan, mampu diwujudkan dalam tindakan politik yang nyata, tidak dalam omongan saja.

Jakarta, 28 Oktober 2005

Salam Pembebasan,

Persatuan Tanpa Batas, Perjuangan Sampai Menang!

Eksekutif Nasional
Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat
[Front PEPERA Papua Barat]


Hans Gebze Ketua Umum
Milcha Siep Wakil Sekjen II

Contact Person:
0852 4430 6464 / 0813 4438 5711 (Hans Gebze




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du ralisateur Stphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu Manipulasi Sejarah


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece