Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Terorisme Dunia

"Travel Warning" Wajar
By Kompas
Nov 6, 2005, 01:53

 
Kedutaan dan Warga Negara Australia Pernah Jadi Sasaran

Jakarta, Kompas - Peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan Pemerintah Australia kepada warga negaranya agar berhati-hati dan menghindari perjalanan ke Indonesia dinilai Kepala Desk Antiteror Kantor Menko Politik Hukum dan Keamanan Inspektur Jenderal Ansyaad Mbai sebagai hal yang wajar.

Pernyataan itu disampaikan Ansyaad, Sabtu (5/11), saat dihubungi per telepon menanggapi travel warning Pemerintah Australia, seperti dilansir dan dikutip dari situs ABC online, Jumat.

Dalam pemberitaan itu Departemen Luar Negeri Australia menyatakan telah menerima informasi baru tentang kemungkinan adanya serangan teroris di Indonesia sebelum akhir tahun ini.

”Wajar saja mereka bersikap begitu. Dalam beberapa kejadian teror bom, warga negara mereka jadi korban, misalnya, kasus Bom Bali lalu. Apalagi kedutaan besar mereka juga pernah jadi sasaran,” ujar Ansyaad.

Ansyaad tidak membantah kemungkinan kekhawatiran Australia muncul menyusul maraknya pemberitaan lolosnya Omar Al-Farouq dari Penjara Bagram, Afganistan, beberapa waktu lalu. Farouq, menurut Ansyaad, dikenal sebagai perwakilan jaringan teroris Al Qaeda di Asia Tenggara. Dilaporkan pula orang itu pernah bermukim dan menikah dengan perempuan Indonesia.

Ansyaad belum berani memastikan apakah kementeriannya sudah menerima pemberitahuan tentang informasi dan peringatan kemungkinan aksi teror di Indonesia menjelang akhir tahun itu. Masalahnya, saat ini masih dalam suasana libur hari raya.

”Aparat Australia selama ini kan bekerja sama dengan aparat keamanan kita, terutama terkait upaya mengungkap beberapa kasus teror bom. Dengan begitu, sedikit banyak mereka tahu informasi soal apa saja yang juga kita tahu,” lanjut Ansyaad.

Menurut Ansyaad, beberapa bulan terakhir Kepolisian Negara RI membongkar dan menangkap jaringan baru pelaku teror di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Itu juga dijadikan bahan masukan oleh Australia.

Pihak Australia tampak khawatir melihat perkembangan di beberapa daerah di Indonesia, menyusul sejumlah peristiwa, seperti di Maluku, Poso, dan Palu.

Antisipasi

Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin mengatakan, berkaitan dengan kasus pelarian Omar Al-Farouq, Imigrasi dan aparat keamanan serta pihak terkait lainnya di seluruh wilayah Indonesia disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya Farouq. Antisipasi itu di antaranya dengan menyebarkan foto-foto dan informasi mengenai Farouq di seluruh pintu masuk ke Indonesia.

”Kami sudah berupaya mengantisipasi kemungkinan masuknya Farouq ke Indonesia dengan menyiagakan petugas-petugas Imigrasi di seluruh wilayah Indonesia. Petugas Imigrasi juga bekerja sama dengan aparat keamanan dan pihak terkait lainnya,” kata Hamid Awaluddin.

Menurut Hamid, untuk soal Farouq, pemerintah berupaya menangkal masuknya buron itu ke Indonesia. ”Di antaranya bekerja sama dengan para pihak, terutama aparat keamanan. Semoga upaya ini berhasil karena sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, sudah 6.700 orang, dengan berbagai latar belakang ditangkal masuk ke Indonesia,” katanya. (DWA/REN)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece