Update Terakhir: Nov 8th, 2005 - 14:26:02
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Usaha Diplomasi

MICHAEL SOMARE BICARA PAPUA MERDEKA
By Komunitas Papua News
Nov 8, 2005, 13:54

 
SBY kunjungi PNG Desember

Komunitas Papua News - Mengikuti jalannya sidang FORUM PASIFIK, pada hari Kamis lalu (3/11) Scoop – sebuah website berpengaruh dari New Zeland http://www.scoop.co.nz – berkesempatan bertemu dengan Sir Michael Somare Perdana Mentri PNG yang juga sebagai sebagai salah satu anggota Forum Pasifik.

Pada kesempatan singkat bertemu dengan Sir Michael Somare, wartawan Scoop sempat menanyakan tentang Gelombang Demonstrasi yang berlangsung di Papua untuk Penolakan OTSUS dan MRP, maupun Gelombang Protes yang dilakukan di PNG untuk mendukung saudara-saudaranya di Papua Barat untuk memisahkan diri dari NKRI dan juga agar s dapat dimasukkan sebagai peninjau dalam Forum Pasifik.

Menanggapi persoalan tersebut, Sir Michael Somare mengatakan : “ saya akan membahas persoalan Papua Barat dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, saat dia mengunjungi Papua Niugini pada bulan Desember”.

SBY Kunjungi PNG

Rencana Presiden RI SBY mengunjungi PNG pada bulan Desember yang akan datang masih belum mendapat publikasi luas dari berbagai masmedia dalam negri Indnesia.

Bila sampai rencana SBY mengunjungi PNG pada bulan Desember yang akan datang dapat terealisasi, berarti ini merupakan kunjungan pertama seorang Presiden RI ke PNG.

Melihat PNG dijadikan sebagai taget kunjungan pada bulan Desember yang akan datang, maka bisa dipastikan bahwa kunjungan SBY kali ini bertujuan untuk mengantisipasi atau meredam pergerakan Kemerdekaan Papua di PNG dengan merangkul pemerintah PNG.

Disamping itu bulan Desember dipilih sebagai waktu yang tepat untuk kunjungan berdasarkan pendekatan agama, karena jika SBY bersilahturahmi tepat pada waktu umat Kriten PNG mengadakan Natal, maka akan bersimpati terhadap pemerintahan SBY. Suatu strategi yang jitu. (f)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece