|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Terorisme Dunia
Teroris yang menjadi dalang sejumlah aksi bom bunuh diri di Indonesia, Dr.Azahari dipastikan menjadi salah satu dari tiga korban tewas dalam baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris di villa jalan Flamboyan Blok A nomor 7, kota Batu, Malang, Jawa Timur, Rabu (9/11) petang. Penegasan ini diberikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto kepada pers di kota Batu, Rabu malam. Namun, meskipun telah diyakini Azahari menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut, Polri tetap akan melakukan tes DNA untuk benar-benar memastikan kematiannya. Kapolri lalu menyatakan, informasi keberadaan Dr Azahari di Batu tersebut berasal dari CH, seorang anggota jaringan teroris yang tertangkap di Semarang. Pada kesempatan itu, Kapolri mengucapkan terima kasih kepada CH dan masyarakat kota Batu, atas pengertiannya pada peristiwa tersebut termasuk atas pemadaman listrik yang masih diberlakukan hingga Rabu malam. Sutanto pun mengharapkan dukungan masyarakat untuk menangkap jaringan teroris lainnya termasuk kelompok Noordin M Top. Jenazah Misterius Kendati kematian Azahari telah dipastikan, tidak sedikit di antara masyarakat yang meragukan dan menganggapnya misterius. Seorang saksi warga kota Batu, Solikin, mengaku melihat mobil tim Anti Teror Detasemen 88 Mabes Polri seperti mengangkut barang dari dalam rumah yang diduga mayat, usai baku tembak. Ada spekulasi ketiga korban tewas itu, termasuk Dr Azahari dibawa ke RS Polri Hasta Brata yang ada di Batu, atau ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Namun Kapolri maupun Walikota Batu Imam Kabul yang berkomentar ketika ditanya oleh wartawan menyatakan, korban masih ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ketiga mayat itu belum dievakuasi, karena dikhawatirkan masih terdapat bahan-bahan peledak di dalam rumah. "Besok petugas akan melakukan pembersihan, karena di lokasi saat ini gelap dan porak poranda setelah terjadi baku tembak dan dua kali ledakan keras," katanya. Ia juga mengaku tidak tahu apakah di dalam TKP masih ada anggota komplotan teroris itu. Namun, aparat sudah mengepung lokasi. Disinggung mengenai jumlah korban, Imam Kabul belum mengetahui pasti. Namun, ia mengaku melihat langsung ada dua komplotan teroris yang ditembak oleh sniper dari tim Anti Teror Detasemen 88 Mabes Polri. Hingga Rabu pukul 22.45 WIB terlihat empat ambulans masih di sekitar lokasi. Satu mobil hanya berjarak 100 meter dari lokasi, sedangkan tiga lainnya bersiaga di ujung gang yang berjarak sekitar 500 meter. Sumber : Ant Penulis: Glo © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|