Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Terorisme Dunia

Dr. Azahari Dipastikan Tewas
By Kompas
Nov 9, 2005, 22:35

 
Batu, Malang, Rabu
Teroris yang menjadi dalang sejumlah aksi bom bunuh diri di Indonesia, Dr.Azahari dipastikan menjadi salah satu dari tiga korban tewas dalam baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok teroris di villa jalan Flamboyan Blok A nomor 7, kota Batu, Malang, Jawa Timur, Rabu (9/11) petang.

Penegasan ini diberikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto kepada pers di kota Batu, Rabu malam. Namun, meskipun telah diyakini Azahari menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut, Polri tetap akan melakukan tes DNA untuk benar-benar memastikan kematiannya.

Kapolri lalu menyatakan, informasi keberadaan Dr Azahari di Batu tersebut berasal dari CH, seorang anggota jaringan teroris yang tertangkap di Semarang. Pada kesempatan itu, Kapolri mengucapkan terima kasih kepada CH dan masyarakat kota Batu, atas pengertiannya pada peristiwa tersebut termasuk atas pemadaman listrik yang masih diberlakukan hingga Rabu malam.

Sutanto pun mengharapkan dukungan masyarakat untuk menangkap jaringan teroris lainnya termasuk kelompok Noordin M Top.
Jenazah Misterius

Kendati kematian Azahari telah dipastikan, tidak sedikit di antara masyarakat yang meragukan dan menganggapnya misterius. Seorang saksi warga kota Batu, Solikin, mengaku melihat mobil tim Anti Teror Detasemen 88 Mabes Polri seperti mengangkut barang dari dalam rumah yang diduga mayat, usai baku tembak.

Ada spekulasi ketiga korban tewas itu, termasuk Dr Azahari dibawa ke RS Polri Hasta Brata yang ada di Batu, atau ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Namun Kapolri maupun Walikota Batu Imam Kabul yang berkomentar ketika ditanya oleh wartawan menyatakan, korban masih ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ketiga mayat itu belum dievakuasi, karena dikhawatirkan masih terdapat bahan-bahan peledak di dalam rumah. "Besok petugas akan melakukan pembersihan, karena di lokasi saat ini gelap dan porak poranda setelah terjadi baku tembak dan dua kali ledakan keras," katanya.

Ia juga mengaku tidak tahu apakah di dalam TKP masih ada anggota komplotan teroris itu. Namun, aparat sudah mengepung lokasi.
Disinggung mengenai jumlah korban, Imam Kabul belum mengetahui pasti. Namun, ia mengaku melihat langsung ada dua komplotan teroris yang ditembak oleh sniper dari tim Anti Teror Detasemen 88 Mabes Polri.
Hingga Rabu pukul 22.45 WIB terlihat empat ambulans masih di sekitar lokasi. Satu mobil hanya berjarak 100 meter dari lokasi, sedangkan tiga lainnya bersiaga di ujung gang yang berjarak sekitar 500 meter.

Sumber : Ant
Penulis: Glo

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece