|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Gugat Pepera 69
JAYAPURA- Menyikapi isu akan diumumkannya hasil survey (seminar) Pepera oleh Prof Luck Lefer (dari Institut Den Haag) pada 15 November mendatang, maka tadi malam jajaran Muspida Provinsi menggelar rapat di Gedung Negara, Jayapura. Rapat yang berlangsung selama 21/2 jam itu juga dihadiri seluruh Kapolres dan Bupati se- Provinsi Papua. Rapat yang lebih pas membahas soal kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) serta upaya-upaya antisipasi yang harus dilakukan terkait akan diumumkan survey Pepera itu lebih pada penekanan agar setiap daerah dapat mengambil langkah-langkah terhadap kemungkinan potensi yang akan terjadi tersebut. Gubernur Papua DR. JP Solossa, M.Si dalam pengarahannya di depan para Kapolres/Bupati mengungkapkan bahwa agar para Bupati maupun Kapolres dapat menindaklanjuti segala perkembangan yang terjadi daerahnya dengan cara mengadakan upaya-upaya koordinasi dengan jajaran Muspida. " Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait dengan isu Pepera itu, saya minta jajaran Muspida di tingkat Kabupaten/Kota agar segera melakukan pendekatan-pendekatan dan komunikasi dengan para tokoh adat, masyarakat dan tokoh-tokoh agama. Sebab dengan adanya upaya pendekatan dan komunikasi dengan komponen masyarakat itu, maka segala tindakan yang akan mengganggu ketertiban masyarakat dapat diatasi," paparnya. Dalam kesempatan ini juga, Gubernur Solossa juga minta kepada jajaran Muspida di Kabupaten/Kota agar lebih banyak turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Sebab munculnya aksi-aksi demo yang belakangan ini marak dilakukan warga masyarakat menurut Solossa, akibat komunikasi yang dilakukan pimpinan daerah terhadap masyarakatnya kurang efektif. " Jadi mulai sekarang ini saya minta kepada setiap pimpinan daerah agar mengurangi perjalanannya ke daerah dan lebih konsentrasi terhadap daerahnya sendiri. Sebab daripada melakukan perjalanan ke luar daerah tanpa tujuan yang jelas, maka lebih baik turun ke kampung-kampung untuk menangkap aspirasi dan melihat permasalahan yang dihadapi masyarakatnya," harapnya. Dalam kesempatan itu juga, Solossa menyinggung soal banyaknya demo-demo yang belakangan ini marak untuk menuntut keluar dari NKRI. Terhadap aksi seperti ini, Solossa menilai apa yang diperjuangkan itu tidak lagi murni untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingannya sendiri. " Saya lihat demo- demo yang terjadi di Jayapura itu tidak beda dengan demo di Jakarta yakni demo karena dibayar. Sehingga tidak heran kalau demo yang dilakukan itu sudah mengarah kepada sebuah profesi untuk mendapatkan uang," katanya. Namun begitu, Solossa juga mengharapkan kepada pihak aparat agar setiap kegiatan demo yang dilakukan masyarakat itu tetap harus ditangani secara hati-hati, dan dihindari tindakan secara represif. Dia juga minta kepada masing-masing daerah, agar ikut memberikan seruan-seruan kepada masyarakat dalam rangka untuk menciptakan situasi daerah aman dan kondusif. Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol. D Sumantyawan HS, SH saat ditemui Cenderawasih Pos mengungkapkan, terkait dengan isu Pepera itu pihaknya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat menerima apapun hasilnya atas rencana pengumuman survey soal Pepera tersebut dengan sikap dan perilaku sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. " Sebab kita sadari terkait dengan rencana diumumkannya hasil survey soal Pepera itu sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi Kamtibmas di daerah. Sebab dengan tingkat potensi kerawanan yang tinggi jika tidak dimanaj dengan baik, tentunya akan mengganggu ketertiban masyarakat. Untuk itu kami dari Kepolisian telah mengambil langkah-langkah agar situasi di Papua tetap aman dan kondusif,"jelasnya. Di tempat yang sama Kasdam XVII/Trikora Brigjen TNI Sudarmaidy mengungkapkan bahwa, dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di masyarakat sesuai Undang-undang nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI juga mempunyai tugas membantu kepolisian dalam rangka menciptakan rasa aman bagi masyarakat.\ " Yang pasti kami dari TNI siap memberikan dukungan dan bantuan terhadap kepolisian maupun Pemda dalam rangka menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga minta masyarakat jangan terpancing terhadap hal-hal yang bisa memperkeruh suasana di masyarakat," harapnya. (mud) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|