Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Gugat Pepera 69

Isu Pengumuman Hasil Survey Pepera, Disikapi, Semalam Kapolres/Bupati se- Papua Dikumpulkan
By Cepos
Nov 11, 2005, 07:28

 
Jumat, 11 Nov 2005
JAYAPURA- Menyikapi isu akan diumumkannya hasil survey (seminar) Pepera oleh Prof Luck Lefer (dari Institut Den Haag) pada 15 November mendatang, maka tadi malam jajaran Muspida Provinsi menggelar rapat di Gedung Negara, Jayapura. Rapat yang berlangsung selama 21/2 jam itu juga dihadiri seluruh Kapolres dan Bupati se- Provinsi Papua.

Rapat yang lebih pas membahas soal kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) serta upaya-upaya antisipasi yang harus dilakukan terkait akan diumumkan survey Pepera itu lebih pada penekanan agar setiap daerah dapat mengambil langkah-langkah terhadap kemungkinan potensi yang akan terjadi tersebut.

Gubernur Papua DR. JP Solossa, M.Si dalam pengarahannya di depan para Kapolres/Bupati mengungkapkan bahwa agar para Bupati maupun Kapolres dapat menindaklanjuti segala perkembangan yang terjadi daerahnya dengan cara mengadakan upaya-upaya koordinasi dengan jajaran Muspida. " Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait dengan isu Pepera itu, saya minta jajaran Muspida di tingkat Kabupaten/Kota agar segera melakukan pendekatan-pendekatan dan komunikasi dengan para tokoh adat, masyarakat dan tokoh-tokoh agama. Sebab dengan adanya upaya pendekatan dan komunikasi dengan komponen masyarakat itu, maka segala tindakan yang akan mengganggu ketertiban masyarakat dapat diatasi," paparnya.

Dalam kesempatan ini juga, Gubernur Solossa juga minta kepada jajaran Muspida di Kabupaten/Kota agar lebih banyak turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Sebab munculnya aksi-aksi demo yang belakangan ini marak dilakukan warga masyarakat menurut Solossa, akibat komunikasi yang dilakukan pimpinan daerah terhadap masyarakatnya kurang efektif. " Jadi mulai sekarang ini saya minta kepada setiap pimpinan daerah agar mengurangi perjalanannya ke daerah dan lebih konsentrasi terhadap daerahnya sendiri. Sebab daripada melakukan perjalanan ke luar daerah tanpa tujuan yang jelas, maka lebih baik turun ke kampung-kampung untuk menangkap aspirasi dan melihat permasalahan yang dihadapi masyarakatnya," harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Solossa menyinggung soal banyaknya demo-demo yang belakangan ini marak untuk menuntut keluar dari NKRI. Terhadap aksi seperti ini, Solossa menilai apa yang diperjuangkan itu tidak lagi murni untuk kepentingan rakyat melainkan untuk kepentingannya sendiri.

" Saya lihat demo- demo yang terjadi di Jayapura itu tidak beda dengan demo di Jakarta yakni demo karena dibayar. Sehingga tidak heran kalau demo yang dilakukan itu sudah mengarah kepada sebuah profesi untuk mendapatkan uang," katanya.

Namun begitu, Solossa juga mengharapkan kepada pihak aparat agar setiap kegiatan demo yang dilakukan masyarakat itu tetap harus ditangani secara hati-hati, dan dihindari tindakan secara represif. Dia juga minta kepada masing-masing daerah, agar ikut memberikan seruan-seruan kepada masyarakat dalam rangka untuk menciptakan situasi daerah aman dan kondusif.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol. D Sumantyawan HS, SH saat ditemui Cenderawasih Pos mengungkapkan, terkait dengan isu Pepera itu pihaknya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat menerima apapun hasilnya atas rencana pengumuman survey soal Pepera tersebut dengan sikap dan perilaku sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

" Sebab kita sadari terkait dengan rencana diumumkannya hasil survey soal Pepera itu sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi Kamtibmas di daerah. Sebab dengan tingkat potensi kerawanan yang tinggi jika tidak dimanaj dengan baik, tentunya akan mengganggu ketertiban masyarakat. Untuk itu kami dari Kepolisian telah mengambil langkah-langkah agar situasi di Papua tetap aman dan kondusif,"jelasnya.

Di tempat yang sama Kasdam XVII/Trikora Brigjen TNI Sudarmaidy mengungkapkan bahwa, dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di masyarakat sesuai Undang-undang nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI juga mempunyai tugas membantu kepolisian dalam rangka menciptakan rasa aman bagi masyarakat.\

" Yang pasti kami dari TNI siap memberikan dukungan dan bantuan terhadap kepolisian maupun Pemda dalam rangka menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya juga minta masyarakat jangan terpancing terhadap hal-hal yang bisa memperkeruh suasana di masyarakat," harapnya. (mud)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece