Update Terakhir: Nov 12th, 2005 - 02:41:06
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pesan Khusus

Kapanpun Papua Tetap Lepas Dari NKRI
By Ismail Asso
Nov 12, 2005, 02:35

 
Oleh: Ismail Asso

Komunitas Papua - Sehubungan dengan tercegahnya "sementara" aspirasi Papua Merdeka di senat Amerika Serikat, yang sementara pihak pemerintah Republik Indonesia "bersuka cita" atas keberhasilan lobby mereka saat ini. Tidaklah berarati "berduka hati" atau patah semangat bagi bangsa Papua. Sebab dimanapun kebenaran akan terbukti menang, artinya saya ingin mengatakan bahwa besok, lusa atau nanti Bangsa Papua akan tetap memperoleh Kemerdekaanya adalah sesuatu yang pasti, atau Papua tetap akan Merdeka dan lepas dari Penjajahan NKRI adalah suatu keniscayaan (natural law).

Barangkali tulisan ini bukan hanya sekedar menghibur, akan tetapi ingin memperjelas sedikit, bahwa secara taktis Amerika untuk sementara boleh saja menghapus agenda mereka atas masalah kita (tentang Papua), namun kita harus tahu bahwa semuanya berdasarkan kepentingan sementara pemerintahan yang berjalan. Disamping itu sesungguhnya yang paling penting bagi kita saat ini adalah bagaimana upaya rekonsiliasi serta konsolidasi berbagai friksi dan faksi, sehingga anak-anak bangsa Papua bergerak dalam satu soliditas yang padu. dibawah satu payung dengan menghilangkan berbagai dikotomis yang ada antara lain; antara orang gunung dan orang pesisir, antara orang tanah besar dan orang pulau, antara berbagai pemeluk agama,dan terakhir antara penduduk asli dan pendatang atau anak keturunan.

Mengapa? Karena itu adalah potensi kekuatan kita.Dengan demikian adalah penting untuk segera mengakhiri dikhotomi yang bisa dapat menyebabkan potensi komflik internal antar kita, yang itu dapat mengakibatkan terciptanya insoliditas antara kita di Papua saat ini.

Disamping itu potensi sosial politik dalam berbagai dimensinya harus tetap dijaga agar tetap harmonis, mengingat katarakter boulding yang disebut dengan nasionalisme yang demokratis dapat diletakkan dari dasar fundamentalnya adalah pluralisme yang kita miliki saat ini.

Penulis yakin dan percaya bahwa semua potensi anak bangsa Papua kini sedang menempuh pendidikan diberbagai jenjang baik di Papua sendiri maupun di daerah lain Indonesia akan terus bergerak dalam skala yang lebih padu dan kompak sebagai konsekuensi logis akan sikap dan daya kritismenya sebagai orang-orang terpelajar. Dain itu akan mendorong percepatan proses pelepasan Papua dari politik aneksasi indonesia atas tanah Papua dalam waktu yang akan datang ini, terus-menerus nantinya akan lebih cepat mendorong untuk keinginan kita untuk memisahkan diri dari NKRI.Hanya saja untuk kedepan anak-anak bangsa Papua yang penting diperhatikan adalah bahwa kesatuan dan persatuan sikap kompak berbagai latar belakang yang sudah ada ini terus dijaga kekompakannya. Karena itu sebagai kunci kesuksesan nantinya bagi kita.

Dan untuk membangun masyarakat yang maju, beradap dan demokratis kita bukan saja harus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Papua yang beraneka ragam latar belakang dan peradaban tetapi adalah suatu hukum sosial dalam konteks zaman manapun dan dunia negara apapun adalah niscaya adanya keanekaan penduduk bila ditinjau dari berbagai aspeknya.

Yang Paling dikhawatirkan penulis saat ini adalah kalau jika ada sebahagian teman-teman gunung yang tetap berjuang dihutan-hutan sebahagian teman teman pesisir atau pulau datang ke-Jakarta urus pemekaran atau promosi jabatan, dan sebaliknya teman-teman pendatang, bugis -buton -makasar plus jawa malah jadi kaki tangan militer untuk lapor-lapor orang bicara Papua M, dan mungkin teman-teman muslim merasa lebih nyaman bila dalam NKRI yang mayoritas Muslim. Kalau sudah begini bagaimana kita bersatu dan berjuangya, untuk papua yang satu-padu dalam satu irama keharmonisan Papua yang demokratis? Yang jelas jaminan penulis adalah bahwa biarpun tidak oleh kita, anak kita, cucu kita, anak cicit kita sampai seterusnya, atau sampai kapanpun Papua pasti akan Merdeka lepas dari NKRI adalah hukum alam (natural law). Jadi kita tidak harus selamanya berharap pada orang lain (negara

Bukan Amerika yang buat kita Merdeka. 'Tuhan tidak merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mau merubah nasibnya sendiri'. Kuncinya hanya satu, Persatuan dan Kesatuan antar komponen Komunitas Papua yang solid dan padu.[mail : assolipele@yahoo.com]


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece