Update Terakhir: Nov 14th, 2005 - 01:53:27
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kebijakan Penjajah

PROF. DR. BELYASAR KAMBUAYA: UNCEN BUKAN TEMPAT UNJUK RASA!
By Jayapura Pos
Nov 12, 2005, 03:04

 
Berth Kambuaya, Profesor Amatir Penjilat Pantat Penjajah sedang menabur Bunga di Taman Makam Pahlawan - Waena dalam peringatan Hari Pahlawan, 10 November lalu. "untuk membuat perubahan di Tanah Papua bukan dilaksanakan oleh orang-orang bodok, melainkan perubahan itu dilaksankan oleh orang-orang yang Mampu dan Pintar"

Jumat, 11 November 2005

JAYAPURA-Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura bukan lembaga demonstrasi atau unjuk rasa, kata Rektor Uncen, menanggapi adanya sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang selama ini memakai Kampus Uncen Jayapura untuk menjadi tempat menyalurkan pendapat seperti demonstrasi dan unjuk rasa yang dilangsungkan kegiatangnya di Kampus Uncen, demikian dikatakan Rektor Uncen Prof.DR.Belyasar.Kambuaya,Msc. Yang ditemui Jayapura Pos disela selesai Upacara memeperingati hari pahlawan di Taman Makan Pahlawan Waena Kamis (10/11).

"Kita tidak mengijinkan masyarakat untuk memakai nama Kampus Uncen, untuk mencapai maksud-maksud tertentu, karena Uncen adalah lembaga pendidikan bukan lembaga untuk demostrasi dan unjuk rasa," Ujar Rektor.

Lanjut, Rektor bahwa untuk membuat perubahan di tana Papua bukan dilaksanakan oleh orang-orang bodok, melainkan perubahan itu dilaksankan oleh orang-orang yang mampu dan pintar.

"Perubahan hanya dapat dilaksanakan oleh orang yang pintar, tidak mungkin dilaksanakan oleh mereka yang tidak pernah terdidik, " katanya.

Menurut, Kabuaya bahwa ia sekarang sudah bekerja sama dengan kepolisian, maupun TNI untuk bersama-sama dengan Uncen menjaga keamanan di dalam Kampus Uncen, sehingga citra Uncen sebagai lembaga pendidikan bisa tercapai, sebagai lembaga pendidik.

"Kita pada tanggal 14 besok akan bekerja sama dengan TNI dalam melaksanakan program bakti sosial dibeberapa desa yang menjadi desa binaan TNI, agar masyarakt bisa merasakan peran dari maahasiswa dan TNI, dan itu juga merupakan panggilan dari Tri Darma Peguruan Tinggi," ujarnya.

Dalam rangka memperingati Hari pahlwanan kemarin maka Korem 172/ Jayapura bersama dengan pihak sipil, dan Polri melaksanakan Upacara di taman makam pahlawan Waena,dan bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Rektor Universitas Cenderawasih Prof.DR.Bertyasar.Kambuaya,Msc.

Dalam sambutangnya Bert Kambuaya mengajak generasi muda untuk mengenang jasa para pahlawan yaang sudah gugur dalam mempertahankan Tanah Air dan Bangsa Indonesia, sehingga kita harus mensyukuri dengan mengaplikasikan itu dalam kehidupan, maupun pekerjaan kita masing-masing.

"Kita harus mengenang jasa para pahlawan kita yang sudah gugur, karena mereka memcapai kemerdekaan dengan susah paya dalam mempertahankan negara ini," Ujarnya.

Setelah melaksanakan upacara,dilanjutkan dengan tabur bungan di makam para tentara yang sudah gugur dalam malaksanakan tugasnya mempertaahan Provinsi Papua.(cr-48)
_____
Sumber: Jayapura Pos

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece