Update Terakhir: Nov 12th, 2005 - 12:40:06
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Prof.Dr.Berth Kambuaya,MBA Larang Demo Di Kampus Uncen Abepura
By SPMNews Headquarters
Nov 12, 2005, 12:26

 
Surat Edaran Rektor Uncen, Prof. Dr. Berth Kambuaya, MBA untuk membatasi Aksi-Aksi Mahasiswa/i dan Massa Rakyat Papua Barat di Kampus Universitas Cenderawasih - Jayapura- Papua Barat

Jayapura – (SPMNews) –- SETELAH Gagal memblokir situs-situs Papua Merdeka dan Acheh Merdeka di UPT Komputer – Puskom Universitas Cenderawasih, kini Prof. Berth Kambuaya kembali melepas manuver baru dalam rangka mematikan Nasionalisme Papua di kalangan Mahasiswa/I Papua yang sedang menempu studi di Universitas Cenderawasih. Rektor Uncen itu mengeluarkan Surat Edaran untuk membatasi Aksi-Aksi Demonstrasi pro Papua Merdeka di Lingkungan Uncen yang dimotori oleh Para Mahasiswa/I dengan dukungan penuh dari Massa Rakyat Papua.

Prof. Kambuaya dalam Surat Edaran Nomor : 01505/120/KM/2005 tertanggal 28 Oktober 2005 menegaskan empat point, Pertama, melarang dengan keras menggunakan Kampus Universitas Cenderawasih sebagai tempat berkumpul/basis kegiatan demonstrasi yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang telah diatur didalam Undang-Undang Nomor 09 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik di kampus. Kedua, melarang dengan keras menggunakan Kampus Universitas Cenderawasih sebagai tempat berkumpul/basis kegiatan demonstrasi yang tidak produktif dan atau yang hanya akan menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.

Ketiga, Akan diberikan sanksi administrasi bagi setiap Civitas Akademika Universitas Cenderawasih yang tidak mengindahkan Surat Edaran ini. Dan Keempat, Meminta kepada Aparat Penegak Hukum khususnya pihak Kepolisian untuk berperan aktif mencegah dan menindak tegas oknum-oknum yang menjadikan kampus sebagai basis kegiatan demonstrasi yang tidak berkaitan dengan keguatan Akademik.

Menurut Profesor Kambuaya, Edaran ini dikeluarkan dalam rangka menciptakan Atmosfir akademik di lingkungan Kampus Universitas Cenderawasih yang lebih Kondusif, terhindar dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh berbagai Organisasi Masyarakat berupa demonstrasi atau bentuk lainnya, yang mengarah pada tindakan anarkis.

Edaran ini disebarluaskan oleh kelompok Mahasiswa Pro Otonomi Khusus yang mengorganisir diri dibawah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Cenderawasih. Kelompok Milisi bentukan Rektor dan Intelijen Kodam XVII Trikora ini aktif memprovokasi Mahasiswa/I untuk tidak terlibat aksi-aksi demo, melapor Aktivis Mahasiswa kepada Para Dosen supaya tidak lulus ujian, dlsbnya.

Untuk memprotes tindakan Kejahatan Milisi ini, silahkan menelepon Prof. Kambuaya di No.Telp. (0967) 572117, 572103, 572110, 572107, 572108. Protes melalui E-mail dapat dikirim lagsung kepada Redaksi SPMNews Hewdquarters di E-mail : wpnews_hq@yahoo.ca atau pressdesk@melanesianews.org supaya langsung di-upload ke Website ini.****

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece