Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Prof.Dr.Berth Kambuaya,MBA Larang Demo Di Kampus Uncen Abepura
By SPMNews Headquarters
Nov 12, 2005, 12:26

 
Surat Edaran Rektor Uncen, Prof. Dr. Berth Kambuaya, MBA untuk membatasi Aksi-Aksi Mahasiswa/i dan Massa Rakyat Papua Barat di Kampus Universitas Cenderawasih - Jayapura- Papua Barat

Jayapura – (SPMNews) –- SETELAH Gagal memblokir situs-situs Papua Merdeka dan Acheh Merdeka di UPT Komputer – Puskom Universitas Cenderawasih, kini Prof. Berth Kambuaya kembali melepas manuver baru dalam rangka mematikan Nasionalisme Papua di kalangan Mahasiswa/I Papua yang sedang menempu studi di Universitas Cenderawasih. Rektor Uncen itu mengeluarkan Surat Edaran untuk membatasi Aksi-Aksi Demonstrasi pro Papua Merdeka di Lingkungan Uncen yang dimotori oleh Para Mahasiswa/I dengan dukungan penuh dari Massa Rakyat Papua.

Prof. Kambuaya dalam Surat Edaran Nomor : 01505/120/KM/2005 tertanggal 28 Oktober 2005 menegaskan empat point, Pertama, melarang dengan keras menggunakan Kampus Universitas Cenderawasih sebagai tempat berkumpul/basis kegiatan demonstrasi yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang telah diatur didalam Undang-Undang Nomor 09 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik di kampus. Kedua, melarang dengan keras menggunakan Kampus Universitas Cenderawasih sebagai tempat berkumpul/basis kegiatan demonstrasi yang tidak produktif dan atau yang hanya akan menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.

Ketiga, Akan diberikan sanksi administrasi bagi setiap Civitas Akademika Universitas Cenderawasih yang tidak mengindahkan Surat Edaran ini. Dan Keempat, Meminta kepada Aparat Penegak Hukum khususnya pihak Kepolisian untuk berperan aktif mencegah dan menindak tegas oknum-oknum yang menjadikan kampus sebagai basis kegiatan demonstrasi yang tidak berkaitan dengan keguatan Akademik.

Menurut Profesor Kambuaya, Edaran ini dikeluarkan dalam rangka menciptakan Atmosfir akademik di lingkungan Kampus Universitas Cenderawasih yang lebih Kondusif, terhindar dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh berbagai Organisasi Masyarakat berupa demonstrasi atau bentuk lainnya, yang mengarah pada tindakan anarkis.

Edaran ini disebarluaskan oleh kelompok Mahasiswa Pro Otonomi Khusus yang mengorganisir diri dibawah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Universitas Cenderawasih. Kelompok Milisi bentukan Rektor dan Intelijen Kodam XVII Trikora ini aktif memprovokasi Mahasiswa/I untuk tidak terlibat aksi-aksi demo, melapor Aktivis Mahasiswa kepada Para Dosen supaya tidak lulus ujian, dlsbnya.

Untuk memprotes tindakan Kejahatan Milisi ini, silahkan menelepon Prof. Kambuaya di No.Telp. (0967) 572117, 572103, 572110, 572107, 572108. Protes melalui E-mail dapat dikirim lagsung kepada Redaksi SPMNews Hewdquarters di E-mail : wpnews_hq@yahoo.ca atau pressdesk@melanesianews.org supaya langsung di-upload ke Website ini.****

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece