Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi
Sejarah Papua Barat
Links
Buku/ Paper



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Sejarah Papua Barat

Hasil Survey Pepera Tak Bisa Ditafsirkan Sepihak
By Cepos
Nov 15, 2005, 21:44

 
JAYAPURA-Peluncuran buku hasil penelitian Prof. P.J Drooglever tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua tanggal 1 Mei 1969 di Amsterdam, Uitgeverij Boom, Den Haag, Selasa (15/11) kemarin tidak bisa ditafsirkan secara sepihak, karena itu merupakan kajian ilmiah oleh kalangan akademis yang perlu disikapi secara dewasa.

Hal itu sebagaimana dilontarkan dua Pengamat Politik dari FISIP Universitas Cenderawasih, Drs Beatus Tambaip, MA dan Drs Henk Bleskadit, M.Si menyikapi peluncuran bukuk Pepera tersebut saat dihubungi, Cenderawasih Pos, Selasa (15/11) kemarin.

Mereka menilai, hasil penelitian itu tidak bisa diterjamahkan dari satu sisi saja, karena lebih banyak mengandung kajian ilmiah dari kalangan akademis. Hanya saja, tidak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya buku itu, maka akan timbul berbagai beda pendapat karena penafsiran yang berbeda. "Saya sebenarnya belum pamahi benar apa isinya dari hasil penelitian itu, namun setiap hasil penelitian harus dipertanggungjawabkan penelitiannya. Jadi setiap penelitian adalah melalukan kajian ilmiah, sehingga hasil penelitian itu belum bisa diartikan dari satu sisi saja," kata Bleskadit.

Oleh karena itu, lanjut dia, hasil penelitian yang tentunya akan dituangkan dalam sebuah buku itu perlu disikapi secara dewasa dan tidak ditafsirkan hanya dengan sepotong saja. Artinya, buku itu masih perlu dibedah dan didiskusikan oleh semua komponen, baik kalangan akademis atau kelompok-kelompok lainnya. "Jadi untuk langsung menyimpulkan isi suatu buku karangan seseorang tidak semudah yang dipikirkan. Yang perlu dilakukan disini adalah melakukan bedah sehingga tidak timbul penafsiran yang membigungkan masyarakat," tandasnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Beatus Tambaip, mengaku secara pasti apa tujuan dan alasan dilakukannya penelitian tersebut. Hanya saja, dirinya mengatakan bahwa sebuah hasil kajian ilmiah yang dituangkan dalam sebuah buku karangan tidak bisa ditafsirkan sesuai dengan pendapat masing-masing.

Ia mengatakan, secara pastinya belum tahu isi buku tersebut, namun sangat menghoramati hasil penelitian tersebut, tapi sepengetahuannya hasil penelitian yang dilakukan harus diuji dan disertai dengan fakta. Disini, ia juga mengatakan bahwa hasil penelitian itu baru merupakan kajian ilmiah sehingga tidak bisa ditafsirkan secara sepihak."Kalau penelitian disisi akademik itu wajar saja, namun kalau ada kepentingan lain saya tidak tahu soal itu. Tapi, setahu saja sebuah penilitian hanya merupakan kajian ilmiah sebagai seorang akademisi," tandasnya.

Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Sementara itu, terkait dengan telah disampaikannya hasil penelitian (survey) Prof. P.J Drooglever tentang Pepera 1 Mei 1969, maka masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu maupun pihak - pihak yang tidak bertanggungjawab. " Sebagai wakil rakyat sekaligus Pimpinan DPRP meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal - hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang," Tegas Wakil ketua DPRP Ev. Yop Kogoya kepada Wartawan diruang kerjanya, selasa (15/11) kemarin

" Saat ini kita masih tetap berada di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), oleh karena itu sudah sepatutnya kita tetap patuh pada Pancasila dan Undang - Undang Dasar (UUD) 1945 serta peraturan perundang - undangan lainnya. Saya berbicara seperti ini sebagai wakil yang telah mengambil sumpah dan janji untuk tetap taat pada Pancasila dan UU yang berlaku demikian halnya masyarakat pada umumnya," katanya.

Dikatakan, mengingat isu Papua merupakan salah satu isu yang menjadi topik pembicaraan masyarakat internasional dan juga sementara ini keberadaan Provinsi Papua sedang mendapatkan perhatian dan sorotan dunia internasional, maka tentunya hal ini dapat memberikan peluang pihak ketiga untuk memanfaatkan moment tersebut untuk memperkeruh suasanan diPapua.

" Moment seperti ini jika tidak diantisipasi secara baik tentunya dapat menimbulkan berbagai gejolak di masyarkat yang sebenarnya tidak perlu diciptakan oleh pihak ketiga, tetapi karena hal itu memungkinkan maka dengan berbagai cara pihak - pihak ini memprovokasi masyarakat yang sebenarnya tidak mudah terpancing oleh hal-hal seperti itu," tegasnya

Tambahnya, Baik pemerintah daerah mapun pemerintah pusat haruslah segera mengabil langkah-langkah antisipasi, dengan melakukan pendekatan-pendekatan persuasif demi penyelesaai masalah ini. (ito/and)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece