Update Terakhir: Nov 16th, 2005 - 07:15:52
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi
Sejarah Papua Barat
Links
Buku/ Paper



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Sejarah Papua Barat

Front Pepera Sambut Buku Drooglever
By http://www.indopos.co.id/i
Nov 16, 2005, 07:14

 
JAYAPURA - Peluncuran buku hasil penelitian Prof P.J. Drooglever tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua 1 Mei 1969 di Amsterdam, Uitgeverij Boom, Den Haag, Selasa (15/11) kemarin, disambut sukacita segenap masyarakat Papua yang tergabung dalam Frot Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Font Pepera Papua Barat).

Mereka menggelar doa syukur dan orasi politik serta pernyataan politik di Lapangan Trikora, Selasa (15/11). Buku yang diluncurkan itu berjudul Een Daad van Vrije Keuz De Papoea’s van westelijk Nieuw-Guinea en de grenzen van bet zelfbeschijjingsrecht.

Ratusan massa yang awalnya akan menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Papua merasa kecewa karena tidak diizinkan pihak kepolisian. Namun setelah menerima penjelasan dari Sekjen Front Pepera Papua Barat, Selfius Bobi, akhirnya massa tenang meski sebelumnya ada yang sempat menolak.

Mereka membawa poster dan spanduk dengan berbagai tulisan, yang intinya ucapan syukur dan terimah kasih kepada pemerintah dan Parlemen Belanda (Prof P.J. Drooglever) atas perhatiannya terhadap Papua Barat melalui kajian dan penelitian hasil Pepera. Massa yang dijaga ketat Satgas Papua juga membawa sejumlah bendera dari kain hitam tertuliskan ’M’.

Massa yang berkumpul sejak pukul 08.00 menggelar orasi secara bergantian dilanjutkan dengan doa syukur. Mereka mengucap syukur dengan peluncuran buku hasil penelitian Prof Drooglever tersebut. Massa bubar pada pukul 13.30 setelah menggelar doa bersama secara teratur.

"Kami berharap bahwa hasil penelitian Prof Drooglever akan ikut berperan dalam mengungkapkan kebenaran sejarah Papua Barat yang selama ini terus diabaikan, ditutupi, dan tidak mau didialogkan oleh berbagai pihak, terlebih pemerintah Indonesia," papar Selfius Bobi saat membacakan tuntutan politiknya.

Kepada wartawan Selfius Bobi mengatakan, hasil penelitian tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya dengan melakukan konsolidasi secara damai. Bahkan, menurutnya, pada 28 November nanti pihaknya akan mengeluarkan seruan mogok sipil besar-besaran di Papua.

"Pada 28 November kami akan mengelurkan seruan mogok nasional secara besar-besaran. Aksi-aski ini kami lakukan sebagai tindak lanjut hasil penelitian Pepera tersebut," katanya. (ito)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece