Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi
Sejarah Papua Barat
Links
Buku/ Paper



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Sejarah Papua Barat

Front Pepera Sambut Buku Drooglever
By http://www.indopos.co.id/i
Nov 16, 2005, 07:14

 
JAYAPURA - Peluncuran buku hasil penelitian Prof P.J. Drooglever tentang hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua 1 Mei 1969 di Amsterdam, Uitgeverij Boom, Den Haag, Selasa (15/11) kemarin, disambut sukacita segenap masyarakat Papua yang tergabung dalam Frot Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Font Pepera Papua Barat).

Mereka menggelar doa syukur dan orasi politik serta pernyataan politik di Lapangan Trikora, Selasa (15/11). Buku yang diluncurkan itu berjudul Een Daad van Vrije Keuz De Papoea’s van westelijk Nieuw-Guinea en de grenzen van bet zelfbeschijjingsrecht.

Ratusan massa yang awalnya akan menggelar unjuk rasa ke kantor DPRD Papua merasa kecewa karena tidak diizinkan pihak kepolisian. Namun setelah menerima penjelasan dari Sekjen Front Pepera Papua Barat, Selfius Bobi, akhirnya massa tenang meski sebelumnya ada yang sempat menolak.

Mereka membawa poster dan spanduk dengan berbagai tulisan, yang intinya ucapan syukur dan terimah kasih kepada pemerintah dan Parlemen Belanda (Prof P.J. Drooglever) atas perhatiannya terhadap Papua Barat melalui kajian dan penelitian hasil Pepera. Massa yang dijaga ketat Satgas Papua juga membawa sejumlah bendera dari kain hitam tertuliskan ’M’.

Massa yang berkumpul sejak pukul 08.00 menggelar orasi secara bergantian dilanjutkan dengan doa syukur. Mereka mengucap syukur dengan peluncuran buku hasil penelitian Prof Drooglever tersebut. Massa bubar pada pukul 13.30 setelah menggelar doa bersama secara teratur.

"Kami berharap bahwa hasil penelitian Prof Drooglever akan ikut berperan dalam mengungkapkan kebenaran sejarah Papua Barat yang selama ini terus diabaikan, ditutupi, dan tidak mau didialogkan oleh berbagai pihak, terlebih pemerintah Indonesia," papar Selfius Bobi saat membacakan tuntutan politiknya.

Kepada wartawan Selfius Bobi mengatakan, hasil penelitian tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya dengan melakukan konsolidasi secara damai. Bahkan, menurutnya, pada 28 November nanti pihaknya akan mengeluarkan seruan mogok sipil besar-besaran di Papua.

"Pada 28 November kami akan mengelurkan seruan mogok nasional secara besar-besaran. Aksi-aski ini kami lakukan sebagai tindak lanjut hasil penelitian Pepera tersebut," katanya. (ito)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece