Update Terakhir: Nov 16th, 2005 - 12:17:20
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kisah Perjuangan

Kronologis Aksi Front Pepera PB Dalam Rangka Penyambutan Peluncuran Buku Karya Prof. P.J. Drooglever, Jayapura, 15 November 2005
By Front Pepera PB
Nov 15, 2005, 13:13

 
Sesuai setting-an Aksi Front Pepera Papua Barat, Massa Aksi dikumpulkan di Tiga Titik Kumpul. Titik Kumpul Massa Aksi dari Genyem (Grime-Nawa), Sentani dan sekitarnya adalah Pendopo Alm. Ketua Presidium Dewan Papua, Theys Hiyo Eluay (Pendopo Eluay). Titik Kumpul Massa Aksi dari Waena, Abepura, Kotaraja dan sekitarnya adalah Lapangan Trikora Abepura, sedangkan Titik Kumpul Massa Aksi dari Entrop, Polimak, Hamadi, Jayapura dan sekitarnya adalah Taman Imbi di Jantung Kota Jayapura. Menurut rencana, Massa Aksi dari Pendopo Eluay akan bergabung dengan Massa Aksi di Lapangan Trikora Abepura dan bersama-sama menuju Taman Imbi untuk bergabung dengan Massa Aksi di Taman Imbi untuk selanjutnya memasuki Kantor DPR-Papua. Tetapi, rencana Aksi Damai ke Kantor DPR-Papua itu dilarang oleh Polisi.

Titik Kumpul Pendopo Eluay

Pukul 09.00 WPB – Sekitar 300-an Massa Aksi dari Grime-Nawa, Sentani dan sekitarnya mulai berkumpul di Pendopo Eluay. Massa Aksi ini sebenarnya mau menuju Abepura dan bergabung dengan Massa Aksi di Lapangan Trikora Abepura. Namun mereka dilarang oleh Aparat Kepolisian untuk bergabung dengan Massa Aksi di Lapangan Trikora Abepura. Aparat Kepolisian melarang semua Sopir Truk yang mau mengangkut Massa Aksi ke Lapangan Trikora Abepura. Sebagian Massa Aksi dibubarkan tetapi sekitar 150-an Massa Aksi berhasil mengelabui Polisi dan menuju Lapangan Trikora Abepura.

Pukul 10.30 WPB - Sekitar 150-an Massa Aksi dari Pendopo Eluay tiba di Lapangan Trikora Abepura dan bergabung dengan Massa Aksi yang telah berkumpul sejak Pukul 07.00 WPB. Mereka menggunakan sebuah Bus dan beberapa buah Taxi Starwagon Rute Sentani-Abepura.

Titik Kumpul Taman Imbi – Jantung Kota Jayapura

Pukul 09.15 WPB – Massa Aksi dari Entrop, Polimak, Hamadi, Jayapura dan sekitarnya mulai berkumpul di Taman Imbi. Jumlah mereka sekitar 200-an Orang. Ketika Para Korlap Aksi mau membentangkan Spanduk, mereka langsung dilarang oleh Polisi dan Polresta Jayapura. Sempat terjadi ketegangan antara Massa Aksi dengan Polisi.

Pukul 09.30 WPB – Korlap Aksi mulai berorasi di Taman Imbi, tetapi Polisi langsung membatasi. Saat itu juga terjadi ketegangan antara Korlap Aksi dan Massa Aksi dengan Polisi. Mereka sempat saling mengejar, tetapi masing-masing pihak sempat menahan diri sehingga tidak terjadi bentrok fisik.

Pukul 10.45 WPB – Massa Aksi diarahkan oleh Polisi ke Terminal Taxi. Massa Aksi berjumlah 100-an Orang langsung menuju Abepura dengan menggunakan 2 buah truk, 1 buah Bus dan beberapa buah Taxi. Sekitar 100-an Massa Aksi lainnya tetap bertahan di Emper-emper Toko di depan Taman Imbi.

Pukul 11.00 WPB – Massa Aksi yang sedang menuju Abepura dihadang oleh oleh Polisi di Polsek Entrop. Mereka, terutama Para Korlap Aksi, diperiksa oleh beberapa orang Polisi. Polisi selanjutnya memerintahkan para Sopir Angkutan Umum yang dipakai oleh Massa Aksi untuk meninggalkan Massa Aksi.

Pukul 11.20 WPB – Massa Aksi disuruh berjalan kaki dari Polsek Entrop menuju Lapangan Trikora Abepura.

Pukul 12.20 WPB - Massa Aksi yang berjalan kaki dari Entrop langsung dihadang oleh Pasukan Brimob dan Polisi di depat Markas Brimob "Karel Satsoeitoeboen" Daerah Papua di Kotaraja. Massa Aksi dan Para Korlap Aksi langsung disuruh naik Truk Brimob dan Polisi menuju Lapangan Trikora Abepura.

Pukul 12.35 WPB – Massa Aksi dari Taman Imbi itu tiba di Lapangan Trikora Abepura dengan menggunakan 2 buah Truk Brimob, 1 buah Truk Polisi yang dikawal oleh sebuah Mobil Patroli Polisi.

Massa Aksi Kembali Memadati Taman Imbi

Pukul 10.50 WPB – Massa Aksi dari Entrop, Polimak, Hamadi, Jayapura dan sekitarnya kembali memadati Taman Imbi – Jantung Kota Jayapura. Mereka bergabung dengan sekitar 100-an Massa Aksi yang tetap bertahan sejak Pukul 10.54 WPB. Acara Penyambutan Peluncuran Buku Prof. Drooglever saat itu langsung dibuka oleh Pdt. Dimara, ditandai dengan sebuah Ibadah Sabda. Jumlah mereka sekitar 600-an Orang.

Pukul 11.10 WPB – Massa Aksi melakukan Orasi-Orasi Politik yang dipimpin langsung oleh Pdt. Dimara sampai Pukul 13.45 WPB.
Pukul 14.00 WPB – Statemen Politik dibacakan langsung oleh Sekjen Front Pepera PB, Selpius Bobii.

Pukul 14.15 WPB – Massa Aksi melanjutkan Orasi-Orasi Politik sampai Pukul 15.00 WPB.

Pukul 15.00 WPB – Pendeta Dimara menutup seluruh rangkaian Acara Aksi Massa di Taman Imbi dengan Doa Penutup.

Pukul 15.15 WPB – Massa Aksi membubarkan diri dengan tenang dan penuh sukacita.

Titik Kumpul Lapangan Trikora Abepura

Pukul 07.00 WPB – Massa Aksi berjumlah 100-an Orang mulai berkumpul di Lapngan Trikora Abepura. Ketika Massa Aksi mulai berkumpul, Ratusan Polisi dan Brimob juga mulai merapat ke Lapnagan Trikora. Dibawah Arahan Korlap Aksi, mereka mulai memasang Spanduk-Spanduk dan menancapkan Baliho tepat di Gerbang Masuk Lapangan Trikora. Setelah memasang Spanduk-Spanduk dan Baliho, Para Korlap mulai berorasi secara bergantian. Massa Aksi mengangkat Poster-Poster sambil meneriakkan yel-yel Papua Merdeka. Massa Aksi terus berdatangan sehingga sampai pukul 10.00 WPB jumlah Massa Aksi membengkak menjadi sekitar 500-an Orang. Satu Regu Polisi Adat dari Dewan Adat Mamberamo Tami kemudian mem-backup Lapangan Trikora Abepura.

Pukul 10.00 WPB – Sekjen Front Pepera PB, Selpius Bobii membuka Acara Penyambutan Peluncuran Buku Prof. Drooglever. Pembukaan Acara dilanjutkan dengan Doa Pembuka Acara yang dibawakan oleh Evangelis Thimotius Ijie. Setelah berdoa bersama, Acara dilanjutkan dengan Orasi-Orasi Politik yang dibawakan oleh Para Korlap Aksi.

Pukul 10.30 WPB - Sekitar 150-an Massa Aksi dari Pendopo Eluay tiba di Lapangan Trikora Abepura dan bergabung dengan Massa Aksi yang telah berkumpul sejak Pukul 07.00 WPB. Mereka menggunakan sebuah Bus dan beberapa buah Taxi Starwagon Rute Sentani-Abepura. Massa Aksi yang tiba dari Pendopo Eluay itu langsung berbaur dengan Massa Aksi di Lapangan Trikora sambil mendengarkan Orasi-Orasi Politik.

Pukul 11.15 WPB – Massa Aksi bergandengan tangan sambil menyanyikan Lagu Kebangsaan Papua, Hai Tanahku Papua. Setelah menyanyikan Lagu Hai Tanahku Papua, Acara dilanjutkan dengan Orasi-Orasi Politik dari Perwakilan Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka (DeMMaK) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Pukul 12.15 WPB – Statemen Politik Front Pepera PB dibacakan oleh Selpius Bobii, Sekjen Front Pepera PB yang juga berperan sebagai Penaggungjawab Aksi Massa tersebut. Pembacaan Statement Politik langsung dilanjutkan dengan Konferensi Pers dengan Para Wartawan. Sementara Konferensi Pers berlansung, Massa Aksi mendengarkan Orasi Poltik yang berturut-turut dibawakan oleh Perwakilan Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) dan Perwakilan Parlemen Jalanan (Parjal).

Pukul 12.30 WPB – Setelah melakukan Konferensi Pers dengan Para Wartawan, Sekjen Front Pepera PB - Selpius Bobii, diteror oleh Seorang Papua yang tidak dikenal melalui Telepon. Teroris tersebut memakai HP dengan Nomor. : 085244213061. Segera setelah mendapat teror, Sekjen Front Pepera PB langsung menuju Taman Imbi untuk menemui Massa Aksi di sana karena mereka sedang diprovokasi oleh Polisi dari Polresta Jayapura untuk bentrok fisik.

Pukul 12.35 WPB – Massa Aksi dari Taman Imbi tiba di Lapangan Trikora Abepura dengan menggunakan 2 buah Truk Brimob, 1 buah Truk Polisi yang dikawal oleh sebuah Mobil Patroli Polisi. Setelah turun dari Truk, mereka langsung bergabung dengan Massa Aksi di Lapangan Trikora dan bergoyang "Waita", sebuah Tarian Khas Suku Mee yang berfungsi untuk membakar semangat Massa. Ketika Massa Aksi sedang Waita, seorang Mama Papua, dengan suara yang lantang, berteriak mengajak Pemuda dan Mahasis/I Asal Pantai Utara untuk terlibat dalam Aksi-Aksi Perjuangan Kemerdekaan. Menurut penilaian Mama Papua tersebut adalah, bahwa Aksi-Aksi Massa untuk Perjuangan Kemerdekaan di Tanah Papua saat ini tidak pernah digubris oleh Pemuda/I dan Mahasiswa/I Pantai Utara. Mereka membiarkan Perjuangan ini dijalankan oleh Pemuda/I dan Mahasiswa/I Pegunungan Tengah dan Papua Selatan.

Pukul 12.35 WPB – Acara terus dilanjutkan dengan Orasi-Orasi Politik dan Pembacaan Puisi. Ketika Acara sedang berjalan, beberapa kaki tangan Intelijen Indonesia Asli Papua mulai memprovokasi Massa Aksi dengan kata-kata seperti : "Bubarkan Front Pepera sekarang, mereka tidak bertanggungjawab", dll. Provokasin itu tidak mempan karena kesiapan Korlap Aksi dan Disiplin Massa Aksi yang tinggi.

Pukul 14.00 WPB – Evangelis Thimotius Ijie mwmbawakan Ibadah Sabda untuk menutupi Acara Aksi Massa.

Pukul 14.15 – Massa Aksi menyanyikan Lagu Kebangsaan Papua, Hai Tanahku Papua. Acara diakhiri dengan Salama-Salaman dan saling berpelukan antar Massa Aksi.

Pukul 14.30 WPB – Massa Aksi mulai meninggalkan Lapangan Trikora Abepura, ada yang menuju Sentani, ada yang menuju Jayapura. Massa Aksi menggunakan Truk-Truk biasa dan Angkutan lainnya seperti Taxi, Motor Ojek maupun Mobil dan Motor Pribadi. Truk Polisi dan Brimob juga disediakan untuk mengangkut Massa Aksi, tetapi Massa Aksi menolak dengan tegas.

Pukul 14.45 WPB – Aparat Polisi (3 Regu) dan Brimobda Papua (2 Regu) meninggalkan Lapangan Trikora Abepura.

Pukul 15.00 WPB – Mobil Komando Aksi Massa meninggalkan Lapangan Trikora Abepura. (yoke&peyaktreve)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece