Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Dialog Politik

Rakyat Papua Ingin Seperti Aceh
By Cepos
Nov 17, 2005, 16:39

 
JAKARTA-Permasalahan di Papua, harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti ketika menangani kasus Aceh. Tuntutan ini kemarin disuarakan oleh beberapa elemen masyarakat Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera Papua Barat).

''Dialog dengan bangsa Papua Barat adalah cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan di Papua,'' kata Ketua Umum Front Pepera Papua Barat Hanz Gebze, di Kantor LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat Papua telah memiliki komitmen untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.''Bangsa Papua Barat tidak akan menyetujui penggunaan kekerasan oleh pihak mana pun untuk menyelesaikan masalah Papua,'' terangnya.

Dia mengatakan, penyelesaian konflik di NAD (Nangroe Aceh Darussalam) dengan GAM adalah salah satu contoh keberhasilan pemerintah Indonesia menghentikan konflik disana.''Kenapa di Papua tidak diselesaikan seperti Indonesia dengan GAM?,'' katanya. Hanz yakin, bila masyarakat Papua dan Pemerintah Indonesia dapat duduk bersama, permasalahan di sana dapat segera terselesaikan.''Semua harus dilibatkan secara serius,'' katanya.

Menurut dia, Majelis Rakyat Papua (MRP) yang baru dilantik pada tanggal 30 Oktober 2005 tidak mewakili kepentingan seluruh masyarakat Papua.''Bagaimana mau mewakili masyarakat Papua apabila sosialisasinya sehari sebelum dilaksanakan pemilihan MRP,'' tegasnya.

Tidak hanya itu, Front Pepera Papua Barat juga menilai bahwa otonomi khusus bukan sebagai jalan keluar yang tepat. Menurut Hanz, sejak 2002 otonomi khusus telah gagal, karena pemerintah Indonesia tidak pernah memiliki keinginan untuk melaksanakan secara konsisten.''Pemerintah Indonesia tidak pernah memiliki keinginan sedikit pun untuk melaksanakan dengan konsisten dan konsekuen,'' katanya.

Dalam kesempatan itu dia mendesak agar Pemerintah dan Parlemen meninjau kembali pelaksanaan Pepera, karena dinilai Pepera tersebut tidak obyektif.''Menurut kami, tidak demokratis, tidak jujur dan manusiawi,'' ujarnya.

Selain itu, dia meminta agar DPR RI segera membentuk Pansus Papua untuk meninjau kembali kebijakan politik dan praktek politik yang selama 43 tahun dijalankan dengan merepresi tanah Papua.''Bangsa Papua memegang teguh keyakinan bahwa kebenaran itu akan datang, cepat atau lambat,''pungkasnya.(yog)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece