Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Petisi/ Surat

PERNYATAAN SIKAP KOMITE PERSIAPAN PEMBENTUKAN FRONT PERSATUAN PERJUANGAN RAKYAT PAPUA BARAT (KPP FRONT PEPERA PB) NABIRE
By SPMNews Headquarters
Nov 16, 2005, 13:23

 
Mengingat Rakyat Papua sudah mengembalikan Undang-Undang No. 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua pada tanggal 12 Agustus 2005 maka sudah tidak ada lagi Otsus di Tanah Papua. Pemerintah, dalam hal ini DPR-Papua sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat yang menyalurkan Aspirasi Rakyat namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda yang mengarah untuk berdialog dengan Rakyat Papua dalam menanggapi Aspirasi Rakyat Papua. Bahkan sebaliknya DPRP dan DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Tanah Papua bersama Pemerintah memaksakan proses pemilihan MRP yang tidak demokratis dan bermartabat. Proses Pemilihan MRP yang dilakukan oleh Panitian Pemilihan (Panpil) MRP merupakan proses pengulangan Pepera yang dilakukan oleh Dewan Musyawarah Pepera (DMP) Tahun 1969.

Otsus Papua lahir di era Reformasi dimana Rakyat Papua minta MERDEKA. Otsus bukan Aspirasi Rakyat Papua sehingga dalam implementasinya tidak akan membangun Rakyat Papua. Otsus yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tidak hanya mengatur soal financial atau uang tetapi juga mengatur tentang Perlindungan Hak Masyarakat Adat, Perlindungan Hak Azasi Manusia yang selam ini tidak pernah dilaksanakan selama kurang lebih empat tahun dalam implementasi Otsus di Tanah Papua. Malah yang terjadi adalah Eksploitasi Kekayaan Masyarakat Adat yang salah satu contohnya adalah dilakukan oleh Pemerintah melalui Kopermas-Kopermas di Tanah Papua pada umumnya dan lebih khusus di Kabupaten Nabire dengan tidak menghargai Hak-Hak Masyarakat Adat. Pembakaran Gereja di Puncak Jaya yang dilakukan oleh TNI/POLRI ini merupakan tindakan kebiadaban dan Pelanggaran HAM Berat dan ini adalah salah satu bukti Pemerintah tidak mampu dalam menyelesaikan persoalan-persoalan diatas Tanah Papua.

Melihat hal diatas maka kami Masyarakat Adat Papua merasa bahwa Otsus tidak akan membanguin kami, malah, Otsus hadir hanya untuk membunuh Orang Papua dan mencuri atau mengeksploitasi Sumber Daya Alam Masyarakat Adat Papua, maka kami meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembalikan Kedaulatan kami untuk kami mengurus diri kami sendiri.

Dan kami Komite Persiapan Pembentukan Front Pepera Papua barat Bersama Rakyat meminta:

1. Meminta dan Mendesak Presiden Republik Indonesia, Menkopolhukam dan Mendagri untuk segera membicarakan dan mempersiapkan "Dialog Nasional" atau "Dialog Internasional" yang luas, demokratis, terbuka dan jujur dalam kerangka penyelesaian masalah politik Papua dengan Thema "Referendum" atau "PEPERA Ulang".

2. Mendesak dan Meminta DPR RI untuk segera membentuk Pansus Papua.

3. Mendesak DPR RI untuk segera mencabut UU No. 21 Tentang Otsus Papua dan PP 54 Tahun 2004 tentang MRP.

4. Meminta dan mendesak DPR-Papua untuk segera membubarkan Pansus Otsus dan MRP.

5. Meminta dan mendesak Menkopolhukan, Panlima TNI serta Kapolri untuk segera menarik kembali Pasukan Non Organik yang ditempatkan di seluruh Tanah Papua


Apabila tuntutan atau Aspirasi Rakyat ini tidak diindahkan maka dalam waktu dekat saat dikeluarkannya Pernyataan ini, kami Komite Persiapan Pembentukan Front Pepera Papua Barat bersama-sama semua kelompok gerakan serta seluruh Rakyat akan membangun konsolidasi dari tingkat atas sampai pada tingkat bawah dan menyerukan kepada seluruh Rakyat Papua, baik PNS atau TNI/POLRI Pribumi Papua untuk bersiap-siap melakukan Perlawanan Total yaitu Mogok Sipil Nasional dengan cara yang bermartabat dan demokratis dengan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan ini dikeluarkan di Nabire pada tanggal 15 November 2005

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece