Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Dialog Politik

OPM Perlu Diajak Dialog
By Kompas
Nov 23, 2005, 11:31

 
Pemerintah Pusat Harus Pertegas Posisi MRP

Jakarta, Kompas - Pemerintah diperingatkan sesegera mungkin membuka kesempatan dialog seluas-luasnya dengan sejumlah elemen masyarakat Papua, seperti masyarakat adat, pelajar dan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, bahkan Organisasi Papua Merdeka.

Hal itu harus dilakukan terutama terkait dengan upaya untuk mencari solusi dari segala macam persoalan, yang hingga sekarang masih terjadi di Papua. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat Hans Gebze di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Jakarta, Selasa (22/11).

Menurut Gebze, pendekatan seperti itu sudah selayaknya dilakukan jika pemerintah pusat memang menginginkan penyelesaian permanen segala persoalan yang selama ini terjadi.

”Kalau di Aceh saja pemerintah bisa berdialog dan menghasilkan kesepakatan berbentuk MOU dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mengapa hal serupa tidak bisa dilakukan terhadap seluruh elemen masyarakat Papua dan OPM? Selama ini OPM juga punya akses ke dunia internasional,” ujar Gebze.
Menurut dia, pemerintah pada kenyataannya, sejak tahun 1978 hingga tahun 1998 diam-diam menerapkan kekerasan di Papua melalui kebijakan pemberlakuan status ”Daerah Operasi Militer”.
Selama itu , katanya, sedikitnya 100.000 jiwa rakyat Papua menjadi korban kekerasan. Selain itu, hasil bumi dan kekayaan alam Papua terus disedot keluar.

Gebze mencatat, 70-80 persen dari 1,5 juta penduduk asli Papua masih hidup dalam keadaan miskin ”Kami tidak main-main, kami menginginkan perubahan total. Tanggal 1 Desember akan menjadi momentum bagi kami,” ujar Gebze.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua John Ibo ketika memimpin rapat paripurna penutupan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur periode 2001-2005 di Jayapura, kemarin, mengatakan, meski banyak dikritik selama lima tahun kepemimpinan pasangan Gubernur Papua JP Solossa-Constant Karma, tetapi harus diakui telah terjadi banyak perubahan yang dialami masyarakat Papua.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR, Ferry Mursyidan Baldan (Fraksi Partai Golkar, Jawa Barat II), di Jakarta kemarin meminta pemerintah pusat bersikap tegas soal posisi Majelis Rakyat Papua (MRP) dengan batasan tugas dan wewenangnya. ”Kita harus konsisten dengan filosofi pendirian MRP,” katanya.

Atas persyaratan orang asli Papua bagi calon gubernur atau wakil gubernur orang asli Papua, Ferry menyebutkan, MRP hanya berwenang memberi rekomendasi. MRP bukan pihak yang berwenang membatalkan pasangan calon kepala daerah. Untuk kasus Provinsi Irian Jaya Barat terkait dengan penetapan jadwal pemilihan kepala daerah, rekomendasi MRP memang layak diperhatikan. (DWA/KOR/DIK)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu Manipulasi Sejarah


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece