Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Petisi/ Surat

PRESS RELEASE Front PEPERA PB : Mari Membangun Persatuan Dalam Upaya Mewujudkan Mogok Sipil Nasional!
By Front PEPERA PB
Nov 25, 2005, 11:17

 
Eksekutif Nasional
Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat
[Front PEPERA Papua Barat]
Sekretariat Sentani, 081343118143/081344327223
========================================================
PRESS RELEASE Front PEPERA PB : Membangun Persatuan Dalam Upaya Mewujudkan Mogok Sipil Nasional!

Selama puluhan tahun terjadi pergulatan dan ketegangan politik antara rakyat Papua dan penguasa Indonesia seputar rekayasa dan ketidakterlibatan orang Papua dalam proses integrasi (1962-1963) dan pemanipulasian PEPERA pada tahun 1969. Rakyat Papua mengatakan integrasi dan PEPERA di rekayasa, juga cacat hukum; sementara negara Indonesia mengatakan bahwa integrasi dan Pepera 1969 sah. Perbedaan pemahaman terhadap proses integrasi dan pelaksanaan PEPERA mengakibatkan keberadaan orang Papua terancam, terlebih hak hidup orang Papua. Sejak tahun 1960-an orang Papua menjadi sasaran opersi militer dan juga pembunuhan terlubung yang kini terbukti melalui penelitian Universitas Yale dan Peneliti Australia menyimpulkan bahwa di Papua terjadi genocide.

Kalaupun Indonesia menyembunyikan kebenaran sejarah, namun melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh P.J. Drooglever memberikan masukan bagi rakyat Papua dan Indonesia untuk menyimak kebenaran yang terdapat dalam buku pelurusan Sejarah Papua Barat yang diluncurkan pada tanggal 15 November 2005 di Negeri Belanda. Melalui buku itulah akan membuktikan kebenaran sejarah yang selama ini dipendamkan oleh Pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Indonesia harus menyimak kebenaran sejarah itu, selanjutnya Pemerintah duduk bersama dengan rakyat Papua mengadakan dialog untuk menemukan kebenaran sejarah itu. Jika terbukti bahwa PEPERA tahun 1969 cacat hukum dan tidak demokrasi serta dilakukan di bawah tekanan militer, maka Pemerintah harus membuka diri dan mengadakan diolag bersama rakyat Papua untuk mencari solusi yang terbaik!!! Jika Pemerintah dalam jangka waktu dekat tidak melakukan dialog bersama dengan rakyat, maka pada kesempatan ini Front PEPERA Papua Barat menyerukan:

1.Seluruh elemen perjuangan dan komponen, ikatan-ikatan kesukuan, peguyuban-peguyuban dan massa rakyat Papua segera bersatu dan melakukan konsolidasi serta memobilisasi massa rakyat untuk mewujudkan mogok sipil nasional; yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2006. Tentang tanggal pelaksanaan dan tuntutan dalam mogok sipil akan diputuskan bersama oleh seluruh elemen perjuangan dan bersama massa rakyat Papua dalam suatu pertemuan yang difasilitasi oleh Eksekutif Nasional Front PEPERA Papua Barat.

2.Supaya diketahui oleh massa rakyat Papua bahwa mogok sipil nasional, bukan jatuh pada tanggal 28 November 2005. Isu yang benar adalah pada tanggal 28 November 2005 hanyalah mengadakan Seminar Sehari dalam rangka “Membangun Persatuan Dalam Upaya Mewujudkan Mogok Sipil Nasional“. Untuk itu, kami mengajak massa rakyat Papua yang berdominsili di Port Numbay dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam Seminar Sehari yang akan digelar di Jayapura, Senin, 28 November 2005, tepat pukul 08.00 WPB.

3.Front juga menyerukan kepada massa rakya di wilayah Papua Barat dan kota-kota studi di Indonesia hendaklah menggelar Seminar Sehari atau Diskusi dalam sorotan thema “Membangun Persatuan Dalam Upaya Mewujudkan Mogok Sipil Nasional“.

Demikianlah seruan Eksekutif Nasional Front PEPERA Papua Barat untuk diketahui dan diperhatikan oleh massa rakyat Papua.

Port Numbay, 25 November 2005


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece