Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kisah Perjuangan

1 Desember,Tak Perlu Dikhawatirkan! Polda Tak Ada Pengamanan Khusus, Hanya Tingkatkan Kewaspadaan
By SKH Cepos, Selasa, 29 Nov 2005
Nov 29, 2005, 10:20

 
JAYAPURA- Tidak terasa, 1 Desember tinggal dua lagi. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, ketika datang 1 Desember yang disebut sebagai hari kemerdekaan Papua Barat, sebagian warga Papua melakukan berbagai kegiatan, baik itu ibadah syukur maupun demo, sehingga aparat kepolisian dalam hal ini jajaran Polda Papua selalu memberikan perhatian khusus pada tanggal tersebut.

Namun nampaknya untuk 1 Desember lusa, jajaran Polda Papua tidak memberikan perhatian secara berlebihan, tetapi hanya melakukan peningkatan kewaspadaan baik di lingkungan Polda sendiri maupun jajarannya.

"Terkait 1 Desember kali ini, tidak ada pengamanan khusus dari Polda Papua. Kami hanya melakukan peningkatan kewaspadaan dengan peningkatan intensitas patroli, meningkatkan kesiapsiagaan petugas di semua jajaran," ungkap Kabid Humas Polda Papua AKBP Drs. Kartono Wangsadisastra saat ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, Senin (28/11) kemarin.

Dikatakan, untuk situasi saat ini telah berubah, berbeda dengan situasi yang dulu, sehingga jajarannya tidak melakukan pengamanan khusus. "Hingga saat ini, kondisi Kamtibmas tetap kondusif. Dimana seandainya akan ada demonstrasi atau kegiatan lain terkait 1 Desember, mestinya hari ini (kemarin,red) telah ada surat izin atau surat pemberitahuan ke Polda. Karena sesuai Undang-Undang No. 9 Tahun 1998, surat izin tersebut harus masuk tiga hari sebelum pelaksanaan. Namun hingga sekarang (kemarin), belum ada yang mengajukan surat izin terkait kegiatan pada 1 Desember," terangnya.

Terkait hal itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar tidak menyikapi tanggal 1 Desember secara berlebihan atau dengan penuh kekhawatiran. "Situasi sekarang sudah kondusif, jangan terprovokasi atau terpancing oleh isu-isu yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang bermaksud untuk mengacaukan situasi," himbaunya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan aktifitas seperti hari-hari biasanya, yang ke kantor tetap pergi ke kantor, yang ke pasar juga tetap pergi ke pasar dan seterusnya.

Ditegaskan, jika ada kelompok massa yang turun untuk melaksanakan demonstrasi, jajarannya akan melakukan tindakan pre-emtif dan preventif. "Tetapi kalau tidak ada izin, kami himbau supaya kembali ke rumahnya masing-masing atau dibubarkan. Karena sudah jelas dalam UU No. 9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum. Jika tidak ada izin, maka aparat berhak untuk membubarkan massa," tungkasnya.

Tak Ada Pengibaran Bintang Kejora

Sekretaris Jenderal Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera PB) Selfius Bobi mengakatan, pihaknya tidak akan melakukan aksi yang berlebihan pada acara peringatan Hari Kemerdekaan Papua Barat, tanggal 1 Desember 2005, kamis lusa. Hanya saja, dirinya tidak bisa membatah kalau pihaknya akan tetap akan menggelar peringatan dalam bentuk ibadah.

"Sebenarnya yang berhak memberikan komentar adalah pihak Presidium Dewan Papua (PDP), namun saya katakan bahwa tidak ada kegiatan yang namanya upacara di lapangan ataupun yang namanya menaikkan bendera Bintang Kejora. Koordinasi itu sebenarnya kami sudah lakukan," katanya kepada wartawan di sela-sela seminar yang di gelar di Anjungan Merauke, Kompleks Taman Budaya Provinsi Papua, Senin (28/11) kemarin.

Dikatakan, ketegasan yang diambil pihaknya dengan tidak akan melakukan pengibaran bendera ini karena kegiatan itu justru dinilai melecehkan bendera Bintang Kejora. "Kalau dipaksakan dinaikkan itu berarti Bintang Kejora dilecehkan, pada hal ini adalah lambang yang harus dihormati. Bendera ini sekarang diperjuangkan untuk berkibar selamanya," katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada semua komponen masyarakat Papua supaya memperhatikan hal-hal tersebut dan tidak berbuat anarkis pada tanggal 1 Desember 2005 nantinya. Ia menegaskan, supaya tidak ada tindakan-tindakan yang mengarah kepada jatuhnya korban pada tanggal tersebut.

Ibadah yang akan dilakukan itu, masih lanjut Bobi, akan dilakukan di tiga titik, yakni wilayah Abepura, wilayah Sentani dan wilayah Jayapura. Hanya saja tempat pelaksanaannya pihaknya belum bisa menentukannya.(fud/ito)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece