Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kerjasama Militer

DI MERAUKE, BIN SETTING PENGIBARAN BINTANG KEJORA TANGGAL 1 DESEMBER 2005
By Manuel Motkom - WPRNA NEWS
Nov 30, 2005, 09:15

 
DALAM beberapa hari terakhir ini Badan Intelijen Negara (BIN) sedang memprovokasi Rakyat Papua Merauke untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora sebagai Peringatan Kemerdekaan Papua Barat pada tanggal 1 Desember 2005 besok. Kaki tangan BIN di Merauke yang bekerja keras membujuk Rakyat Papua Merauke menyebarluaskan isu bohong bahwa di seluruh Tanah Papua juga akan ada kegiatan serupa.

Menurut mereka, seorang Pemimpin Papua yang menerima Noken berisi Buku Pelurusan Sejarah Papua langsung dari tangan Prof.Drooglever tanggal 15 November lalu di Den Haag Belanda, yakni Benny Wenda, juga akan ada di Jayapura bersama Wali Kota Oxford untuk mengikuti Pengibaran Bendera besok.

Berdasarkan pantauan WPRNA NEWS, kaki tangan BIN di Merauke yang menyebarluaskan informasi bohong ini ternyata aktiv menjalin komunikasi dengan Abdul Hakim Ahmad Aituarauw, Kepala BIN Wilayah Merauke yang berdomisili di Jayapura sebagai Anggota DPR-Papua dari Partai Sarikat Indonesia.

Tetapi, permainan BIN untuk mengantar Rakyat Papua menuju Laras Senapan TNI/POLRI ini rupanya sudah diketahui oleh Massa Rakyat Papua di Merauke karena informasi keliru tersebut berhasil dinetralkan oleh beberapa Tokoh Dewan Adat Papua (DAP).

"Yang kibarkan Bintang Kejora tanggal 1 Desember 2005 besok di Merauke secara khusu maupun Tanah Papua secara umum murni dipakai oleh musuh karena Elemen Revolusioner Rakyat Papua, yakni Front PEPERA PB tidak punya agenda konyol ini. Yang ada hanyalah Ibadah dan Renungan di Gereja maupun Rumah masing-masing. Kami sudah koordinasikan dengan anak-anak kami di Eksekutif Nasinal Front PEPERA PB di Jayapura", jelas seorang pentolan Dewan Adat Papua di Merauke.

Sampai berita ini diturunkan, Rakyat Papua Merauke sedang mengikuti tindak-tanduk Anak Buah Abdul Hakim Ahmad Aituarauw ini dengan seksama. Walaupun mayoritas Massa Rakyat Papua Merauke tidak menggubris skenario ini, namun situasi Kota Merauke tetap tegang karena dalam beberapa hari terakhir ini terjadi dropping-an Pasukan TNI AD secara besar-besaran ke Merauke dengan menggunakan Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.©wprnanews
-----------
Laporan Manuel Motkom
WPRNA NEWS
West Papua Revolutionary News Agency
Merauke, 30 November 2005
E-Mail : wprnanews@yahoo.com

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece