Update Terakhir: Dec 3rd, 2005 - 10:43:28
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Demo/ Protes

Mahasiswa Papua Berunjuk Rasa di Yogyakarta
By Liputan6.com
Dec 3, 2005, 10:39

 
Liputan6.com, Yogyakarta: Ratusan mahasiswa asal Papua turun ke jalan-jalan di Kota Yogyakarta, Kamis (1/12), memperingati pendeklarasian Papua Barat sebagai negara merdeka oleh Belanda, 1 Desember 1961. Aksi diawali dari Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada menuju sejumlah jalan utama di Yogyakarta.
Ratusan mahasiswa asal Papua memperingati pendeklarasian Papua Barat sebagai negara merdeka oleh Belanda dengan berjalan kaki di sejumlah jalan kota. Pemerintah diminta memperjelas status Papua Barat.


Dalam orasinya, mereka menuntut pemerintah menaruh perhatian lebih pada status politik Papua Barat yang dinyatakan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mahasiswa juga meminta pemerintah membuka dialog untuk memperjelas status yang ditetapkan berdasarkan Penentuan Pendapat Rakyat pada 1969 itu.

Pada saat yang hampir bersamaan, ratusan warga Jayapura, Papua, menggelar perayaan yang mereka sebut sebagai Hari Kemerdekaan ke-44 Papua Barat. Sejak pagi, ratusan orang berkumpul di beberapa titik kota. Massa sempat tertahan di depan Lapangan Trikora karena polisi melarang perayaan dilakukan di lapangan itu. Ketegangan sempat terjadi ketika massa memaksa untuk tetap melakukan aksi di lapangan [baca: Ratusan Warga Merayakan HUT Papua Barat].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece