|
||||||
Update
Terakhir: Dec 11th, 2005 - 03:27:25
|
|
Isu Kesehatan
Terinfeksinya 12 anggota Polda ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs. Kartono Wangsadisastra saat ditanya wartawan di ruang kerjanya seusai mengikuti sosialisasi tentang HIV/AIDS di Mapolda Papua, Jumat (9/12) kemarin. Menurutnya, dari 12 orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu terdiri dari anggota yang berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. "Data 12 orang itu baru hasil deteksi dari empat daerah saja, sedangkan daerah-daerah lainnya belum terdeteksi," ujarnya. Pihaknya meyakini kalau di daerah-daerah lain yang jumlahnya banyak itu masih ada anggota yang terinfeksi, tetapi belum terdeteksi. Saat ditanya soal penyebabnya, Kabid Humas menjelaskan, kalau penyebab terinfeksi HIV/AIDS itu beum jelas. "Soal penyebab pasti tentang terinfeksinya 12 anggota Polri itu, kami belum mendapatkan kepastiannya. Apakah itu karena hubungan seks secara berganti-gantian atau terinfeksi melalui jarum suntik secara bergantian, kita belum tahu,"katanya. Ketika ditanya yang terinfeksi itu dari kelompok bintara atau perwira, pihaknya juga tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. "Yang jelas ada 12 yang terinfeksi, tetapi masalah perwira atau bintara kita tidak boleh menyebutkannya," ujar Kartono. Dijelaskan, bagi anggota yang sudah tertular HIV/AIDS itu sudah mendapatkan bimbingan dan mendapatkan pengobatan, tetapi untuk nama maupun tempat tinggalnya dirahasiakan. Adanya kejadian ini, akan ditindaklanjuti untuk disosialisasikan ke Polres-Polres agar menjadi peringatan bagi anggota yang lain supaya berhati-hati dan tidak terjerumus terhadap hal-hal yang bisa menyebabkan terinfeksinya virus HIV/AIDS. Ditambahkan, jumlah personel di jajaran Polda Papua kesemuanya sekitar 13.000 personel. Gubernur Prihatin HIV/AIDS Sementara itu tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua yang kini menembus angka 2.300 kasus, rupanya membuat Gubernur DR JP Solossa, M.Si sangat prihatin. "Saya sangat prihatin melihat kenyataan bahwa di Papua saat ini angkat kasus HIV/AIDS sangat tinggi bahkan tertinggi di Indonesia," katanya dalam sambutannya pada acara ibadah syukuran HUT Getsemani I di Kampung Holtekam Distrik Muara Tami (9/12) kemarin. Ia mengatakan, saat ini angka HIV/AIDS di Papua sudah mencapai 2300 kasus. Parahnya, sekitar 80 persen dari jumlah tersebut ternyata penderitanya adalah orang Papua asli. "Dosa apa rakyat kita sampai seperti ini," ujarnya penuh penyesalan. Ia berpikir, mungkin di Papua perlu ada permohonan pengampunan karena bagaimanapun, semua itu datang dari manusia juga. "Perlu ada renungan khusus untuk berdoa agar Tuhan memberikan pengampunan," ujarnya. Karena bagaimanapun, melihat kenyataan pahit tersebut semua harus dikembalikan kepada Tuhan sang pencipta. Lanjut Solossaa, tingginya HIV/AIDS ini tentunya harus menjadi bahan perhatian seluruh masyarakat Papua karena bukan mustahil angka tersebut akan terus meningkat dari hari ke hari. Sebab pe tingkat pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Papua begitu cepat, dimana satu orang yang kena maka seratus orang akan terancam. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mawas diri dan berhati-hati," ujarnya. Gubernur Solossa mengajak agar seluruh masyarakat menjaga diri dan iman karena hanya iman dan ketaatan kepada Tuhan yang bisa membentengi diri manusia dai penyakit yang mematikan itu. "Jangan melakukan seks bebas, atau menggunakan obat-obat terlarang, bersikaplan setia dan berusaha untuk selalu menjauhi perbuatan dosa. Bentengi diri dengan iman dan takutlah akan Tuhan," paparnya menasehati. Acara syukuran yang didahului dengan ibadah itu tidak saja dihadiri masyarakat Kampung Holtekamp tetapi juga masyarakat dari 8 kampung lainnya di Distrik Muara Tami. Acara syukuran kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai tanda syukur serta pelepasan burung merpati oleh para kepala kampung dengan disaksikan Gubernur Solossa.(fud/ta) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|