Update Terakhir: Dec 11th, 2005 - 03:27:25
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesehatan

Giliran,12 Anggota Polda Terinfeksi HIV/AIDS
By Cepos
Dec 11, 2005, 03:25

 
JAYAPURA- Kasus HIV/AIDS di Papua terus mengganas. Kalau sebelumnya 48 prajurit Kodam XVII/Trikora dilaporkan terinfeksi HIV/AIDS, kini giliran 12 orang anggota Polri di jajaran Polda Papua mengalami nasib yang sama (kena HIV/AIDS). Menyedihkan lagi, empat orang diantaranya 12 penderita ini telah meninggal dunia.

Terinfeksinya 12 anggota Polda ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs. Kartono Wangsadisastra saat ditanya wartawan di ruang kerjanya seusai mengikuti sosialisasi tentang HIV/AIDS di Mapolda Papua, Jumat (9/12) kemarin.

Menurutnya, dari 12 orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu terdiri dari anggota yang berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. "Data 12 orang itu baru hasil deteksi dari empat daerah saja, sedangkan daerah-daerah lainnya belum terdeteksi," ujarnya.

Pihaknya meyakini kalau di daerah-daerah lain yang jumlahnya banyak itu masih ada anggota yang terinfeksi, tetapi belum terdeteksi.

Saat ditanya soal penyebabnya, Kabid Humas menjelaskan, kalau penyebab terinfeksi HIV/AIDS itu beum jelas. "Soal penyebab pasti tentang terinfeksinya 12 anggota Polri itu, kami belum mendapatkan kepastiannya. Apakah itu karena hubungan seks secara berganti-gantian atau terinfeksi melalui jarum suntik secara bergantian, kita belum tahu,"katanya.

Ketika ditanya yang terinfeksi itu dari kelompok bintara atau perwira, pihaknya juga tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. "Yang jelas ada 12 yang terinfeksi, tetapi masalah perwira atau bintara kita tidak boleh menyebutkannya," ujar Kartono.

Dijelaskan, bagi anggota yang sudah tertular HIV/AIDS itu sudah mendapatkan bimbingan dan mendapatkan pengobatan, tetapi untuk nama maupun tempat tinggalnya dirahasiakan. Adanya kejadian ini, akan ditindaklanjuti untuk disosialisasikan ke Polres-Polres agar menjadi peringatan bagi anggota yang lain supaya berhati-hati dan tidak terjerumus terhadap hal-hal yang bisa menyebabkan terinfeksinya virus HIV/AIDS.

Ditambahkan, jumlah personel di jajaran Polda Papua kesemuanya sekitar 13.000 personel.

Gubernur Prihatin HIV/AIDS

Sementara itu tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua yang kini menembus angka 2.300 kasus, rupanya membuat Gubernur DR JP Solossa, M.Si sangat prihatin. "Saya sangat prihatin melihat kenyataan bahwa di Papua saat ini angkat kasus HIV/AIDS sangat tinggi bahkan tertinggi di Indonesia," katanya dalam sambutannya pada acara ibadah syukuran HUT Getsemani I di Kampung Holtekam Distrik Muara Tami (9/12) kemarin.

Ia mengatakan, saat ini angka HIV/AIDS di Papua sudah mencapai 2300 kasus. Parahnya, sekitar 80 persen dari jumlah tersebut ternyata penderitanya adalah orang Papua asli. "Dosa apa rakyat kita sampai seperti ini," ujarnya penuh penyesalan. Ia berpikir, mungkin di Papua perlu ada permohonan pengampunan karena bagaimanapun, semua itu datang dari manusia juga.

"Perlu ada renungan khusus untuk berdoa agar Tuhan memberikan pengampunan," ujarnya. Karena bagaimanapun, melihat kenyataan pahit tersebut semua harus dikembalikan kepada Tuhan sang pencipta.

Lanjut Solossaa, tingginya HIV/AIDS ini tentunya harus menjadi bahan perhatian seluruh masyarakat Papua karena bukan mustahil angka tersebut akan terus meningkat dari hari ke hari. Sebab pe tingkat pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Papua begitu cepat, dimana satu orang yang kena maka seratus orang akan terancam. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mawas diri dan berhati-hati," ujarnya.

Gubernur Solossa mengajak agar seluruh masyarakat menjaga diri dan iman karena hanya iman dan ketaatan kepada Tuhan yang bisa membentengi diri manusia dai penyakit yang mematikan itu. "Jangan melakukan seks bebas, atau menggunakan obat-obat terlarang, bersikaplan setia dan berusaha untuk selalu menjauhi perbuatan dosa. Bentengi diri dengan iman dan takutlah akan Tuhan," paparnya menasehati.

Acara syukuran yang didahului dengan ibadah itu tidak saja dihadiri masyarakat Kampung Holtekamp tetapi juga masyarakat dari 8 kampung lainnya di Distrik Muara Tami. Acara syukuran kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai tanda syukur serta pelepasan burung merpati oleh para kepala kampung dengan disaksikan Gubernur Solossa.(fud/ta)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece