Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesehatan

Giliran,12 Anggota Polda Terinfeksi HIV/AIDS
By Cepos
Dec 11, 2005, 03:25

 
JAYAPURA- Kasus HIV/AIDS di Papua terus mengganas. Kalau sebelumnya 48 prajurit Kodam XVII/Trikora dilaporkan terinfeksi HIV/AIDS, kini giliran 12 orang anggota Polri di jajaran Polda Papua mengalami nasib yang sama (kena HIV/AIDS). Menyedihkan lagi, empat orang diantaranya 12 penderita ini telah meninggal dunia.

Terinfeksinya 12 anggota Polda ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, AKBP Drs. Kartono Wangsadisastra saat ditanya wartawan di ruang kerjanya seusai mengikuti sosialisasi tentang HIV/AIDS di Mapolda Papua, Jumat (9/12) kemarin.

Menurutnya, dari 12 orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu terdiri dari anggota yang berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. "Data 12 orang itu baru hasil deteksi dari empat daerah saja, sedangkan daerah-daerah lainnya belum terdeteksi," ujarnya.

Pihaknya meyakini kalau di daerah-daerah lain yang jumlahnya banyak itu masih ada anggota yang terinfeksi, tetapi belum terdeteksi.

Saat ditanya soal penyebabnya, Kabid Humas menjelaskan, kalau penyebab terinfeksi HIV/AIDS itu beum jelas. "Soal penyebab pasti tentang terinfeksinya 12 anggota Polri itu, kami belum mendapatkan kepastiannya. Apakah itu karena hubungan seks secara berganti-gantian atau terinfeksi melalui jarum suntik secara bergantian, kita belum tahu,"katanya.

Ketika ditanya yang terinfeksi itu dari kelompok bintara atau perwira, pihaknya juga tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. "Yang jelas ada 12 yang terinfeksi, tetapi masalah perwira atau bintara kita tidak boleh menyebutkannya," ujar Kartono.

Dijelaskan, bagi anggota yang sudah tertular HIV/AIDS itu sudah mendapatkan bimbingan dan mendapatkan pengobatan, tetapi untuk nama maupun tempat tinggalnya dirahasiakan. Adanya kejadian ini, akan ditindaklanjuti untuk disosialisasikan ke Polres-Polres agar menjadi peringatan bagi anggota yang lain supaya berhati-hati dan tidak terjerumus terhadap hal-hal yang bisa menyebabkan terinfeksinya virus HIV/AIDS.

Ditambahkan, jumlah personel di jajaran Polda Papua kesemuanya sekitar 13.000 personel.

Gubernur Prihatin HIV/AIDS

Sementara itu tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua yang kini menembus angka 2.300 kasus, rupanya membuat Gubernur DR JP Solossa, M.Si sangat prihatin. "Saya sangat prihatin melihat kenyataan bahwa di Papua saat ini angkat kasus HIV/AIDS sangat tinggi bahkan tertinggi di Indonesia," katanya dalam sambutannya pada acara ibadah syukuran HUT Getsemani I di Kampung Holtekam Distrik Muara Tami (9/12) kemarin.

Ia mengatakan, saat ini angka HIV/AIDS di Papua sudah mencapai 2300 kasus. Parahnya, sekitar 80 persen dari jumlah tersebut ternyata penderitanya adalah orang Papua asli. "Dosa apa rakyat kita sampai seperti ini," ujarnya penuh penyesalan. Ia berpikir, mungkin di Papua perlu ada permohonan pengampunan karena bagaimanapun, semua itu datang dari manusia juga.

"Perlu ada renungan khusus untuk berdoa agar Tuhan memberikan pengampunan," ujarnya. Karena bagaimanapun, melihat kenyataan pahit tersebut semua harus dikembalikan kepada Tuhan sang pencipta.

Lanjut Solossaa, tingginya HIV/AIDS ini tentunya harus menjadi bahan perhatian seluruh masyarakat Papua karena bukan mustahil angka tersebut akan terus meningkat dari hari ke hari. Sebab pe tingkat pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Papua begitu cepat, dimana satu orang yang kena maka seratus orang akan terancam. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mawas diri dan berhati-hati," ujarnya.

Gubernur Solossa mengajak agar seluruh masyarakat menjaga diri dan iman karena hanya iman dan ketaatan kepada Tuhan yang bisa membentengi diri manusia dai penyakit yang mematikan itu. "Jangan melakukan seks bebas, atau menggunakan obat-obat terlarang, bersikaplan setia dan berusaha untuk selalu menjauhi perbuatan dosa. Bentengi diri dengan iman dan takutlah akan Tuhan," paparnya menasehati.

Acara syukuran yang didahului dengan ibadah itu tidak saja dihadiri masyarakat Kampung Holtekamp tetapi juga masyarakat dari 8 kampung lainnya di Distrik Muara Tami. Acara syukuran kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai tanda syukur serta pelepasan burung merpati oleh para kepala kampung dengan disaksikan Gubernur Solossa.(fud/ta)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece